Selasa, 07 November 2017

Think dan be Creative Parents, Day #6 Game level 9


بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Cerita di hari ke enam ini Aa bikin dulu model pintu-pintuan yang ingin Aa wujudkan di dalam kamarnya.
Keraguan untuk mewujudkan dan melakukan aksi untuk kegiatan merenovasi kecil-kecilan hari ini akhirnya di awali juga, setelah beberapa hari berbelanja ide.
Akhirnya hari ini mengumpulkan berapa barang dan juga beli cat. Yeaaay Alhamdulillah. . .akhirnya dibeli juga cat nya sebagai penyemangat untuk melakukan kegiatan merenovasi kamar anak-anak. Walaupun sebetulnya perjalanan masih panjang,  karena kamar anak-anak mesti harus dibenahi dan dibereskan terlebih dahulu. Alhamdulillah one step closer. Dan sebagai pendelegasian, Aa bertugas untuk merapikan barang-barang yang ada di kamarnya terlebih dahulu.


#tantangan10hari
#level9
# Day 6
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative




Senin, 06 November 2017

Think and be Creative Parents, Day #5 Game level 9


                      بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Keraguan untuk mewujudkan dan melakukan aksi untuk kegiatan merenovasi kecil-kecilan hari ini akhirnya di awali juga, setelah beberapa hari berbelanja ide.
Akhirnya hari ini mengumpulkan berapa barang dan juga beli cat. Yeaaay Alhamdulillah. . .akhirnya dibeli juga cat nya sebagai penyemangat untuk melakukan kegiatan merenovasi kamar anak-anak. Walaupun sebetulnya perjalanan masih panjang,  karena kamar anak-anak mesti harus dibenahi dan dibereskan terlebih dahulu. Alhamdulillah one step closer. Dan sebagai pendelegasian, Aa bertugas untuk merapikan barang-barang yang ada di kamarnya terlebih dahulu.


#tantangan10hari
#level9
# Day 5
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative




Minggu, 05 November 2017

pengalaman belajar Kreativitas di kelas IIP


بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Pengalaman kami sebagai Orang Tua, Belajar Kreativitas di IIP

by: Fiena dan Dadan I.


Tulisan ini mungkin bukan tulisan terbaik, tapi ini adalah aliran rasa yang mampu mengejawantahkan perasaan campur aduknya kami sebagai orang tua yang ingin bisa mampu hadir secara utuh dalam membersamai anak-anak. Keinginan dari orangtua yang berharap anandanya memiliki ruang Kreativitas secara utuh dari kami orang tuanya.
Pada dasarnya setiap ananda adalah individu yang unik dengan segala pola dan tingkah lakunya, bahkan mereka adalah individu yang paling kreativ dengan segala rasa ingin tahunya.
Perjalanan saya menempa diri di IIP untuk menjadi ibu yang lebih tersadarkan dengan begitu besarnya potensi ananda dimulai justru ketika kegundahan itu muncul,  dapatkah kami menjadi seorang fasilitator yang mampu membersamai ananda dalam setiap rasa ingin tahunya?
Belajar di IIP awalnya saya pikir hanya akan mendapat informasi apa dan bagaimana menjadi seorang ibu yang seutuhnya, namun pada akhirnya saya dan suami menyadari bahwa IIP hanyalah wadah untuk menimba tools nya alatnya tetapi tempat untuk aktualisasinya JUSTRU terletak pada diri kita sendiri, dalam lingkungan masyarakat terkecil yaitu rumah. Sejenak kami sama-sama berpikir, mampukah kita?
Dalam setiap perubahan tentu akan ada keganjalan yang dirasa pada awalnya, pun demikian dengan kami berproses itu bukanlah hal yang terbayang awalnya, bingung memulai dari mana karena kesiapan secara fisik saja tidak cukup. Akhirnya saya dan suami bersepakat harus memiliki ruang dalam kegiatan keseharian kami agar bisa *terbuka* akan tujuan pendidikan anak ini akan jadi seperti apa.
Suami pun mendelegasikan setiap perintilan atau detail nya diserahkan pada saya, dan main ideanya datang dari suami yang walaupun ujung-ujungnya tetap meminta pendapat dari saya selaku ibu.
Awal pernikahan, saya dan suami harus bekerja keras untuk bisa membangun komunikasi. Tantangannya bukan hanya di membangun komunikasi tetapi kami harus menjadi seseorang yang kreatif mencari pola komunikasi kami, hal ini bukan saja dikarenakan jarak yang cukup jauh (Long distance marriage ) namun juga karena karakter dari masing-masing kami yang bertolak belakang. Mengapa tidak? Suami adalah seorang dengan type pendiam, dan saya sebaliknya.
 Saya pada akhirnya akan sering menjadi orang yang berinisiatif berbagi ilmu yang didapat di IIP untuk kembali di share pada suami, pun demikian dengan tema kali ini kréativitas.  Begitu mendapat materi saya share pada suami awalnya hanya untuk mengetahui respon tetapi Alhamdulillah saya justru mendapat ruang untuk berdiskusi dengan suami mengenai hal itu, *AHA* bukankah ini menjadi sebuah peluang bagi saya untuk terus belajar kreatif dalam membangun pola baik komunikasi dan dari segi pemahaman materi?
Sejati nya menjadi kreatif itu adalah bagaimana kita merasakan bahwa proses yang kita sebut belajar ini menjadi sangaat menyenangkan dan justru tidak terasa belajarnya. Naah pola inilah yang kiranya sedang coba diterapkan di keluarga Abdullah. Setiap anggota keluarga berhak untuk menyampaikan ide nya dan berhak untuk di tanggapi serta di perhatikan  setiap ide nya.
Ketika mendapatkan materi ini dalam grup senang rasanya ketika setiap jawaban kita di beri respon oleh teman satu kelas, lega rasanya ketika jawaban dan hasil analisis kita di perhatikan. Prosés menjadi kreatif dan berkembang inilah kiranya yang menjadikan kami orang tua, harus lebih berusaha memunculkan Kreativitas dan membangun suasana untuk bisa lebih menghargai setiap keunikan dari masing-masing anggota keluarga. Termasuk kami keluarga Abdullah.

Begitulah keluarga Abdullah yang terus tumbuh dan berkembang bersama Institut Ibu Profesional, memunculkan ide-ide dan kreativitas yang di inisiasi dari lingkungan kecil rumah kami yang kelak menjadi saksi *perjuangan* kami orang tuanya untuk selalu bisa memfasilitasi anak-anak kami tercinta Ghazy dan  Ghifary. . .penerus dan tabungan ikhtiar kami .

Sumber Bacaan dan Inspirasi:
1. Perkuliaah kelas Bunda Sayang
2. Diskusi Materi Kreativitas kelas Bunda sayang.
3. Learning by doing keluarga Abdullah


#kelas bunda sayang
#InstitutIbuProfesional
#ThinkCreative

Think and be Creative Parents Day #4, Game Level 9

Bismillahirrahmanirrahim

Memasuki hari ke 4 karena Aa dan Ade punya kegiatan rutin untuk berkunjung kakek neneknya di akhir minggu,  maka kegiatan untuk membenahi kamar otomatis akan terhenti untuk sementara waktu. Namun demikian kami tetap berusaha untuk menjalankan project sesuai dengan tahapannya.  Walaupun memang hal ini munculnya dari film kartun yang anak-anak tonton. Akhirnya memunculkan juga inspirasi bahwa oke Aa dan Ade ingin semacam memunculkan warna atmosfer luar angkasa dalam kamarnya dan saking semangatnya neneknya pun sudah tahu rencana dan keinginan cucunya ini. Bismillah tinggal realisasikan. Semangaat.



#tantangan10hari
#level9
# Day
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Sabtu, 04 November 2017

Think and be Creative Parents, Day #3 Game Level 9

Bismillahirrahmanirrahim

Kemarin Aa, Ade sama ummi mulai ngobrol dan belanja ide. . .mulai dari konsep warna dan gambar apa saja yang akan dijadikan tema. Akhirnya sepakat tentang astronomi. Karena Aa dan Ade ingin jadi Astronot.  Hari ini sebetulnya dapat ide lagi terkait apa dan bagaimana seharusnya kamar Anak-anak nantinya. Melihat keceriaan dan kesenangannya lari ke sana kemari, kamar anak-anak harusnya bisa membuat mereka bebas bergerak. Akhirnya dipilihlah kasur yang bisa di simpan dengan posisi berdiri dan sepertinya ada request khusus terkait pintu kamar. Aa mulai menunjukkan kreasinya dengan membuat  *pintu* kain menggunakan sarung. Akhirnya ummi ambil jepitan jemuran dan menjepitkan pada kardus agar posisi kain bisa tertahan dengan baik.


#tantangan10hari
#level9
# Day 3
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative




Jumat, 03 November 2017

Think and be Creative Parents, Day #2 Games Level 9

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini jadwalnya belanja ide mulai dari searching tentang konsep yang mau di usung untuk kamar Aa dan Ade. Setelah berdiskusi ke sana kemari akhirnya diputuskan untuk bertemakan antariksa. Hal ini berkaitan dengan cita-cita keduanya yang ingin disampaikan nadi astronot. Aamiin
Akhirnya hari ini di eksekusi dengan membeli cat dinding sesuai kebutuhan warna yang ingin dicapai sesuai tema.


#tantangan10hari
#level9
# Day 2
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Kamis, 02 November 2017

Think and be Creative Parents day 1# Game level 9

Bismillahhirrahmanirrahim


Huooooow. . .setelah liburan semesteran. Gaya ya sekolah di IIP  (Baca Institut Ibu Profesional. red) ada liburan nya juga dooong walaupun ga berasa liburan sih karena banyak agenda dan tugas menumpuk juga (inget jangan cuma teori yang penting aplikasi, penerapannya . .hehehe sedang menyadarkan diri sendiri nih).
Tantangan kali ini bener-bener menantang gimana nggak?  Émang yang kemarin-kemarin ga menantang gitu? Menantang sih tapiiii lebih menantang banget yang sekarang ini, soalnya tantangannya juga menyelesaikan tantangan yang dihadapi sehari-hari sama ibu-ibu yang jelas jadwal 'kerja' nya seharian semalaman lagi (hehehe edisi lagi rada lebay)...
Hmm tantangan kali ini ga dijabarin tentang apa dan bagaimana. Iya serius cuma se simple itu. . .dikasih arahan "selesaikan tantangan keseharian dengan cara yang kreatif " hebat ga tuh?
Kreativ sendiri menurut KBBI adalah sebagai berikut :
kre·a·ti·vi·tas /kréativitas/ n 1 kemampuan untuk mencipta; daya cipta; 2 perihal berkreasi; kekreatifan.
Pada dasarnya ibu-ibu pasti sudah lebih jago deh masalah kreatifitas mah gimana nggak? di dapur aja sudah mesti kreatif bikin menu segambreng dari menu pembuka, menu utama sampaaaaai menu penutup ya nggak? Apalagi urusan kreatif dengan tantangan yang dihadapinya sehari -hari yaitu anak dan keluarga. Tentu anak tidak bisa di handle se simple menu dan resep makanan yang kemungkinan besar kalau gagal bisa di ulang. ..hmmm émang nge baking? ? ?
Kreatif dalam hal menghandle urusan anak mah perlu banget ilmu nya. . .sooo baca tuntas yaa supaya dapat gambaran. . .apa aja sih yang dihadapi para emak-emak jaman sekarang tantangan yang gimana? Check this out..
Seperti pada umumnya ( termasuk saya), biasanya orang akan agak-agak alergi dengan kata-kata masa ga kreatif? Kan setiap orang mah beda tingkat kreativitas nya. . .iya sih memang tapii tidak mustahil untuk dilatih kaaan? Soalnya nih setiap anak terlahir dengan tingkat keingintahuan yang sangaaaat tinggi alias sangat kreatif ya iya lah anak-anak kan punya sudut pandang yang lebih natural dibandingkan orang dewasa yang sudah "terkonsep" tentang suatu hal dari lingkungan nya. Nah berarti kalau ada anak yang kurang kreatif dan imaginatif yang salah siapa? (Hayooo jawab sendiri )hehehe
Ini nih jawaban beberapa ibu-ibu yang waktu ditanya apa sih kendali untuk jadi orang tua kreatif?
Penghambat kreativitas ibu

1. Malas
2. Kurang sabar
3. Suka yang praktis
4. Gak pede, takut salah
5. terbawa pola pikir yg sudah mendarah daging
6.Khawatir terlihat aneh Dan tidak Umum
7.Tidak berani eksekusi
8. Ingin cepet ada hasilnya
9.Terlalu fokus sm rutinitas
10. terlalu perfectionis, hasil akhir harus bagus, akhirnya takut membuat sesuatu, berakhir idak membuat apa-apa..

dan seabreg jawaban lainnya.....

Sebetulnya jawaban nya satu ibu-ibu-ibu bersuga berpikir dengan cara yang berbeda dari pada pemikiran orang pada umumnya iya *think out of the box* dan saya mulai belajar untuk menyelesaikan tantangan keseharian ini dengan memulai project dengan anak-anak yaitu mengecat dan menata kamar utama dengan mengusung semangat *kamar terbaik ku * hal ini tercetus ketika Aa Ghazy mengutarakan niat untuk mempunyai kamar yang di dalamnya bisa menjadi tempat Aa dan Ade memajang mainan hotwheels nya tapi sekarang Aa lebih semangat untuk membuat kamarnya jadi kamar terbaik. Hal ini tentu mendorong ummi untuk jadi kreatif juga merencanakan dan merenungkan apa yang bisa kita lakukan dengan kamar Aa tentunya dengan prinsip emak-emak yang sejalan dengan konsep ekonomi  (prinsip iritologi ..hehehe) dimana dengan modal seminimum mungkin dapat hasil yang maksimal. Bismillah

💡BE CREATIVE💡

#tantangan10hari kelas Bundsay Koordinator
#level9
#Day 1
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative


Selamat menjadi IBU yg KREATIF karena ANAK KITA sudah terlahir KREATIF