Jumat, 23 Desember 2016

Bersama dalam komunitas Membangun Peradaban dari dalam rumah



 _MATERI MATRIKULASI IBU PROFESIONAL BATCH #2  SESI #10_

*MEMBANGUN KOMUNITAS, MEMBANGUN PERADABAN*

_It takes a Village to raise a CHILD_

_Perlu orang sekampung untuk membesarkan anak_
 demikian pepatah dari bangsa Afrika.


Dulu, pendidikan dimaknai, dipahami dan dijalankan oleh para keluarga dan komunitas secara berjamaah. Pendidikan adalah sebuah keniscayaan untuk membentuk komunitas yang lebih baik, demikian juga sebaliknya, komunitas memerlukan pendidikan untuk mengangkat derajat posisi peran personal dan komunal yang lebih baik di muka bumi ini serta memuliakan kearifan dan akhlak yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.


Pendidikan bukan lahir karena adanya komunitas atau masyarakat, justru pendidikanlah yang melahirkan komunitas dan peradaban.


Pendidikan adalah tanggung jawab keluarga dan komunitas, karena keluarga dan komunitaslah yang paling paham peran yang paling bermanfaat untuk dirinya, yang paling tahu sisi kekuatan dan kelemahan dirinya.


Maka sudah saatnya kita mengembalikan keluarga dan komunitas yang kita bangun sebagai sentra pendidikan peradaban. Karena sesungguhnya peradaban adalah milik keluarga dan komunitas, karena di dalamnya akan muncul karya peradaban dan generasi peradaban yaitu anak-anak kita.


*TAHAPAN MEMBANGUN PERADABAN DALAM KOMUNITAS*

Membangun peradaban di komunitas bisa dijalankan seiring dengan membangun peradaban pada diri kita sendiri dan membangun peradaban di keluarga. Mari kita lihat bersama:

a. Setiap manusia memiliki *MISI INDIVIDUAL*

Setiap manusia dilahirkan dengan karakteristik yang unik, maka tugas dan peran yang akan dijalaninya di muka bumi ini juga pasti unik.

b. Setiap keluarga memiliki *MISI KELUARGA*

Misi keluarga bisa jadi misi bersama yang menjadi kekhasan setiap keluarga. Misi keluarga ini bisa jadi kombinasi dari sifat keunikan ayah, ibu dan anak. Atau bisa juga karena ada dominasi sifat yang mewarnai kekhasan keluarga. Di titik ini kita paham, apa rahasia besar Allah mempertemukan kita  ( suami dan anak-anak) dalam satu keluarga.


c. Setiap komunitas memiliki *MISI PERADABAN*

_Burung yang berbulu sama pasti akan saling bertemu_

 Inilah mungkin yang menyebabkan kita bisa berkumpul di komunitas Ibu Profesional, belum pernah saling ketemu muka, tapi rasanya sudah satu chemistry, karena sebenarnya kita sedang membawa misi peradaban yang sama. Yaitu membangun Rahmat bagi semesta alam lewat dunia pendidikan anak dan keluarga.

*VALUES KOMUNITAS*

Values komunitas adalah *BERBAGI dan MELAYANI_*
bukan MENUNTUT,

 maka :
a. Mulailah dari diri kita,
b. Berbagi apa yang kita miliki
c. Satu alasan kuat karena anda ingin melayani komunitas, bukan untuk mencari popularitas, atau bahkan untuk memenuhi kepentingan diri sendiri.

*TAAT ASAS*

Kemudian tahap berikutnya adalah pahami, komunitas Ibu Profesional ini hadir dan berkembang di Indonesia. Dimana asas kebangsaan yang dianut di Indonesia adalah asas BHINNEKA TUNGGAL IKA. Sebagai warga negara yang baik kita perlu TAAT ASAS. Maka pahamilah bahwa kita ini adalah *BERAGAM*

Perbedaan itu akan menjadi rahmat, maka berjalanlah secara

_HARMONI dalam KEBERAGAMAN_

*GERAK dan KEBERMANFAATAN*

Jangan khawatr dengan jumlah, karena banyak dan sedikit itu tidak penting, yang penting adalah *_GERAK ANDA_*dan *_ASAS KEBERMANFAATAN_* kita bagi sesama.
Pakailah prinsip sebagai berikut :

_Andaikata ada 1000 ibu yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga maka salah satunya adalah_ *SAYA*

_Andaikata ada 100 ibu yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga maka salah satunya_ *pasti SAYA*


_Andaikata hanya ada 1 ibu saja yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga_  maka *ITULAH SAYA*


Rumah adalah miniatur peradaban, bila potensi fitrah-fitrah baik bisa ditumbuhsuburkan, dimuliakan dari dalam rumah-rumah kita, maka secara kolektif akan menjadi baik dan mulialah peradaban.

Selamat membangun komunitas, membangun peradaban,


Selamat bergabung di komunitas Ibu Profesional.


dan bersiaplah menjadi Ibu Kebanggaan Keluarga

Salam,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

_Sumber Bacaan_ :

_Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Radja Grafindo, 2000_

_Harry Santoso dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2015_

_Ibu Profesional, Membangun Komunitas, Materi Perkuliahan IIP, 2015_ Link Video IIP, Membangun Komunitas, Membangun Peradaban

https://www.youtube.com/watch?v=mSz18xTNtGA&t=111s


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


_Nice Homework #10_
_Program Matrikulasi IIP batch #2_

*MEMBANGUN KOMUNITAS, MEMBANGUN PERADABAN*

Apa kabar bunda semuanya? Semoga masih semangat belajar di sela-sela aktivitas liburan bersama anak-anak.

Kali ini kita akan melihat diri kita sebagai seorang yg sudah menjalankan peran di komunitas.

Lihat posisi anda saat ini, kemudian amati peran peradaban apa yg sedang dititipkan Allah di pundak teman-teman semuanya.

Maka buatlah essay pendek, dengan judul posisi anda saat ini.

Contoh :
KOORDINATOR KOTA

a. Bagaimana kondisi masyarakat/member yg saya pimpin saat ini?
b.Tantangan-tantangan apa saja yang saya hadapi?
c.Apakah bakat yg sudah Allah berikan untuk saya, shg mendapatkan amanah ini?
d. Bagaimana saya menggunakan bakat tersebut untuk kebermanfaatan komunitas?
e. Tahun depan, perubahan apa saja yang akan saya lakukan untuk komunitas/Rumah Belajar/ di kota kami?

Pertanyaan-pertanyaan itu hanya contoh, bisa anda modifikasi sendiri sesuai aliran hati yang teman-teman rasakan.

"Allah tidak akan membebani kaumnya, melebihi kemampuannya"

Salam Ibu Profesional,

/Septi Peni/

🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼

Bismillahirahmanirrahim......
Untuk membuat essay mengenai komunitas saat ini, sepertinya karena saya pun masih menjadi anggota yang bisa dibilang cukup junior saya masih merasa-raba mengenai situasi dan kondisi komunitas saat ini.
Amanah saya saat ini adalah untuk menjadi admin Group WA IIP Bandung Utara I dan Bandung Utara II.
Flash back sedikit mengenai perjalanan terbentuknya Group BanUT (bandung Utara) adalah merupakan pemekaran dari Group sebelumnya, dulu ketika saya mulai bergabung dalam komunitas ini saya tergabung dalam kelompok kecil yang maksimal terdiri dari 100orang saja, namun setelah dilakukan pemekaran Group ini menjadi gendut dalam segi jumlah dikarenakan pembagian ini berdasarkan pada wilayah yang dibatasi oleh rel kereta api dan penentuan posisi di atas atau di bawah rel.
Saat ini jumlah anggota d Group komunitas IIP Bandung Utara berkisar 200an ke atas. Suka duka sebelum pemekaran adalah kedekatan antar anggota sangat terasa, dikarenakan kita bisa Sharing dan mengenal dalam skala kecil dan lebih dekat. Namun dalam jumlah yang banyak saat ini agak sulit dilakukan terkecuali sebelumnya antar anggota pernah bertemu atau dipertemukan dalam suatu event.
Berbicara mengenai kondisi masyarakat Member saat ini menurut saya, seperti biasanya dalam suatu komunitas pasti ada yang menjadi Member tergolong sangat aktif, agak aktif, sedang dan hanya silent reader. Demikian hal nya juga dalam komunitas ini, setiap orang mengambil perannya masing-masing. 😊
Berdasarkan hal tersebut saya mengadakan survei kecil-kecilan dalam Group yang ingin menggali sebetulnya bagaimana kah 'perasaan'' masyarakat Member saat ini dengan mengajukan beberapa poin pertanyaan sebagai berikut :
1. Menurut teteh2, apa sih makna bergabung di IIP saat ini?
2. Sesuaikah kegiatan dan kebermaknaan Group IIP ini dengan kebutuhan teteh2 n bunda sekalian?
3. Harapan apa kah kedepannya untuk Group IIP kita ini
daaan hasilnya dari ratusan Member hanya ada 3 Orang yang merespon.. Heemmh ada apakah gerangan???
Berikut hasil korespondensi yang saya dapatkan..
a. Nia kurniawati

1. Menurut teteh2 n bunda2 , apa sih makna bergabung di IIP saat ini?

✅IIP adalah sebuah komunitas yang gue banget😁. Saya adalah pembelajar dan IIp penuh dengan para bunda yang semangat belajar. So, I'm in the right placeπŸ‘πŸ»

2. Sesuaikah kegiatan dan kebermaknaan Group IIP ini dengan kebutuhan teteh2 n bunda sekalian?
✅ sesuai banget yaa, andaikan IIP ada ketika dulu sebelum punya anak mungkin akan mengurangi beban stress karena kefakiran ilmu saya dulu yaa.
Ilmu yang dipelajari di IIP sangat dibutuhkan para ibu dan calon ibu.

3. Harapan apa kah kedepannya untuk Group IIP kita ini?
✅IIP akan menjadi wadah bagi membernya untuk belajar, berbagi, bersinergi dan bersilaturahim.😁

b. #ralat

Rizki Amelia pertiwi- iip banut 2

1. Menurut teteh2 n bunda2 , apa sih makna bergabung di IIP saat ini?

bagi saya, iip merupakan tempat saya belajar untuk terus "memperbaiki diri". Sosok bu septi yg inspiratif,  Ilmu2 yang terus mengalir serta kawan2 seperjuangan yg selalu menginspirasi seolah menjadi "bahan bakar" semangat saya. Iip membantu saya memaknai peran saya sebagai istri dan ibu. Iip juga membantu saya menemukan misi spesifik hidup saya. Dan hingga saat ini saya masih berproses untuk membaca kehendakNya menghadirkan saya di muka bumi ini.

2. Sesuaikah kegiatan dan kebermaknaan Group IIP ini dengan kebutuhan teteh2 n bunda sekalian?

Sangat sesuai. Jujur, beberapa tahun yg lalu.. sebelum bertemu dengan iip saya selalu mencari dan mencari komunitas yg bisa menguatkan dan menginspirasi saya untuk bisa istiqamah menjalani peran saya. Karena ilmu menjadi ibu tidak kita dapatkan di sekolah. ilmu ini hanya ala kadarnya saja dan saya merasa ada yg salah dengan hal ini. Karena saya ingin anak2 saya bisa menjadi generasi yg lbh baik.. dan untuk mewujudkan itu semua .. saya harus terus belajar memperbaiki diri.

3. Harapan apa kah kedepannya untuk Group IIP kita ini?

Harapannya.. lbh banyak lagi para ibu yg mengenal dan belajar di iip. iip menjadi komunitas yg menginspirasi lebih banyak ibu2 hingga pelosok indonesia. Karena pendidikan generasi kita ada di tangan seorang ibu.

c. Vica Asrianti

1. Menurut teteh2 n bunda2 , apa sih makna bergabung di IIP saat ini? Banyak banget sih membuka wawasan baru. Soalnya baru banget nikah jadi disini bisa belajar banyak hal. Selain itu juga bisa termotivasi dengan baca mm.
2. Sesuaikah kegiatan dan kebermaknaan Group IIP ini dengan kebutuhan teteh2 n bunda sekalian? Alhamdulillah sejauh ini udah sesuai kebutuhan. Tapi mungkin karna waktu kemarin awal awal sibuk kuliah jadi saya nggak bisa join full di grup.
3. Harapan apa kah kedepannya untuk Group IIP kita ini? Semoga semakin lebih baik sih. Dan semoga kapan kapan ada kelas kelas wa yg mendatangkan pembicara (udah ada belum ya)  tapi sejujurnya udah cukup sih kalau menurut saya mah. Nuhun teh

Berdada dari hasil korespondensi itu, ternyata setelah ditelaah mungkin karena vakum nya Group dari beberapa kegiatan rutin menyebabkan kebanyakan anggota menjadi silent reader.
Tantangan mengawal group ini sendiri adalah karena Member yang cukup banyak menjadikannya kita harus bisa menangkap kebutuhan para Member secara umum terkait dengan materi yang akan di diskusikan, kemudian kedekatan antar Member yang sejatinya perlu dibentuk agar bisa aktif dalam Group.
Menurut saya bakat yang sudah Allah SWT berikan kepada saya lagi-lagi karena saya senang berbicara yang dalam hal ini dituangkan dalam bentuk tulisan, memacu saya untuk terus bisa mengajak dan mengungkapkan kebutuhan dari Member masyarakat komunitas untuk terus mengungkapkan dan meningkatkan kebermanfaatan masing-masing individu dalam Group dengan cara Sharing dan Diskusi.
Untuk kedepannya, berdasarkan kebutuhan masyarakat Member semoga Group ini bisa kembali menjalankan agenda kegiatan sesuai tema dan kebutuhan Member dalam hal membangun peradaban dari dalam rumah masing-masing. Aamiin
😘😘😘😘😘😘😘😘😘

#Gerakan membangun peradaban dari dalam rumah
#Bergerak bersama dalam komunitas
#IIP Bandung Utara I dan II


Tidak ada komentar:

Posting Komentar