Sabtu, 23 Juli 2016

NHW #7 Matrikulasi IIP Batch #1

Bismillahirahmanirrahim...
PROGRAM MATRIKULASI BATCH #1 NICE HOMEWORK#7
[NHW#7] MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS
Setelah belajar mengenai bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga, maka untuk Nice Home Work #7 kali ini kita diharapkan bisa lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#6)
b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
Ingin menjadi Public Speaker tentang dunia pendidikan anak
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
Menggali dan menginspirasi orang lain untuk melakukan pendidikan yang have fun dan creative
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
Ingin memiliki sekolah alam yang terintegrasi dengan pendidikan agama(semi pesantren)
c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
- Menjadi pembelajar yang selalu mempraktekkan dan mengamalkan apa yang dipelajari.,
- Menjadi orang yang bermanfaat dan bisa mengamalkan ilmu di bidang pendidikan khususnya di keluarga umumnya pada masyarakat sekitar.
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)
- Mendapatkan pelatihan pendidikan umum maupun khusus ttg bagaimana mendirikan sekolah yang homy namun ttp terstruktur kurikulum dan tujuan pendidikannya sehingga bisa diterima oleh sistem pendidikan di negara Indonesia dan juga bisa mengangkat kearifan lokal.
- Secara pribadi : Bisa berangkat Haji bersama suami dalam rangka memperkuat ruhiah dan mendapatkan ghirah Spiritual untuk terus berjuang mendirikan sekolah.
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
- Memperoleh lisensi dan syarat-syarat yang diperlukan serta memperoleh informasi selengkapnya untuk bisa mendirikan sebuah sekolah.

# IIP Bandung
# Martikulasi Batch #1
#Be a having fun parents
# Mendidik sesuai fitrahnya
#ODOPfor99days
# day 78

Senin, 11 Juli 2016

Kebakaran @ Gedung Graha Antariksa 11 Juli 2016 Pukul 20.33

Inalillahi wa inna illaihi radjiun...
Pukul 20.33 terjadi kebakaran di gedung graha antariksa, depan rel halteu Bandung.
Kebakaran di sinyalir terjadi di dalam gardu listrik.. Kebakaran ini terjadi kurang lebih selama 1 jam. Alhamdulillah Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung mengirimkan armada nya dengan sigap, sehingga api bisa segera dipadamkan. Belum diketahui kerugian ataupun korban jiwa yang ditimbulkan akibat kebakaran ini.

Selasa, 05 Juli 2016

Financial Spiritual Learning batch #2 with Bumis

Bismillahirahmanirrahim

Oleh-oleh acara Financial spiritual learning
@Bumi inspirasi Learning
28 Juni 2016
With Isti khairani


"Siapakah Kita? " inspirator keuangan....
Jargon itulah yang menjadi pembuka acara kali ini, gimana ga bikin panas semangaat coba? Dari judulnya aja udah bikin penasaran 😍 love this workshop.

Manusia kadang lupa untuk berterima kasih kepada Allah SWT atas apa yang telah diperolehnya, padahal nikmat Allah yang sudah diperolehnya begitu banyaak... Seperti tercantum dalam surat Alfatihah (Pembuka) diawali dengan "Alhamdulillahirrobilalamin" diawali dengan mengucap syukur.
Dengan mengucapkan rasa syukur, kata-kata positif seperti tercantum dalam 'miracle of water' air pun akan mempunyai bentuk dasar yang indah, dan seperti manusia yang 80% tubuhnya terdiri dari air... Ucapan syukur kita memberikan energi positif pada diri kita sendiri. Sehingga dengan syukur akan membuat kita selalu berpikiran positif dan menghasilkan energi yang baik, dan bayangkan jika diri kita saja sudah memiliki energi positif bagaimana dengan lingkungan sekitar kita?
Dengan syukur kita mampu menerima segala yang kita peroleh sekarang, saat ini.
Bahagia... Agaknya kata itu sangat dekat dengan keseharian kita, apa definisi dari bahagia? Bahagia bukan perkara memiliki rumah atau harta tetapi memberikan banyak manfaat pada orang lain itulah bahagia, Kebahagiaan kita akan terus bertambah manakala kita mampu berbuat sesuatu untuk orang lain.
Bahagia bukan melulu tentang 'mampu berlibur ke luar negeri, mempunyai harta berlimpah. Namun sejatinya tentang keseimbangan berbahagia di dunia dan akhirat, hingga perlu kita menentukan tujuan hidup kita apa, untuk apa pun demikian dengan tujuan finansial kita harus bisa kita tentukan, rencanakan untuk kita mampu berbahagia bersama keluarga memberi manfaat kepada orang lain dan mampu seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat, Jika ada yang sudah mampu demikian... Maka berbahagialah kita.
Menentukan makna hidup... Hal inilah yang mampu membantu kita merencanakan dan mampu membuat rentetan tujuan keuangan kita atau bisa disebut finansial Planning. Mengapa kita perlu membuat perencanaan? Karena kita tidak tahu sampai berapa umur kita? Sejatinya kita harus mampu memanfaatkan 'waktu'' yang Alloh SWT berikan kepada kita karena sesuai dengan hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad:

عَنْ أبِى هُرَيْرَة (ر) أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ: إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ:

(صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ (رواه ابو داود)

“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).
Berdasarkan hadits tersebut maka sangatlah penting kita menentukan makna hidup, seimbang dalam segala hal termasuk merencanakan keuangan karena tujuan hidup kita adalah khusnul Khotimah yang berarti untuk itu kita perlu modal disamping usaha untuk mampu mewujudkan kehidupan yang berkah. Kita selaku umat muslim harus mampu mengelola harta kita agar selalu bisa 'dibelanjakan'' hanya di jalan Alloh SWT.
Karena harta adalah titipan, maka kita harus mengelolanya dengan baik...
Bukan tentang banyaknya, tetapi berkah. Keberkahan adalah tujuan utama dalam merencanakan keuangan dimana kita perlu menekankan tentang wisdom, kearifan dalam mengelola amanah harta yang Alloh SWT titipkan kepada kita.

Adapun langkah-langkah perencanaan keuangan keluarga kita, untuk urusan dunia dan akhirat bisa seimbang :
1. Tentukan tujuan keuangan dengan cara menyusun impian kita adalah cara agar kita lebih mudah mengatur keuangan.
2. Kumpulkan data-data dengan cara mencatat pengeluaran (minimal dilakukan selama 90 hari supaya terlihat pola pengeluaran nya yang utama dan yang sekunder). Kemudian membuat neraca keuangan dan laporan arus kas (cashflow). Dimana relevan data inilah yang kita perlukan untuk melakukan pengecekan kesehatan keuangan kita (Financial Checkup) keluarga kita.
3. Hitung Implementasi dan evaluasi rencana keuangan.
Itulah langkah yang bisa kita lakukan untuk melakukan pengecekan dan mengetahui sudah sehatkah perencanaan keuangan keluarga kita selama ini?
Untuk memudahkan perencanaan impian kita berdasarkan informasi dari narasumber isti khairan, pembagian impian ini bisa dibagi menjadi :
1. Impian pribadi
2. Impian keluarga
3. Impian Masyarakat, dan
4. Impian ibadah.
Misal kita memiliki impian pribadi untuk memiliki rumah di tengah kota dengan ukuran 300m2, dan kisaran harga 500juta, kemudian kita rencanakan pada tahun berapa kita harus memiliki rumah tersebut, semisal tahun 2022 maka dalam jangka waktu sekian tahun untuk memiliki rumah dengan harga 500juta maka setiap bulan kita harus mengumpulkan /menabung sebesar 2jt.
Hal inilah yang akan membantu kita FOKUS untuk mencapai impian tersebut.
Layaknya impian ibadah semisal kita ingin berangkat haji pada tahun 2020,maka mulai saat ini kita harus menabung sebesar 2,5jt sebulan. Kejelasan nominal inilah yang dapat memacu kita untuk bisa mewujudkan impian-impian kita karena jelas waktunya, jelas nilainya dan yang terpenting jelas tujuannya.
Menulis impian ini sangat penting dan terlihat manfaatnya ketika kita mulai futur dan mulai tidak bersemangat, coretan-coretan impian ini akan menjadi mood Booster (penyemangat) untuk kita kembali pada rel yang sudah kita tetapkan tujuan awalnya. Karena apabila hanya sekedar berangan akan menjadi impian yang tidak jelas dari jalan mana kita akan mewujudkan impian tersebut.
Tetapkan impian, susun action, tentukan ukuran dan lakukan evaluasi. Jangan takut Sharing dengan impian kita karena siapa tahu justru impian kita bisa terwujud dengan kita mensinergikan impian kita dengan orang lain. Barangkali di luaran sana ada orang yang memiliki mimpi yang sama dengan kita dan impian kita bisa lebih cepat terwujud dengan cara berjamaah walohu'alam bish shawab... Hal itu mungkin saja terjadi apabila kita terus berikhtiar.
Mulai dr sekarang, insyaAlloh ikhtiar kita akan bisa mewujudkan impian-impian kita sehingga bisa menjadikan kita bahagia secara finansial... Aamin...
Wallohu'alam bish shawab
Siapa kita?.. Inspirator Keuangan




#ODOPfor99days
#day 77
# Happy Financial






Minggu, 05 Juni 2016

Matrikulasi batch #1, Nice Homework 3.2

Bismillahirahmanirrahim... Nice Homework 3.2 setelah mendapatkan nice homework buat diri sendiri, saatnya bikin Nice kurikulum untuk ananda tercinta...
Alhamdulillah saat ini saya dan suami diamanati anak-anak yang luar biasa... Dengan segala kelebihan nya...
Ananda kami yang pertama adalah
 a. Ghazy Abdullah Alfaruqi (5y9m)
Ghazy ini adalah anak yang aktif dan super kreatif, dengan memanfaatkan 'pengaruhnya' sebagai anak sulung ghazy bisa mengarahkan adiknya agar ikut serta dalam setiap aktivitas nya.
Kekuatan ghazy ada dalam hal 'memimpin' dimana apabila setiap idea atau yang akan dikerjakannya mendapat persetujuan yang lain biasanya adiknya dia akan penuh semangat dalam mengerjakannya.
Kemampuan verbal nya relatif lebih tinggi daripada anak-anak yang lain, mungkin karena didukung oleh kemampuan memimpinnya menjadikan ghazy lebih banyak berbicara dan senang bersosialisasi dengan anak seusia nya.
Adapun kemampuan pemahaman nya akan sesuatu berjalan sesuai dengan usianya.
Hal yang paling membuat ghazy berbinar-binar adalah ketika dia bermain dengan hal-hal yang sifatnya membangun atau membuat sesuatu, ghazy lebih senang create sesuatu hal yang baru bahkan ghazy bisa menciptakan hal baru dari beberapa mainannya.
Kesenangannya akan aktivitas di luar ruangan membuatnya selalu aktif dan kreatif mencari dan membuat kegiatan yang menjadikannya mengeksplorasi sesuatu hal yang baru.
b. Ghifary Abdullah Dzakir (3y9m)
Dzakir, begitu kami memanggil ananda kami yang ke dua... Dzakir ini tak kalah lincah dengan kakanya, bahkan mungkin bisa dikatakan dzakir adalah peniru ulung kakanya ghazy. Setiap gerak geriknya hampir bisa dipastikan menjadi peniru yang baik. Namun dibalik semua itu dzakir adalah anak yang relatif lebih perasa dari kakanya ghazy. Mungkin karena posisinya yang menjadi anak bungsu untuk saat ini menjadikan dzakir anak yang lebih memperhatikan lingkungan sekitar. Hal ini sering ditunjukkan nya dengan memberi perhatian lebih pada anggota keluarga yang sedang sakit. Sehingga semakin hari kepekaannya terhadap situasi dan kondisi rumah semakin terasah.
Kegiatan yang membuat dzakir berbinar-binar saat mewarnai, kesukaannya untuk mencampur warna membuatnya betah ber jam-jam mewarnai dengan aku penuh sukacita.
Kelemahan dzakir adalah pada sifatnya yang mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar karena kepekaannya yang cukup tinggi.
c. Untuk kedua ananda kami, saya dan suami menerapkan kurikulum tentang apa dan seperti apa yang harus diarahkan adalah:
1. Mendengarkan qur'an sejak lahir.
2. Mengenalkan IQRA bacaan qur'an sejak usia 2thn.
3. Mengenalkan huruf latin sejak usia 2thn
4. Belajar menghafal surat2 qur'an juz'amma sejak usia 3thn
5. Mulai belajar IQRA dan bacaan latin dan berhitung sejak usia 4thn
6. Mulai mengajarkan sejarah nabi muhammad dan para nabi sejak usia 5thn
7. Mengenalkan mesjid dan shalat sejak usia 3thn.
8. Menyuruh shalat sejak usia 7thn
9. Mengajarkan bacaan shalat sejak usia 5thn
10. Belajar berenang sejak usia 2thn
11. Mengajarkan berdagang sejak usia 5thn
12. Belajar menabung mulai dari usia 4 Tahun untuk anak pertama dan usia 2 tahun untuk anak ke dua.

Kurikulum ini akan terus direvisi dan disesuaikan dengan kebutuhan kedua ananda kami.

#ODOPfor99days
#day 76
#nice homework 3.2
# Mendidik dengan jiwa.


Sabtu, 28 Mei 2016

Mendidik dengan kekuatan Fitrah berbasis hati nurani, lakukan, lakukan, lakukan, dan lakukan NHW3_FRA

NICE HOME WORK #3

MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH BERBASIS HATI NURANI

Bismillahirahmanirrahim, setelah berkutat dengan 'merasakan' apa yang akan dan harus dilakukan, lahirlah sebuah kurikulum yang terangkum dalam tugas matrikulasi NHW3, yang saya rasa masih banyak kekurangan disana sini dan tidak menutup kemungkinan akan mengalami revisi sesuai kebutuhan pribadi di masa mendatang, namun bismillah semoga ini bisa menjadi langkah awal menuju lebih baik.. Amiiin

I.  Membuat Kurikulum Belajar yang “Gue Banget”

Bunda, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #3 dari proses belajar kita. Setelah semalam bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah berbasis hati nurani, maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

a. Belajar konsisten untuk mengisi checklist harian, yang sudah anda buat di Nice Homework #1. Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.



b.Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #2, kemudian tetapkan pada diri bunda, Misi Hidup apa yang kita emban di muka bumi ini, bidang apa yang ingin anda kuasai.
Contoh : Misi Hidup : memberikan inspirasi kepada banyak orang
                Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
                Peran : Inspirator


Misi Hidup pribadi saya: Mamberikan manfaat sebesar-besarnya untuk orang sekitar
Bidang : Menulis, Public speaking dalam keseharian
Peran : Inspirator

c. Setelah itu susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
Contoh :  Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka tahapan ilmu yang harus saya kuasai adalah sbb:
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

Materi yang harus saya kuasai dan diperdalam :
1. Pentingnya public speaking : Teori dasar mengenai urgensi public speaking dalam kehidupan keseharian
2. How to be a great writer and speaker: ilmu tentang menulis dan menyampaikannya dengan baik
3. Bagaimana menghadapi audience : Teknik berbicara ketika berhadapan dengan berbagai audience dengan berbagai latar belakang.
4. Menjadi penulis handal: Menuliskan hanya apa yang pernah dilakukan sehingga hasil tulisannya berisi.
5. Bahasa : Penggunaan bahasa yang sesuai dengan porsinya


d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
contoh : Saya dulu menetapkan KM 0 saya pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai  10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang saya di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari saya dedikasikan 8 jam waktu saya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak.  Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone yang saya buat saat itu :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha
Karena saya masih pemula dan sangat minim pengetahuan untuk ilmu ini, saya tetapkan KM 0 dari usia saya sekarang 30 tahun, maka penjabaran menggali dan menjadi profesional Bismillahirahmanirrahim saya tetapkan:

1. KM 0-1(tahun ke 1)Pentingnya public speaking : Teori dasar mengenai urgensi public speaking dalam kehidupan keseharian
2. KM 1-2 (Tahun ke 2) How to be a great writer and speaker: ilmu tentang menulis dan menyampaikannya dengan baik
3. KM 2-3 (Tahun ke 3)Bagaimana menghadapi audience : Teknik berbicara ketika berhadapan dengan berbagai audience dengan berbagai latar belakang.
4. KM 3-4 (Tahun ke 4) Menjadi penulis handal: Menuliskan hanya apa yang pernah dilakukan sehingga hasil tulisannya berisi.
5. KM 4-5 (Tahun ke 5) Bahasa : Penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah dan porsi nya.


e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#1, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.



f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

InsyaAlloh inilah awal sejarah hidup saya.. Bismillahirahmanirrahim

#NHW 3
# Martikulasi IIP Batch #1
#ODOPFOR99DAYS
#day 75

Sabtu, 21 Mei 2016

NHW2 Matrikulasi batch #1

Bismillahirahmanirrahim...
MELIHAT dan MENGENAL potensi diri dan orang sekitar, layaknya inilah yang harus kita ketahui dan mensyukuri fitrah yang diberikan dan diamanatkan Alloh SWT pada kita. Terlebih saya yang saat ini sedang menjalani berbagai peran, seorang anak, kakak, istri dan ibu dari dua orang anak yang MasyaAlloh semakin membuat saya sadar dan harus segera bangun dari 'pingsan'' untuk bisa menjadi manusia yang memberi manfaat pada orang lain, terutama untuk orang-orang di sekeliling.

Nice Home Work Kali ini benar-benar bikin hati meleleh dan semakin membuat sadar untuk bisa lebih melejitkan potensi diri, karena tidak mungkin Alloh SWT menciptakan dan 'menugaskan'' seseorang tanpa maksud tujuan yang jelas.
Contohnya dipilih kan nya pasangan hidup yang dengan segala macam kelebihan dan kekurangan nya Alloh SWT pertemukan dan insyaAlloh Alloh SWT ridhoi untuk bersatu.
Tugas pertama NHW2
a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.
Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Tugas ini agaknya mampu mengulang dan menguatkan kembali seperti apa prosesnya, bagaimana sosoknya dan apa reaksinya...

Berikut penggalan 'surat Cintaku' untuk kakanda yang sampai saat ini pun masih mengemban tugas nun jauh di luar pulau
" Abi, rentetan huruf yang umi tulis mungkin tidak dapat dengan baik menggambarkan perasaan umi.. tapi umi coba tuangkan dengan segenap rasa yang ingin umi sampaikan...
Jalan 7 tahun menikah, segala suka duka dan kisah sudah kita jalani...
Mengingat masa itu,
Saat itu ketika adik abi yang juga adalah teman kuliah umi, mengirim pesan singkat 'fin ada kakak saya yang ingin ta'aruf, boleh kan?' kurang lebih begitu isi sms nya. Dengan santai umi jawab boleh...
Melalui ta'aruf itu, yang prosesnya hanya 10hari tanggal 21-09-09, umi resmi menjadi istri abi...
Alhamdulillah wa syukurillah, antara senang dan sedih. Senang karena saat itulah perjalanan menggenapkan setengah din kita dimulai...
Empat hari setelah menikah, umi ditinggal abi bertugas... Ya., perjalanan pernikahan kita memang tidak seperti kebanyakan orang pada umumnya... Jarak jauh... Kata-kata yang sampai ini melekat dan tidak pernah umi bayangkan sebelumnya...
Dikala kebanyakan orang mampu berkeluh kesah pada tambatan hatinya setiap saat dan hanya menunggu waktu jam pulang kerja, umi harus menunggu rentang waktu yang cukup lama... Tapi hati ini tetap menunggu karena yakin akan skenario-Nya yang indah pada waktunya... Umi bersyukur karena abi dipilihkanNya untuk umi. "

Reaksi dan balasan surat dari abi, bikin hati umi semakin meleleh, mengingat ketidak sempurnaan umi yang saat ini menjalani banyak peran. Tapi lagi-lagi umi bersyukur karena abi yang dipilih Alloh SWT untuk umi. Alhamdulillah pun demikian abi utarakan perasaan yang sama. Ternyata, membuat surat tidak semudah ketika bicara langsung, tapi alhamdulillah dilakukan dengan baik juga.

b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan kekuatan potensi dari mereka, siasati kelemahan masing-masing.
# Ghazy Abdullah Alfaruqi(5y8m), Ananada ghazy memiliki perasaan yang kuat terkait dengan lingkungan sekitarnya terutama orang-orang terdekatnya, ananda mampu menjadi seorang pemimpin yang bisa dipercaya terlebih apabila diamanatkan tugas tertentu yang melibatkan adiknya. Namun, kepekaan perasaannya terkadang memberi efek kurang baik terkait kinerja kepemimpinan nya sehingga perlu disiasati dengan membuat kesepakatan sebelumnya dan konsekuensi atas kondisi apa yang mungkin timbul apabila ananda tidak mampu menjalankan amanah dari umi n abinya.
# Ghifary Abdullah Dzakir (3y8m) Ananda Dzakir, menjadi seseorang yang kuat dari segi negosiasi dan kemampuan berpikirnya karena apabila diberi tugas sederhana akan dilakukannya apabila sudah mengerti betul dan runut. Kecenderungan yang unik dari dzakir adalah meniru apa yang aa nya lakukan sehingga untuk menyiasati ini saya dan abinya sepakat 'apabila kita sukses dengan aa nya maka insyaAlloh sukses dengan adiknya"
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. Kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yang anda miliki.

Potensi yang kuat dalam diri saya adalah membuat Planning dan perfeksionis dalam mengerjakan tugas terkait dengan kewajiban keseharian saya sebagai seorang ibu dan istri, dan saya pun senang 'bicara'' berbanding terbalik dengan abinya pendiam dan terkadang mengambil keputusan pada saat yang tidak diduga tanpa perlu waktu panjang.
Terkadang proses planing dan berpikir panjang itu diperlukan namun untuk pengambilan keputusan yang sifatnya segera terkadang tidak mampu saya lakukan, sehingga kehadiran abinya menjadi saling melengkapi dengan saya.
Saya bisa menjadi partner yang mampu memberikan pertimbangan untuk mengambil keputusan akhir.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? kearifan lokal apa yang anda lihat? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Lingkungan tempat saya tinggal saat ini sebagian besarnya adalah keluarga muda yang keduanya suami istri bekerja dan sangat sedikit yang kondisinya seperti saya dan suami LDR. Tantangan saya saat ini di lingkungan adalah untuk mengembalikan dan memberi pemahaman tentang 'fungsi'' ibu di lingkungan rumah tanpa menceramahi dan mengajak para ibu untuk lebih dekat secara emosional dengan anak-anak.
Kearifan lokal di lingkungan tempat saya tinggal adalah karena dikelilingi dengan perkebunan maka budaya gotong royong dan silaturahim nya sangat baik terutama untuk penduduk aslinya.
Maksud yang saya tangkap dari kehadiran keluarga saya menurut saya adalah lebih kepada ditunjukkan nya bahwa kondisi keluarga yang LDR mampu berjalan dan bertahan dengan tanpa meninggalkan peran ibu dan justru memperkuat peran ibu dari segi kepemimpinan saat suami bertugas. Karena pada saat suami bertugas, tugas dan peran suami dalam masyarakat sementara diganti oleh istri.

e. Setelah menjawab pertanyaan a-d, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya "peran spesifik keluarga" anda di muka bumi ini.

Peran spesifik keluarga saya di muka bumi ini adalah sebagai learner and inspiring, menjadi keluarga pembelajar yang terus belajar dari segala kejadian dan kondisi yang saat ini sedang dijalani
Karena berjalanlah di atas muka bumi ini dan carilah hikmah. Karena keluarga kami masih terus belajar menerima kondisi LDR dan terus membenahi  yang kurang dan harus bisa memberi inspirasi bagi keluarga yang dihadapkan pada kondisi yang sama, tanpa meninggalkan peran masing-masing...
 'yes we can... We belive you can!

#NHW 2, matrikulasi batch1
#ODOPfor99days
#day 75

Sabtu, 14 Mei 2016

Nice Homework Kelas Matrikulasi IIP Batch #1

Bismillahirahmanirrahim...
Jadi mahasiswi kelas matrikulasi IIP Batch #1 step awal belajar dari awal tentang bagaimana menjadi ibu yang profesional?
Menjadi ibu yang profesional adalah dambaan dan harapan bagi semua perempuan yang bertitel Ibu.
IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang : a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik (Septi Peni Wulandani).
Nice Homework untuk kegiatan menyenangkan ini adalah tentang belajar membuat "Indikator" untuk diri kita sendiri. Tentu saja yang namanya indikator diri itu harus :
Spesifik (unik/detil), Terukur (contoh: dalam satu bulan , 4 kali sharinghasil belajar), Bisa diraih, berhubungan dengan kondisi permasalahan sehari-hari dan ada batas waktunya.
Siapakah yang akan menilai ?
a. Diri kita sendiri
b. Anak-anak
c. Suami
Dan Goal nya adalah menjadi 'Ibu kebanggaan Keluarga' amiin.

Karenanya begitu dapat Nice Homework (NHW) Ini buru-buru deh konfirmasi sama suami tentang indikator harapan nya untuk sang istri... dan hasil nya adalaah... jeng... Jeng... Jeng... Amazing...

Alhamdulillah udah dbaca. Indikatornya:
 1. Mencari ridho Allah dr keridhoan suami, ortu, n mertua. 2. Bunda sayang dg mberikan pendi2kan aqidah, akhlak, suri tauladan, batulistung, dasar2 ilmu agama n umum. 3. Bunda sayang dg mjd management keuangan n mberi terobosan n masukan pd suami n anak2 utk kberkahan keuangan. 3. Punya rencana bsama2 dg suami agar bisa tiap hr tinggal satu atap agar bisa bahu mbahu n sama2 bjuang mgapai ridho ilahi, mlahirkan anak2 yg kuat aqidah akhlak ilmu badan jg scr financial, bhagia dunia akhirat n bisa mnularkannya pd saudara2, tetangga2 n sahabat2.. Amin. kita smua pasti insyaAllah bisa..

Wooooooow.. MasyaAlloh ternyata sebegitu detail nya... Ya indikator dari suamiku... Alhamdulillah setelah di obrolin lagi
Ini dia nih indikator yang bisa saya buat untuk waktu dekat ini:
Sebagai Istri :
Dalam empat pekan ini bisa mengatur dan memilih prioritas dalam memanage waktuu untuk urusan rumah tangga dan keuangan.

Sebagai Ibu:
Mempersiapkan jadwal dan kegiatan harian dalam menyambut Ramadhan 1437 H, paling lambat tanggal 2 Juni 2016 (dilakukan bersama dengan suami, terkait dengan jadwal cuti suami)

Sebagai individu :
Merapikan files dan menyelesaikan PR menulis di blog

Sebagai alat ukur untuk mengetahui ketercapaian target yang sudah di rencanakan saya membuat List yang sudah, belum dan akan dilakukan dalam bentuk masih tulisan tangan.

#NHW 1
#ODOPfor99days
#day 74