Minggu, 05 November 2017

pengalaman belajar Kreativitas di kelas IIP


بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Pengalaman kami sebagai Orang Tua, Belajar Kreativitas di IIP

by: Fiena dan Dadan I.


Tulisan ini mungkin bukan tulisan terbaik, tapi ini adalah aliran rasa yang mampu mengejawantahkan perasaan campur aduknya kami sebagai orang tua yang ingin bisa mampu hadir secara utuh dalam membersamai anak-anak. Keinginan dari orangtua yang berharap anandanya memiliki ruang Kreativitas secara utuh dari kami orang tuanya.
Pada dasarnya setiap ananda adalah individu yang unik dengan segala pola dan tingkah lakunya, bahkan mereka adalah individu yang paling kreativ dengan segala rasa ingin tahunya.
Perjalanan saya menempa diri di IIP untuk menjadi ibu yang lebih tersadarkan dengan begitu besarnya potensi ananda dimulai justru ketika kegundahan itu muncul,  dapatkah kami menjadi seorang fasilitator yang mampu membersamai ananda dalam setiap rasa ingin tahunya?
Belajar di IIP awalnya saya pikir hanya akan mendapat informasi apa dan bagaimana menjadi seorang ibu yang seutuhnya, namun pada akhirnya saya dan suami menyadari bahwa IIP hanyalah wadah untuk menimba tools nya alatnya tetapi tempat untuk aktualisasinya JUSTRU terletak pada diri kita sendiri, dalam lingkungan masyarakat terkecil yaitu rumah. Sejenak kami sama-sama berpikir, mampukah kita?
Dalam setiap perubahan tentu akan ada keganjalan yang dirasa pada awalnya, pun demikian dengan kami berproses itu bukanlah hal yang terbayang awalnya, bingung memulai dari mana karena kesiapan secara fisik saja tidak cukup. Akhirnya saya dan suami bersepakat harus memiliki ruang dalam kegiatan keseharian kami agar bisa *terbuka* akan tujuan pendidikan anak ini akan jadi seperti apa.
Suami pun mendelegasikan setiap perintilan atau detail nya diserahkan pada saya, dan main ideanya datang dari suami yang walaupun ujung-ujungnya tetap meminta pendapat dari saya selaku ibu.
Awal pernikahan, saya dan suami harus bekerja keras untuk bisa membangun komunikasi. Tantangannya bukan hanya di membangun komunikasi tetapi kami harus menjadi seseorang yang kreatif mencari pola komunikasi kami, hal ini bukan saja dikarenakan jarak yang cukup jauh (Long distance marriage ) namun juga karena karakter dari masing-masing kami yang bertolak belakang. Mengapa tidak? Suami adalah seorang dengan type pendiam, dan saya sebaliknya.
 Saya pada akhirnya akan sering menjadi orang yang berinisiatif berbagi ilmu yang didapat di IIP untuk kembali di share pada suami, pun demikian dengan tema kali ini kréativitas.  Begitu mendapat materi saya share pada suami awalnya hanya untuk mengetahui respon tetapi Alhamdulillah saya justru mendapat ruang untuk berdiskusi dengan suami mengenai hal itu, *AHA* bukankah ini menjadi sebuah peluang bagi saya untuk terus belajar kreatif dalam membangun pola baik komunikasi dan dari segi pemahaman materi?
Sejati nya menjadi kreatif itu adalah bagaimana kita merasakan bahwa proses yang kita sebut belajar ini menjadi sangaat menyenangkan dan justru tidak terasa belajarnya. Naah pola inilah yang kiranya sedang coba diterapkan di keluarga Abdullah. Setiap anggota keluarga berhak untuk menyampaikan ide nya dan berhak untuk di tanggapi serta di perhatikan  setiap ide nya.
Ketika mendapatkan materi ini dalam grup senang rasanya ketika setiap jawaban kita di beri respon oleh teman satu kelas, lega rasanya ketika jawaban dan hasil analisis kita di perhatikan. Prosés menjadi kreatif dan berkembang inilah kiranya yang menjadikan kami orang tua, harus lebih berusaha memunculkan Kreativitas dan membangun suasana untuk bisa lebih menghargai setiap keunikan dari masing-masing anggota keluarga. Termasuk kami keluarga Abdullah.

Begitulah keluarga Abdullah yang terus tumbuh dan berkembang bersama Institut Ibu Profesional, memunculkan ide-ide dan kreativitas yang di inisiasi dari lingkungan kecil rumah kami yang kelak menjadi saksi *perjuangan* kami orang tuanya untuk selalu bisa memfasilitasi anak-anak kami tercinta Ghazy dan  Ghifary. . .penerus dan tabungan ikhtiar kami .

Sumber Bacaan dan Inspirasi:
1. Perkuliaah kelas Bunda Sayang
2. Diskusi Materi Kreativitas kelas Bunda sayang.
3. Learning by doing keluarga Abdullah


#kelas bunda sayang
#InstitutIbuProfesional
#ThinkCreative

Tidak ada komentar:

Posting Komentar