Latar belakang diangkat masalah tsb, krn masih banyak ortu yang sungkan/merasa tabu mengangkat pembicaraan tsb ke anak.
Sedangkan tantangan saat ini adalah
▶Maraknya kasus pedofil dan beredarnya para predator. Bahkan dari kalangan guru dan tetangga yang notabene dianggap "lingkungan yang aman"
▶Maraknya pornoaksi dikalangan anak usia sekolah, bahkan dilakukan oleh teman sendiri.
▶Bullying yang bersifat kejahatan seksual di kalangan pelajar.
*Menjaga Aurat Dari Dalam Rumah*
Aurat adalah bagian penting dalam menjaga tumbuhnya Fitrah seksualitas anak dengan baik.
Mengacu pada Q.S. An-nur tentang aurat, kami mencoba menerapkan batasan aurat tubuh dan waktu.
๐ง๐ป *Aurat Tubuh*๐ณ๐ป♀
Dewasa ini kita seringkali melihat penyimpangan seksual justru terjadi di dalam lingkup terkecil. Atau keluarga. Ayah memperkosa anak. Atau anak mengintip adegan kamar ayah ibunya,dan banyak penyimpangan lain yang terjadi dari dalam Rumah.
Salah satu penyebabnya adalah karena lalainya pendidikan aurat di dalam Rumah. Karena merasa saudara, merasa tidak ada batasan aurat.
Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allรขh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Qs. an-Nรปr:31)
Dalam hal ini, batasan aurat muslimah yang harus kita pahami terbagi menjadi empat menurut Imam Nawawi di kitab Nihayatuzein, yaitu :
1. Sesama mahram dan dikalangan muslimah boleh melihat tubuh wanita, *kecuali bagian di antara pusar dan lutut* namun juga harus melihat di tempat yang sepi seperti di rumah, kamar mandi, kamar pribadi. Tidak sedang di tempat umum atau bercampur yang bukan mahram dan wanita nonmuslim. Seperti yang dikatakan dari sebuah hadist
Diriwayatkan dari Abu Salamah Radhiyallahu ‘Anhu,
“Aku dan saudara ‘Aisyah datang kepada ‘Aisyah, lalu saudaranya itu bertanya kepadanya tentang mandi yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas ‘Aisyah meminta wadah yang berisi satu sha’ (air), kemudian ia mandi dan mengucurkan air di atas kepalanya. Sementara antara kami dan beliau ada tabir.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 251) dan Muslim (no. 320)]
Al-Qadhi ‘Iyadh Rahimahullah berkata, “Yang nampak dari hadits tersebut adalah bahwa keduanya (yakni Abu Salamah dan saudara ‘Aisyah) melihat apa yang dilakukan oleh ‘Aisyah pada kepala dan bagian atas tubuhnya, dimana itu adalah bagian yang boleh dilihat oleh seorang mahram, dan ‘Aisyah adalah bibinya Abu Salamah karena persusuan, sementara ‘Aisyah meletakkan tabir untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, karena bagian tersebut adalah bagian yang tidak boleh dilihat oleh mahram.” [Lihat Fat-hul Baari (I/465)]
2. Menutupi seluruh badannya ketika bersama wanita nonmuslim
3. Seluruh badannya sampai kuku kaki harus tertutup ketika ada laki-laki yang bukan mahramnya.
4. Menutup seluruh badannya kecuali telapak tangan dan wajah ketika shalat
Jadi, harus dilihat dan diperhatikan yang paling penting situasi dan kondisi dimana dan dengan siapa muslimah itu berada. Jika berada bersama wanita sesama wanita muslim lainnya itu diperbolehkan kecuali bagian di antara pusar dan lutut. Namun jika berada sesama wanita nonmuslim tetap harus menutupi seluruhnya.
_TIPS:_
✅ Batasan aurat tubuh di dalam rumah adalah pusar sampai perut. Baik perempuan ke perempuan,maupun laki2 terhadap laki2.
๐ Di dalam Rumah,gunakan Baju yang menutupi aurat tersebut
๐Gunakan baju di kamar mandi setelah selesai mandi, jika anak belum bisa,berikan handuk yang menutupi auratnya. Ganti baju di dalam kamar tertutup.
๐ถ๐ป Adik bayi pun punya aurat, menjemur bayi dengan tetap menutupi alat kelaminnya. Dan tidak mengganti diapers di tempat terbuka.
๐ *Aurat Tempat dan Waktu* ⏰
Q.S.An-Nuur 58-59
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: *sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah sembahyang isya* (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (24:58)
Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (24:59)
Surat an-Nur dimulai dengan menghukumi pria dan wanita yang berbuat keburukan. Di ayat-ayat terakhir dari surat ini menjelaskan tentang upaya mencegah munculnya penyimpangan seksual di antara anak-anak dan menjaga kehormatan umum di lingkungan keluarga. Ayat ini mengatakan, para pelayan rumah, anak kecil dan besar yang dapat pergi ke mana saja dari ruang di rumah harus menghormati ruang privasi orang tuanya. Mereka tidak boleh memasuki kamar orang tua tanpa izin.
Sementara untuk anak-anak yang belum baligh memiliki kebergantungan besar dengan ayah dan ibunya dan biasanya berada di dekat mereka. Ayat ini secara khusus tentang mereka
menyebutkan, bahkan anak-anak yang belum balig harus meminta izin untuk memasuki kamar di saat ayah dan ibunya sedang istirahat atau berdua saja. Perintah ini harus diajarkan orang tua kepada anak-anaknya sejak mereka masih kecil, sehingga mereka tahu bagaimana menjaga kesucian dan kehormatan.
Dari dua ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Hubungan seksual suami dan istri harus dilakukan sedemikian rupa dengan menjaga kehormatan terutama dihadapan anak-anak dan dilakukan diruang privasi.
2. Anak-anak harus berlajar menjaga kerhormatan sejak di lingkungan keluarga.
3. Suami harus menyisihkan waktunya untuk istri dan anak-anak tidak boleh mengganggu waktu khusus ini.
_TIPS:_
✅Menjaga aurat tempat
- Setiap anggota keluarga punya privasi di dalam kamarnya. Maka harus minta izin jika ingin masuk kamar anggota keluarga yang lain
_Pengalaman menjaga fitrah seksualitas dari dalam rumah - Rumah Eviro Home Team)_
_Bahan tulisan:_
๐กAl-Qur'anul Karim. Surat An-Nur ayat 31, 58-59
๐กPengalaman mendidik fitrah seksualitas Rumah eviro home team
๐กhttp://googleweblight.com/?lite_url=http://www.muslimahdaily.com/khazanah/muslim-digest/item/479-batasan-aurat-wanita-terhadap-wanita-lain.html&ei=fspz_eTt&lc=en-ID&s=1&m=503&host=www.google.com&ts=1515441552&sig=AOyes_RInBs9Uonzd4iMnKTd_5pLuLvIZA
๐ก http://googleweblight.com/?lite_url=http://indonesian.irib.ir/aplikasi/item/90333-surat-al-nur-ayat-58-61-part-624&ei=DbRDjk0l&lc=en-ID&s=1&m=503&host=www.google.com&ts=1515442504&sig=AOyes_RDvPsUggvgVxlo1MSfv2AWerEl1A
Dari latar belakang dan materi diatas, maka kami mengusung 3 solusi untuk itu
*Dengan 3B*
*Bermain*
*Bernyanyi*
*Bercerita*
Banyak ortu yang khawatir menjelaskan sejak dini mengenai Seksualitas kepada anak karena selain dianggap tabu, ortu khawatir tidak dapat menjawab pertanyaan anak sesuai usianya.
Ortu khawatir kalau memberikan infomasi terlalu banyak dan terlalu dini (too much too soon).
Itulah kekeliruan ortu. Cara untuk mengenalkan Seksualitas ke anak adalah dengan berbicara dan sering (talk & often).
Sesuaikan obrolan tentang Seksualitas ke anak sesuai usianya.
3⃣ mau nanya juga, tadi menali menyampaikan ada 3 solusi untuk tantangan yg di hadapi dengan 3B
Bermain
Bernyanyi
Bercerita
Nah yg baru terlihat bagian *bernyanyi*
Bagaimana dengan yg *bermain*dan *bercerita*? Permainan seperti apakah? Terus seperfi apa contohnya ceritanya?
Makasih menali๐๐ป๐
4⃣Bagaimana mengatasi anak yang suka memegang perut ibunya..
Sambil mengangkat sambil bilang "Ade.. Ade.."
Kadang mungkin karena reaksi saya yang kegelian kali yaa jadi agak bereaksi berbeda..
Anak saya usianya 7 thn7bln dan 5 thn 10 bln.
Di beberapa kota, ada kuliah pra nikah (muslim) dan di agama lain mungkin juga ada.
Di kuliah pra nikah ini, materinya diberikan untuk anak akil baligh, sebagai bekal mempersiapkan dirinya sebelum menikah, salah satunya adalah hubungan suami istri dari sisi kedokteran dan psikologi.
Pematerinya adalah dokter kulit dan kelamin, seksologi maupun psikolog.
Bunda Efi, ketika anak usia 2 tahun itu adalah Usia sempurna untuk menyusui sesuai Fitrah nya (sudah paripurna).
Kebiasaan mentil ini sebaiknya dihentikan. Apalagi karena gender anak adalah laki2. Krn payudara ibu adalah aurat. Dan semakin bertambah Usia anak, akan semakin kritis dalam hal Seksualitas ini.
Jadi jika ditanya sampai kapan harus dihilangkan, jika anakda sudah lebih dari 2 tahun, sebaiknya segera dihentikan.
5⃣ Dari sisi preventif untuk bullying kalangan pelajar, apa yang harus dilakukan kepada korban bullying tersebut? Yang sering terjadi bullying seksualitas dikalangan pelajar usia remaja.
Saya suka, Menali Mengubah Dunia dengan Tulisan.
Batasannya sama seperti aurat wanita dan sesama wanita dan wanita dengan mahramnya. Yaitu aurat kubra, yang hanya boleh dilihat oleh pasangan sah ataupun dalam hal urgent seperti tindakan medis.
[1/11, 21:08] Finny Noor 11: Baik, terimakasih mbak. berarti dr pusar sampai lutut yaa.. ๐๐
Menambahkan mbak tri.kenapa payudara jg termasuk aurat. Kembali kepada arti kata aurat itu sndiri
Aurat adalah segala sesuatu yang dapat menjadikan seseorang malu atau mendapatkan aib (cacat), entah perkataan, sikap ataupun tindakan, aurat sebagai bentuk dari suatu kekurangan maka sudah seharusnya ditutupi dan tidak untuk dibuka atau dipertontonkan di muka umum.
www.kabarmakkah.com/2016/02/bolehkah-sebenarnya-melihat-aurat-ibu.html
Melihat dari artikel tsb, maka batasan aurat ibu yang boleh dilihat mahram nya adalah yang biasa dilihat dari aktivitas sehari-hari.
MENURUT pengertian bahasa (literal), aurat adalah al-nuqshaan wa al-syai al-mustaqabbih (kekurangan dan sesuatu yang mendatangkan celaan). Diantara bentuk pecahan katanya adalah awara`, yang bermakna qabiih (tercela); yakni aurat manusia dan semua yang bisa menyebabkan rasa malu. Disebut aurat, karena tercela bila terlihat (ditampakkan).
Nah jika memperlihtkan payudara menimbulkan aib atau mudhorot yg lebih, maka itu dsbut aurat.
Contoh kasus sperti suara wanita. Suara yg melambai mendayu mnjadi aurat krena menimbulkan syahwat. Wallahua'lam ๐๐ป
Untuk bermain sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan seperti permainan engklek atau ular tangga yg dibuat DIY dg tema pendidikan seks. Lalu mencocokkan gambar anak dg pakaian / atribut yg sesuai dg jenis kelamin. Hide n seek dg mencari benda2 khas anak laki dan perempuan. Silsilah keluarga dsbnya.
Di steller saya juga ada menceritakan pengalaman saya bermain peran dg anak. Dimana saya berperan sbg orang asing yg sedang membujuk rayu anak saya agar mau diperdaya.. Nah disitu bisa kita ajarkan bagaimana cara mempertahankan diri, tindakan apa yg harus dilakukan jika hal tsb terjadi.
Sabtu, 20 Januari 2018
Pendidikan sex usia dini # Game level 11 Day 7
_Bayangkan, jika Alika atau Adit adalah anak kita_
_Bagaimana reaksi kita?_
_Apa yang akan kita lakukan pada mereka?_
_Dan yang terpenting adalah, apa yang telah kita lakukan agar situasi tersebut sama sekali tidak terjadi?_
Pendidikan sex harus berawal dari rumah...pendidikan sex harus berawal dari sumber yang benar.
“ adek bayi keluar darimana? “
“ haid itu apa? “
“ kenapa ibu ga sholat? “
“ kenapa bunda bisa hamil? Ko ayah engga? “
“ aku suka si A di sekolah, karena bla bla bla”
“ kenapa ga boleh pacaran? “
" kenapa titit ade beda sama bang L? "
Ada yang pernah mendapat pertanyaan seperti diatas? Darimana kita jawab? Atau melihat fenomena sekitar, anak anak SD sudah pacaran? Mamah papah menjadi panggilan? Kapan dulu kita menstruasi? Sekarang? Kelas 4 SD sudah mulai menstruasi. Inget dulu saat suka seseorang? Diam-diam melirik, melempar senyum, atau berdiri surat? Sekarang? Bergandengan tangan, jalan berdua, sampai berani berpelukan. Jika ditanya “ pengen seperti di yang di tivi “ astaghfirullah….
Data menunjukkan 87% anak SD kelas 4 - 6sudah terpapar media pornografi dari berbagai media, mulai dari komik, majalah, film, gadget, game, hingga internet. Bahkan penelitian oleh Yayasan Kita dan Buah Hati terhadap anak - anak SD kelas 4 - 6 yang menjadi objek penelitian tentang masalah seksual terkait apa saja yang ingin mereka ketahui tentang dunia seks, muncul pertanyaan beragam dari anak-anak belia tersebut seperti - mohon maaf - “ bagaimana cara memasukkan alat kelamin kepada pasangan yang baik dan benar? “ atau “ bagaimana rasanya mengisap kemaluan? “. Na’udzubillah….
Peran dan langkah antisipasi yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan mengedukasi anak dengan pendidikan seksual sedini mungkin, yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. Inti dari pendidikan seksual yang diberikan antara lain :
Mengenalkan nama dan fungsi organ tubuh dari masing-masing jenis kelamin
Mengenalkan peran dan fungsi sosial sesuai jenis kelamin
Menumbuhkan kesadaran anak akan pengaruh buruk lingkungan.
Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari segala macam gempuran dari luar, terbangun komunikasi yang efektif, dan kita sebagai orang tua mampu menjadi teladan yang baik untuk anak-anak kita.
Sumber:
Membimbing Remaja dengan Cinta / Irawati Istadi,Yogyakarta : Pro- U Media, 2016
Islamic Parenting : Pendidikan Anak Metode Nabi / Jamal Abdurrahman ; Editor, Andi Wicaksono, Penerjemah, Agus Suwandi_ Solo : Aqwam, 2010
Satu Atap Lima Madrasah / Kiki Barkiah, ST; Editor, Aditya Irawan, ST_ Bandung : CV. Mastakka Global Informa, 2017
Parenting With Heart/Elia Daryanti & Anna Farida ;_ cet. 1_Bandung: Kaifa, 2014
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Etimologi fitrah berarti kejadian asli,agama, ciptaan, sifat semula jadi, potensi dasar, dan kesucian.
Dari berbagai pendapat para ulama bisa di simpulkan bahwa fitrah adalah suatu kemampuan manusia yang di berikan oleh Allah Swt sejak manusia di lahirkan ke dunia dan itu adalah anugrah.
Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Tugas orang tua adalah membangkitkan fitrah anak agar berkembang secara optimal.
Maraknya pemberitaan tentang fenomena seksualitas yang menyimpang akhir- akhir ini, yang ternyata memakan korban anak- anak dibawah umur membuat kita sebagai orang tua memikirkan tentang pendidikan seks yang tepat bagi anak. Dan tentu saja pendidikan seks bagi anak- anak kita tidak bisa begitu saja mencomot kurikulum pendidikan seks dari barat karena perbedaan budaya dan yang paling penting adalah agama. Bagaimanapun juga kita harus kembali kepada agama untuk melindungi anak- anak kita dari kejahatan dan penyimpangan seksualitas.
Pendidikan fitrah seksualitas:
---- Anak mengerti tentang identitas seksualitasnya
Laki- laki atau perempuan
Pastikan anak mengerti identitas seksual nya sejak usia 3 th
Kenalkan nama ilmiah organ seksual untuk menghindari tabu
---- Anak mengerti peran seksualnya
Cara bicara, cara berpikir, cara berpakaian, merasa
Mampu dengan tegas menyatakan “saya perempuan” atau “saya laki-laki”
--- Anak mampu melindungi dirinya dari kejahatan seksual
Ajarkan tentang area pribadi tubuhnya. Bagian tubuh yang tertutup pakaian dalam tidak boleh dipegang orang lain kecuali oleh orangtua atau dokter.
Referensi :
1. Harry Santosa, Fitrah Based Education
2. Watiek Ideo, Aku Anak Pemberani 1
Bunda bunda semua, mungkin sebagian dari kita was was, menghadapi zaman, menghadqpi banyak tantangan dalam mendidik anak sqlah satunya masalah seksualitas. Satu hal yang harus kita pegang sebagai muslim. *Islam sudah memiliki jawabannya*
_Bagaimana reaksi kita?_
_Apa yang akan kita lakukan pada mereka?_
_Dan yang terpenting adalah, apa yang telah kita lakukan agar situasi tersebut sama sekali tidak terjadi?_
Pendidikan sex harus berawal dari rumah...pendidikan sex harus berawal dari sumber yang benar.
“ adek bayi keluar darimana? “
“ haid itu apa? “
“ kenapa ibu ga sholat? “
“ kenapa bunda bisa hamil? Ko ayah engga? “
“ aku suka si A di sekolah, karena bla bla bla”
“ kenapa ga boleh pacaran? “
" kenapa titit ade beda sama bang L? "
Ada yang pernah mendapat pertanyaan seperti diatas? Darimana kita jawab? Atau melihat fenomena sekitar, anak anak SD sudah pacaran? Mamah papah menjadi panggilan? Kapan dulu kita menstruasi? Sekarang? Kelas 4 SD sudah mulai menstruasi. Inget dulu saat suka seseorang? Diam-diam melirik, melempar senyum, atau berdiri surat? Sekarang? Bergandengan tangan, jalan berdua, sampai berani berpelukan. Jika ditanya “ pengen seperti di yang di tivi “ astaghfirullah….
Data menunjukkan 87% anak SD kelas 4 - 6sudah terpapar media pornografi dari berbagai media, mulai dari komik, majalah, film, gadget, game, hingga internet. Bahkan penelitian oleh Yayasan Kita dan Buah Hati terhadap anak - anak SD kelas 4 - 6 yang menjadi objek penelitian tentang masalah seksual terkait apa saja yang ingin mereka ketahui tentang dunia seks, muncul pertanyaan beragam dari anak-anak belia tersebut seperti - mohon maaf - “ bagaimana cara memasukkan alat kelamin kepada pasangan yang baik dan benar? “ atau “ bagaimana rasanya mengisap kemaluan? “. Na’udzubillah….
Peran dan langkah antisipasi yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan mengedukasi anak dengan pendidikan seksual sedini mungkin, yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. Inti dari pendidikan seksual yang diberikan antara lain :
Mengenalkan nama dan fungsi organ tubuh dari masing-masing jenis kelamin
Mengenalkan peran dan fungsi sosial sesuai jenis kelamin
Menumbuhkan kesadaran anak akan pengaruh buruk lingkungan.
Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari segala macam gempuran dari luar, terbangun komunikasi yang efektif, dan kita sebagai orang tua mampu menjadi teladan yang baik untuk anak-anak kita.
Sumber:
Membimbing Remaja dengan Cinta / Irawati Istadi,Yogyakarta : Pro- U Media, 2016
Islamic Parenting : Pendidikan Anak Metode Nabi / Jamal Abdurrahman ; Editor, Andi Wicaksono, Penerjemah, Agus Suwandi_ Solo : Aqwam, 2010
Satu Atap Lima Madrasah / Kiki Barkiah, ST; Editor, Aditya Irawan, ST_ Bandung : CV. Mastakka Global Informa, 2017
Parenting With Heart/Elia Daryanti & Anna Farida ;_ cet. 1_Bandung: Kaifa, 2014
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Etimologi fitrah berarti kejadian asli,agama, ciptaan, sifat semula jadi, potensi dasar, dan kesucian.
Dari berbagai pendapat para ulama bisa di simpulkan bahwa fitrah adalah suatu kemampuan manusia yang di berikan oleh Allah Swt sejak manusia di lahirkan ke dunia dan itu adalah anugrah.
Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Tugas orang tua adalah membangkitkan fitrah anak agar berkembang secara optimal.
Maraknya pemberitaan tentang fenomena seksualitas yang menyimpang akhir- akhir ini, yang ternyata memakan korban anak- anak dibawah umur membuat kita sebagai orang tua memikirkan tentang pendidikan seks yang tepat bagi anak. Dan tentu saja pendidikan seks bagi anak- anak kita tidak bisa begitu saja mencomot kurikulum pendidikan seks dari barat karena perbedaan budaya dan yang paling penting adalah agama. Bagaimanapun juga kita harus kembali kepada agama untuk melindungi anak- anak kita dari kejahatan dan penyimpangan seksualitas.
Pendidikan fitrah seksualitas:
---- Anak mengerti tentang identitas seksualitasnya
Laki- laki atau perempuan
Pastikan anak mengerti identitas seksual nya sejak usia 3 th
Kenalkan nama ilmiah organ seksual untuk menghindari tabu
---- Anak mengerti peran seksualnya
Cara bicara, cara berpikir, cara berpakaian, merasa
Mampu dengan tegas menyatakan “saya perempuan” atau “saya laki-laki”
--- Anak mampu melindungi dirinya dari kejahatan seksual
Ajarkan tentang area pribadi tubuhnya. Bagian tubuh yang tertutup pakaian dalam tidak boleh dipegang orang lain kecuali oleh orangtua atau dokter.
Referensi :
1. Harry Santosa, Fitrah Based Education
2. Watiek Ideo, Aku Anak Pemberani 1
Bunda bunda semua, mungkin sebagian dari kita was was, menghadapi zaman, menghadqpi banyak tantangan dalam mendidik anak sqlah satunya masalah seksualitas. Satu hal yang harus kita pegang sebagai muslim. *Islam sudah memiliki jawabannya*
Pre Aqil baligh Lintas Gender #game level 11 day 8
[1/13, 20:02] Ningrum_LC: https://youtu.be/Fnm4W-HthaM
Justice Voice - AbeGe (Nasyid)
Kisah hidup seorang Anak Baru Gede?
cari identitas diri?.
Nempuh jalan tiada tujuan?
(kebingungan)?
Salah jalan ngikut kebarat-baratan?
Mode yang jadi pegangan?
Gaya ngetrend cari perhatian?
(orang-orang)?
Reff:
Pengen ngetop?pengen keren?
pengen ngefans?
segalanya dikorbanin ?(kasihan)
Pamer harta cari muka
?N ngegosip pilih-pilih teman?
(kelewatan)?
Oh..ABe Ge jangan mau terpedaya?
indahnya gemerlap dunia?
Sampe lupa siapa dirimu?
(kagak tau),
Hidup ini hanya sementara waktu ?
Eee jangan mau tertipu?
Sampe nafsu ngatur diri kamu?
(hilang citamu)?
Reff:
Bokap kamu nyokap kamu,
tante kamu?
Pasti ?kan bangga padamu..nih die!
Punya anak udah cakep (=cakap)
Juga sholeh? Prestasinya?OKE !!!
AbeGe..prestasinya Oke?ini die..!
Tantangan di level 11 ini sungguh membuat kami tertegun ๐ฑ dan menguras hati ๐ ketika kami menyaksikan presentasi demi presentasi kelompok sebelum kami. Fakta-fakta mencengangkan ๐ฒ๐ฒ terpampang nyata dan tak hanya membuat miris ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฃ juga membuat kami terpikir bagaimana dengan putra-putri kami???
Ngobrol cantik tanpa kopi kami lakukan di sela-sela kesibukan masing-masing. Hingga akhirnya kami memutuskan akan mengupas secara tuntas tass tass tass tema "Pre Aqil Baligh Lintas Gender"
Pernahkan Bunda melihat (atau mengalami sendiri) putra-putri kita ketika beranjak usia 10-14 tahun mulai sedikit membangkang?
✔Mulai ada tanda-tanda malas mengerjakan pekerjaan rumah?
✔Mulai ada sinyal-sinyal putra-putri kita lebih banyak termenung semacam meratapi sesuatu?๐๐๐๐๐
❓❓❓Why oh Why❓❓❓
❔❔❔Kenapa oh kenapa❔❔❔
Apakah ini normal⁉⁉⁉⁉
Apakah ini memang salah satu tahapan perkembangan emosional dari putra-putri kita⁉⁉⁉⁉
๐ทMasa tadribat awal seorang anak adalah usia 8-10 tahun.
๐ทDan masa tadribat advance adalah usia 11-14 tahun.
*Masa tadribat* adalah masa pelatihan menuju aqil baligh yaitu 15 - 16 tahun.
๐ทDengan pelatihan diusia 11-14 tahun diharapkan pada usia aqil baligh tersebut telah memiliki kemandirian penuh.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Apakah yang disebut *Aqil Baligh*?
*Aqil* adalah kedewasaan psikologis, emosional, rasional, sosial dan finansial.
*Baligh* adalah kedewasaan biologis. Yang ditandai dengan menstruasi pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki. Yang mana umum terjadi pada usia 11-14 tahun.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Tantangan diusia 11-14 tahun diantaranya :
- sedikit suka membantah,
- membantah,
- tidak suka diatur,
- banyak merenung,
- malas mengerjakan pekerjaan rumah,
- dll
❓KENAPA??๐ค๐ค
๐๐ปKarena masa dimana anak-anak separuhnya hampir menjadi dewasa.
Biasa disebut masa transisi atau *REMAJA* (Baligh tapi belum aqil), yang sebenarnya tidak dikenal oleh Islam bahkan dunia.
☘Istilah Remaja ini baru dikenal pada abad ke-20 ( oleh Dr. Sarjito Wirawan Sarwono).
☘Di Undang-Undang pun tidak ada satu pun kata yang menyebutkan tentang remaja.
‼‼Tapi kini remaja menjadi masa yang membahayakan dan beresiko tinggi pada pemuda pemudi yang terus dibocahkan sampai usia 25 tahun.‼‼
๐ญ๐ญTanpa eksistensi sosial maupun bakat, lahirlah pemuda pemudi galau.
☘Hal diatas akan menimbulkan adanya,
- tawuran,
- pembullyan,
- penyimpangan seksual,
- depresi dan bunuh diri
*Apa Penyebabnya* ❓❓❓❓
☘Kesenjangan Aqil dan Baligh.
☘Kesenjangan aqil, aqil yang terlalu lambat, diusia 22-25 tahun.
☘Kesenjangan baligh, baligh yang terlalu cepat, diusia 10 - 12 tahun.
*STOP LOST GENERATION / STOP GENERASI GALAU*
☘Kembalikan kepada generasi aqil baligh yaitu generasi yang aqilnya bisa bersamaan dengan balighnya.
*Bagaimana caranya ?*
Figur Ayah Ibunya harus ada sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqil baligh๐ฉ๐ฆ๐ป
*Tujuannya*
Agar fitrah Seksualitas Anak tumbuh Indah paripurna
Pendidikan Fitrah Seksualitas ❎ Pendidikan Seks
Pendidikan Fitrah Seksualitas ▶ tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahmya sebagai lelaki atau sebagai perempuan sejati.
*Maka* dalam pendidikan Fitrah seksualitas anak
⭐ 10-14 thn menurut Elly Risman
⭐ 11-14 thn menurut Ustad Harry
๐ฆ๐ปAnak laki laki ▶ dekat dengan *Ibu*karena saat baligh sudah mengenal ketertarikan kepada lawan jenis sehingga dapat memahami empati langsung dari wanita terdekatnya
Bila Tidak Dekat?
Maka tidak akan memahami perasaan, fikiran dan persikapan, akibatnya akan menjadi lelaki yang tidak dewasa, suami yang kasar dan sebagainya
๐ฉ Anak Perempuan ▶ dekat dengan *Ayah* sehingga dapat memahami empati langsung dari lelaki terdekatnya.
Bila tidak dekat?
Kelak berpeluang menyerahkan tubuh dan kehormatannya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya yang hilang.
*AYO RENUNGKAN DAN TERAPKAN DALAM PENDIDIKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK ANAK KITA*
Referensi link :
Http://iinchurinin.wordpress.com/2017/10/21/fitrah-seksualitas-anak-bu-elly-risman/
Http://jannah-family.blogspot.com/2017/01/9-konsen-he-pre-aqil-baligj-11-14-tahun.html?m=1
Http://youtu.be/jcmWf6af0
Klo aqil ktinggalan dari baliq, maka akan menyebabkan anak tdk mampu mengembang amanah sbg org dewasa (tdk mandiri) walaupun badannya uda gede. Misalnya tak mampu mencari uang sendiri, dinafkahi orgtua terus (istilah ust. Harry ☺).
Oleh karena nya kesadaran orang tua akan pentingnya pengetahuan fitrah seksualitas itu harus ada
Mulai sekarang..jangan ada rasa sungkan atau risih lagi membicarakan dengan anak anak kita
Tapi fenomena di masyarakat hal tersebut masih di anggap tabu karena mereka beranggapa pendidikan fitrah seksualitas itu sama dengan pendidikan seksualitas ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
Sehingga pada akhirnya kembali lagi ke peran orangtua disini.
Bagaimana usaha orangtua supaya bisa mengejar ketertinggalan si Aqil agar bisa mengiringi Baligh yg sudah lebih dulu tiba.
Seperti kata mbak Evi, salah satu yg penting adalah komunikasi produktif.
Bagaimana kedekatan si anak dan orgtuanya? Ini sangat berpengaruh kalau menurut saya.
Krn bahkan ada anak yg malu menceritakan kepada orgtuanya saat sdh baligh ( haid ataupun mimpi basah)
Hehehe
Sama mbak, anak sy 9thn
Kalau sy, penjelasan ttg mimpi basah sy alihakan ke suami
Yg bisa menjelaskn lbh detil ttg itu๐
Spy saat waktunya tiba, si anak sdh tau kalau ini yg namanya mimpi basah. Sekaligus menjelaskan
maknanya, bahwa jika itu trjadi berarti sejak saat itu dia sdh diwajibkan untuk sholat, puasa dan kewajiban-kewajiban lainnya
Sedikit rangkuman mengenai program Aqil & baligh...
Diantara program Aqil yang bisa dilakukan diantaranya yang sudah disebutkan teman teman tadi:
1. Komunikasi produktif, dengan pendampingan dari ayah & ibu.
2. Melatih anak untuk belajar mandiri secara finansial.
3. Melatih anak untuk belajar menghadapi tantangan membersihkan "kotoran haidnya" sendiri.
4. Mendampingi ibadah dengan mengajak ngobrol santai tentang makna ibadah keseharian nya..
Justice Voice - AbeGe (Nasyid)
Kisah hidup seorang Anak Baru Gede?
cari identitas diri?.
Nempuh jalan tiada tujuan?
(kebingungan)?
Salah jalan ngikut kebarat-baratan?
Mode yang jadi pegangan?
Gaya ngetrend cari perhatian?
(orang-orang)?
Reff:
Pengen ngetop?pengen keren?
pengen ngefans?
segalanya dikorbanin ?(kasihan)
Pamer harta cari muka
?N ngegosip pilih-pilih teman?
(kelewatan)?
Oh..ABe Ge jangan mau terpedaya?
indahnya gemerlap dunia?
Sampe lupa siapa dirimu?
(kagak tau),
Hidup ini hanya sementara waktu ?
Eee jangan mau tertipu?
Sampe nafsu ngatur diri kamu?
(hilang citamu)?
Reff:
Bokap kamu nyokap kamu,
tante kamu?
Pasti ?kan bangga padamu..nih die!
Punya anak udah cakep (=cakap)
Juga sholeh? Prestasinya?OKE !!!
AbeGe..prestasinya Oke?ini die..!
Tantangan di level 11 ini sungguh membuat kami tertegun ๐ฑ dan menguras hati ๐ ketika kami menyaksikan presentasi demi presentasi kelompok sebelum kami. Fakta-fakta mencengangkan ๐ฒ๐ฒ terpampang nyata dan tak hanya membuat miris ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฃ juga membuat kami terpikir bagaimana dengan putra-putri kami???
Ngobrol cantik tanpa kopi kami lakukan di sela-sela kesibukan masing-masing. Hingga akhirnya kami memutuskan akan mengupas secara tuntas tass tass tass tema "Pre Aqil Baligh Lintas Gender"
Pernahkan Bunda melihat (atau mengalami sendiri) putra-putri kita ketika beranjak usia 10-14 tahun mulai sedikit membangkang?
✔Mulai ada tanda-tanda malas mengerjakan pekerjaan rumah?
✔Mulai ada sinyal-sinyal putra-putri kita lebih banyak termenung semacam meratapi sesuatu?๐๐๐๐๐
❓❓❓Why oh Why❓❓❓
❔❔❔Kenapa oh kenapa❔❔❔
Apakah ini normal⁉⁉⁉⁉
Apakah ini memang salah satu tahapan perkembangan emosional dari putra-putri kita⁉⁉⁉⁉
๐ทMasa tadribat awal seorang anak adalah usia 8-10 tahun.
๐ทDan masa tadribat advance adalah usia 11-14 tahun.
*Masa tadribat* adalah masa pelatihan menuju aqil baligh yaitu 15 - 16 tahun.
๐ทDengan pelatihan diusia 11-14 tahun diharapkan pada usia aqil baligh tersebut telah memiliki kemandirian penuh.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Apakah yang disebut *Aqil Baligh*?
*Aqil* adalah kedewasaan psikologis, emosional, rasional, sosial dan finansial.
*Baligh* adalah kedewasaan biologis. Yang ditandai dengan menstruasi pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki. Yang mana umum terjadi pada usia 11-14 tahun.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Tantangan diusia 11-14 tahun diantaranya :
- sedikit suka membantah,
- membantah,
- tidak suka diatur,
- banyak merenung,
- malas mengerjakan pekerjaan rumah,
- dll
❓KENAPA??๐ค๐ค
๐๐ปKarena masa dimana anak-anak separuhnya hampir menjadi dewasa.
Biasa disebut masa transisi atau *REMAJA* (Baligh tapi belum aqil), yang sebenarnya tidak dikenal oleh Islam bahkan dunia.
☘Istilah Remaja ini baru dikenal pada abad ke-20 ( oleh Dr. Sarjito Wirawan Sarwono).
☘Di Undang-Undang pun tidak ada satu pun kata yang menyebutkan tentang remaja.
‼‼Tapi kini remaja menjadi masa yang membahayakan dan beresiko tinggi pada pemuda pemudi yang terus dibocahkan sampai usia 25 tahun.‼‼
๐ญ๐ญTanpa eksistensi sosial maupun bakat, lahirlah pemuda pemudi galau.
☘Hal diatas akan menimbulkan adanya,
- tawuran,
- pembullyan,
- penyimpangan seksual,
- depresi dan bunuh diri
*Apa Penyebabnya* ❓❓❓❓
☘Kesenjangan Aqil dan Baligh.
☘Kesenjangan aqil, aqil yang terlalu lambat, diusia 22-25 tahun.
☘Kesenjangan baligh, baligh yang terlalu cepat, diusia 10 - 12 tahun.
*STOP LOST GENERATION / STOP GENERASI GALAU*
☘Kembalikan kepada generasi aqil baligh yaitu generasi yang aqilnya bisa bersamaan dengan balighnya.
*Bagaimana caranya ?*
Figur Ayah Ibunya harus ada sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqil baligh๐ฉ๐ฆ๐ป
*Tujuannya*
Agar fitrah Seksualitas Anak tumbuh Indah paripurna
Pendidikan Fitrah Seksualitas ❎ Pendidikan Seks
Pendidikan Fitrah Seksualitas ▶ tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahmya sebagai lelaki atau sebagai perempuan sejati.
*Maka* dalam pendidikan Fitrah seksualitas anak
⭐ 10-14 thn menurut Elly Risman
⭐ 11-14 thn menurut Ustad Harry
๐ฆ๐ปAnak laki laki ▶ dekat dengan *Ibu*karena saat baligh sudah mengenal ketertarikan kepada lawan jenis sehingga dapat memahami empati langsung dari wanita terdekatnya
Bila Tidak Dekat?
Maka tidak akan memahami perasaan, fikiran dan persikapan, akibatnya akan menjadi lelaki yang tidak dewasa, suami yang kasar dan sebagainya
๐ฉ Anak Perempuan ▶ dekat dengan *Ayah* sehingga dapat memahami empati langsung dari lelaki terdekatnya.
Bila tidak dekat?
Kelak berpeluang menyerahkan tubuh dan kehormatannya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya yang hilang.
*AYO RENUNGKAN DAN TERAPKAN DALAM PENDIDIKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK ANAK KITA*
Referensi link :
Http://iinchurinin.wordpress.com/2017/10/21/fitrah-seksualitas-anak-bu-elly-risman/
Http://jannah-family.blogspot.com/2017/01/9-konsen-he-pre-aqil-baligj-11-14-tahun.html?m=1
Http://youtu.be/jcmWf6af0
Klo aqil ktinggalan dari baliq, maka akan menyebabkan anak tdk mampu mengembang amanah sbg org dewasa (tdk mandiri) walaupun badannya uda gede. Misalnya tak mampu mencari uang sendiri, dinafkahi orgtua terus (istilah ust. Harry ☺).
Oleh karena nya kesadaran orang tua akan pentingnya pengetahuan fitrah seksualitas itu harus ada
Mulai sekarang..jangan ada rasa sungkan atau risih lagi membicarakan dengan anak anak kita
Tapi fenomena di masyarakat hal tersebut masih di anggap tabu karena mereka beranggapa pendidikan fitrah seksualitas itu sama dengan pendidikan seksualitas ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
Sehingga pada akhirnya kembali lagi ke peran orangtua disini.
Bagaimana usaha orangtua supaya bisa mengejar ketertinggalan si Aqil agar bisa mengiringi Baligh yg sudah lebih dulu tiba.
Seperti kata mbak Evi, salah satu yg penting adalah komunikasi produktif.
Bagaimana kedekatan si anak dan orgtuanya? Ini sangat berpengaruh kalau menurut saya.
Krn bahkan ada anak yg malu menceritakan kepada orgtuanya saat sdh baligh ( haid ataupun mimpi basah)
Hehehe
Sama mbak, anak sy 9thn
Kalau sy, penjelasan ttg mimpi basah sy alihakan ke suami
Yg bisa menjelaskn lbh detil ttg itu๐
Spy saat waktunya tiba, si anak sdh tau kalau ini yg namanya mimpi basah. Sekaligus menjelaskan
maknanya, bahwa jika itu trjadi berarti sejak saat itu dia sdh diwajibkan untuk sholat, puasa dan kewajiban-kewajiban lainnya
Sedikit rangkuman mengenai program Aqil & baligh...
Diantara program Aqil yang bisa dilakukan diantaranya yang sudah disebutkan teman teman tadi:
1. Komunikasi produktif, dengan pendampingan dari ayah & ibu.
2. Melatih anak untuk belajar mandiri secara finansial.
3. Melatih anak untuk belajar menghadapi tantangan membersihkan "kotoran haidnya" sendiri.
4. Mendampingi ibadah dengan mengajak ngobrol santai tentang makna ibadah keseharian nya..
☘ *Tantangan - tantangan yang dihadapi dalam Masa Pubertas* ☘ # game level 11 day 9
๐ป Rasa penasaran thd perubahan diri
๐ป Pergaulan bebas
๐ป Pergaulan menyimpang
๐ป Pelecehan seksual
๐ป Perdagangan manusia yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti :
๐งtuntutan ekonomi/ gaya hidup
๐ง Minim pengetahuan keimanan
๐งFaktor kriminalitas
๐งLingkungan buruk
๐ทPendidikan Seksual Perspektif Islam๐ท
By Ustdzh Herlini Amran
Orangtua manapun tentu selalu menginginkan anaknya menjadi anak yang baik. Anak adalah generasi yang diciptakan untuk kehidupan masa depan. Sepantasnyalah orangtua memberikan bekal berupa pendidikan yang menyeluruh, termasuk pendidikan seksual. Orangtua dituntut memiliki kepekaan, keterampilan, dan pemahaman agar mampu memberi informasi dalam porsi tertentu, yang justru tidak membuat anak semakin bingung atau penasaran.
Orangtua adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap anak dalam masalah pendidikan, termasuk pendidikan seks. Jadi, dalam hal ini, sesungguhnya tidak mutlak diperlukan adanya kurikulum khusus tentang pendidikan seksual di sekolah-sekolah.
Di antara pokok-pokok pendidikan seks yang bersifat praktis, yang perlu diterapkan dan diajarkan kepada anak adalah:
๐ฑ1. Menanamkan rasa malu pada anak.
Rasa malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan anak-anak, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain; misalnya ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Membiasakan anak perempuan sejak kecil berbusana Muslimah menutup aurat juga penting untuk menanamkan rasa malu sekaligus mengajari anak tentang auratnya.
๐ฑ2. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan.
Secara fisik maupun psikis, laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan mendasar. Perbedaan tersebut telah diciptakan sedemikian rupa oleh Allah. Adanya perbedaan ini bukan untuk saling merendahkan, namun semata-mata karena fungsi yang berbeda yang kelak akan diperankannya. Mengingat perbedaan tersebut, Islam telah memberikan tuntunan agar masing-masing fitrah yang telah ada tetap terjaga. Islam menghendaki agar laki-laki memiliki kepribadian maskulin, dan perempuan memiliki kepribadian feminin. Islam tidak menghendaki wanita menyerupai laki-laki, begitu juga sebaliknya. Untuk itu, harus dibiasakan dari kecil anak-anak berpakaian sesuai dengan jenis kelaminnya.
Mereka juga harus diperlakukan sesuai dengan jenis kelaminnya. Ibnu Abbas ra. berkata:
Rasulullah saw. melaknat laki-laki yang berlagak wanita dan wanita yang berlagak meniru laki-laki. (HR al-Bukhari).
๐ฑ3. Memisahkan tempat tidur mereka.
Usia antara 7-10 tahun merupakan usia saat anak mengalami perkembangan yang pesat. Anak mulai melakukan eksplorasi ke dunia luar. Anak tidak hanya berpikir tentang dirinya, tetapi juga mengenai sesuatu yang ada di luar dirinya. Pemisahan tempat tidur merupakan upaya untuk menanamkan kesadaran pada anak tentang eksistensi dirinya. Jika pemisahan tempat tidur tersebut terjadi antara dirinya dan orangtuanya, setidaknya anak telah dilatih untuk berani mandiri. Anak juga dicoba untuk belajar melepaskan perilaku lekatnya (attachment behavior) dengan orangtuanya. Jika pemisahan tempat tidur dilakukan terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang eksistensi perbedaan jenis kelamin.
๐ฑ4. Mengenalkan waktu berkunjung (meminta izin dalam 3 waktu).
Tiga ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan anak-anak untuk memasuki ruangan (kamar) orang dewasa kecuali meminta izin terlebih dulu adalah: sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya. Aturan ini ditetapkan mengingat di antara ketiga waktu tersebut merupakan waktu aurat, yakni waktu ketika badan atau aurat orang dewasa banyak terbuka (Lihat: QS al-Ahzab [33]: 13). Jika pendidikan semacam ini ditanamkan pada anak maka ia akan menjadi anak yang memiliki rasa sopan-santun dan etika yang luhur.
๐ฑ5. Mendidik menjaga kebersihan alat kelamin.
Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan untuk buang air pada tempatnya (toilet training). Dengan cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri, mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral yang memperhatikan tentang etika sopan santun dalam melakukan hajat.
๐ฑ6. Mengenalkan mahram-nya.
Tidak semua perempuan berhak dinikahi oleh seorang laki-laki. Siapa saja perempuan yang diharamkan dan yang dihalalkan telah ditentukan oleh syariat Islam. Ketentuan ini harus diberikan pada anak agar ditaati. Dengan memahami kedudukan perempuan yang menjadi mahram, diupayakan agar anak mampu menjaga pergaulan sehari-harinya dengan selain wanita yang bukan mahram-nya. Inilah salah satu bagian terpenting dikenalkannya kedudukan orang-orang yang haram dinikahi dalam pendidikan seks anak. Dengan demikian dapat diketahui dengan tegas bahwa Islam mengharamkan incest, yaitu pernikahan yang dilakukan antar saudara kandung atau mahram-nya. Siapa saja mahram tersebut, Allah Swt telah menjelaskannya dalam surat an-Nisa’ (4) ayat 22-23.
๐ฑ7. Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata.
Telah menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk tertarik dengan lawan jenisnya. Namun, jika fitrah tersebut dibiarkan bebas lepas tanpa kendali, justru hanya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Begitu pula dengan mata yang dibiarkan melihat gambar-gambar atau film yang mengandung unsur pornografi. Karena itu, jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi.
๐ฑ8. Mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilรขt.
Ikhtilรขt adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa adanya keperluan yang diboleh-kan oleh syariat Islam. Perbuatan semacam ini pada masa sekarang sudah dinggap biasa. Mereka bebas mengumbar pandangan, saling berdekatan dan bersentuhan; seolah tidak ada lagi batas yang ditentukan syariah guna mengatur interaksi di antara mereka. Ikhtilรขt dilarang karena interaksi semacam ini bisa menjadi mengantarkan pada perbuatan zina yang diharamkan Islam. Karena itu, jangan biasakan anak diajak ke tempat-tempat yang di dalamnya terjadi percampuran laki-laki dan perempuan secara bebas.
๐ฑ. Mendidik anak agar tidak melakukan khalwat.
Dinamakan khalwat jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahram-nya berada di suatu tempat, hanya berdua saja. Biasanya mereka memilih tempat yang tersembunyi, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Sebagaimana ikhtilรขt, khalwat pun merupakan perantara bagi terjadinya perbuatan zina. Anak-anak sejak kecil harus diajari untuk menghindari perbuatan semacam ini. jika bermain, bermainlah dengan sesama jenis. Jika dengan yang berlainan jenis, harus diingatkan untuk tidak ber-khalwat.
๐ฑ10. Mendidik etika berhias.
Berhias, jika tidak diatur secara islami, akan menjerumuskan seseorang pada perbuatan dosa. Berhias berarti usaha untuk memperindah atau mempercantik diri agar bisa berpenampilan menawan. Tujuan pendidikan seks dalam kaitannya dengan etika berhias adalah agar berhias tidak untuk perbuatan maksiat.
๐ฑ11. Ihtilรขm dan haid.
Ihtilรขm adalah tanda anak laki-laki sudah mulai memasuki usia balig. Adapun haid dialami oleh anak perempuan. Mengenalkan anak tentang ihtilรขm dan haid tidak hanya sekadar untuk bisa memahami anak dari pendekatan fisiologis dan psikologis semata. Jika terjadi ihtilรขm dan haid, Islam telah mengatur beberapa ketentuan yang berkaitan dengan masalah tersebut, antara lain kewajiban untuk melakukan mandi. Yang paling penting, harus ditekankan bahwa kini mereka telah menjadi Muslim dan Muslimah dewasa yang wajib terikat pada semua ketentuan syariah. Artinya, mereka harus diarahkan menjadi manusia yang bertanggung jawab atas hidupnya sebagai hamba Allah yang taat.
๐ฟ *Pubertas salah satu proses dalam fitrah seksualitas* ๐ฟ
๐ท _Kenapa seseorang mengalami pubertas?_
Karena pubertas adalah salah satu proses yang berlangsung pada masa pre aqil baligh dan semua orang pasti melalui tahapan tahapan perkembangan itu dalam kehidupan.
Semua manusia telah dikaruniai Allah dengan hormon hormon khusus dalam tubuh sejak lahir.
Perempuan > banyak hormon estrogen dan progesteron, sedikit testosteron
Laki laki > banyak hormon testosteron, sedikit estrogen
Ketika beranjak dari masa kanak kanak (awah 8 thn) ke masa pre aqil baligh (9 – 10 tahun keatas) ada satu kelenjar yang namanya pituitary (kelenjar yang ada diotak) yang tugasnya mengatur hormon hormon tadi untuk bekerja. Hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan perubahan yang cukup cepat pada tubuh dan jiwa kita, yang menandakan bahwa kita sudah memasuki masa puber.
๐ท _Usia berapa seseorang mulai pubertas?_
Umumnya anak perempuan puber lebih awal dari pada anak laki laki, yaitu sekitar usia 8 – 15 tahun, sedangkan anak laki laki sekitar usia 10 – 16 tahun
Diantara beberapa penyebab pubertas antara lain: faktor keturunan, baik buruknya gizi, dan rangsangan rangsangan yang diperoleh dari tontonan ataupun bacaan bacaan.
๐ท _Apa sih tanda tanda pubertas?_
Puber ditandai dengan adanya perubahan yang terjadi pada tubuh juga jiwa.
Anak laki laki > masa puber ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi dalam memproduksi sperma, yang ditandai dengan mimpi basah.
Anak perempuan > ditandai dengan mengalami proses yang disebut dengan menstruasi.
PERIODE YANG TERJADI PADA MASA PUBERTAS :
Periode Depresi :
Periode ini biasanya akan berlangsung sekitar seminggu atau lebih, namun apabila depresi sudah terasa tidak wajar lagi (terjadi sampai berlarut-larut) mungkin ini disebabkan karena kecemasan atau kesulitan emosional. Biasanya anak yang mempunyai sifat tertutup (introvert) cenderung mengalami depresi yang lebih lama bila dibandingkan dengan anak yang mempunyai sifat terbuka (extrovert), karena anak introvert tidak bisa mengungkapkan apa sebenarnya yang menjadi akar dari kecemasan serta kesulitan emosionalnya itu kepada orang lain.
Periode Kecemasan :
Pada periode ini Remaja seringkali bersikap tidak biasa, seperti : cepat tersinggung, sangat agresif, suka menggerutu dan kasar atau kadang yang terjadi justru kebalikannya : bersikap kekanakan serta sangat tergantung kepada Orangtuanya.
Periode Kerewelan :
Umumnya periode ini ditemukan pada Remaja Putri, misalnya dalam hal memilih pakaian, ataupun memilih makanan. Pada periode ini kaum Remaja Putri ada yang melakukan “diet ketat” untuk menjaga keindahan tubuh dan penampilannya, tapi ada juga yang justru melakukan sebaliknya yaitu lebih rakus dan tidak perduli pada penampilan.
Periode Pembangkangan :
Seringkali Remaja seakan menjadi tidak patuh kepada apa yang menjadi aturan Orangtuanya. Sepanjang tidak melanggar norma Agama, Kesusilaan dan juga tidak membahayakan bagi keselamatan serta kesehatan dirinya, Orangtua sebaiknya bisa bertindak lebih bijak untuk memberi kesempatan kepada Remaja agar ia dapat mengambil keputusan sendiri serta bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan. Hal ini selain dapat menambah rasa percaya diri Remaja tersebut sekaligus juga bisa menghindari timbulnya pertengkaran (konflik) yang berkepanjangan antara Orangtua dengan Anak.
Periode Ingin Tampil Beda :
Kebanyakan para Remaja mengalami periode ini, antara lain bisa terlihat dari caranya berpakaian, bergaya, berbahasa dan masih banyak lagi.
Sepanjang yang dilakukannya tidak bertentangan dengan norma Agama, Kesusilaan serta tidak membahayakan bagi diri Remaja tersebut, sebaiknya Orangtua tidak perlu merasa cemas. Mereka melakukan hal ini hanya karena sedang dalam tahap mencari identitas diri, dan ingin diterima dengan baik sebagai anggota kelompoknya.
Seiring dengan bertambahnya usia, perlahan-lahan semua itu akan hilang dengan sendirinya
CARA MENANGGULANGI MASALAH REMAJA PUBERTAS :
Orangtua sebaiknya jangan membahas suatu masalah dengan cara sikap seolah sedang menginterogasi atau mendoktrin, karena hal ini akan membuat Remaja tersebut semakin takut untuk mengemukakan apa yang sedang dirasakannya dan itu akan mengakibatkan semakin jauhnya jarak antara Orangtua dengan Anak.
Sebaiknya ajaklah Remaja tersebut untuk berbicara dari hati ke hati dan dalam suasana yang santai, bahkan tak ada salahnya apabila dalam pembicaraan tersebut sesekali diselingi juga dengan gurauan ringan.
Ciptakanlah suasana demokratis dalam rumah tangga, dimana semua anggota keluarga bisa mengemukakan pendapatnya, tanpa harus merasa malu apalagi takut dengan anggota keluarga lainnya, terutama kepada Orangtua.
Biasakanlah dalam keluarga untuk saling menghargai serta menghormati pendapat orang lain, tanpa memandang apa jenis kelamin serta usianya.
Apabila ke empat hal diatas ternyata dirasakan belum juga membantu , akan lebih bijak apabila Remaja tersebut dibawa untuk berkonsultasi dan berobat kepada seorang Dokter, mungkin ada suatu gangguan pada tubuhnya ataupun kepada seorang Psikiater apabila dikhawatirkan ada sesuatu yang mengganggu dari sudut kejiwaannya (emosi)
[1/15, 20:53] +62 821-7198-8868: Sumber Raferensi *supernine* ttg pubertas
QS. Ar Ruum:21
QS. Al Hujuraat: 13
Buku, Ensexclopedia, Tanya Jawab Masalah Pubertas & Seksualitas Remaja, Elly Ris Madani, Yuhyina Maisura,penerbit The foundation KITA & BUAH HATI
http://www.ummi
-online.com/4-tips-mendampingi-anak-perempuan-di-masa-pubertas.html
http://www.ummi-online.com/7-tips-mendampingi-anak-lakilaki-di-masa-pubertas.html
http://www.republika.co.id/berita/humaira/samara/13/03/08/mjbew2-anak-naksir-lawan-jenis-bagaimana-sikap-orang-tua
http://www.ummi-online.com/ajarkan-pendidikan-seks-secara-syari.html
https://www.elmina.id/cara-nabi-mendidik-anak-usia-10-14-tahun-part-1/
*Pubertas* salah satu peristiwa penting bagi anak2 dan orangtua... Peristiwa sebuah proses aqil baligh yg membutuhkan byk ilmu dan persiapan baik secara fisik dan mental. Karena sebuah tanggung jawab secara menyeluruh akan dipikul pd diri sang anak sbg seorang mukallaf...
Jadikan proses pubertas ini sebagai hal yg suci dan bermartabat, tentunya dengan persiapan ilmu yg bs kita tularkan ke anak2 kita..
Selamat menunaikan amanah... membersamai anak hingga aqil baligh..๐๐
Cinta Positif # game level 11 Day 10
Bismillahirrahmanirrahim
*CINTA POSITIF*
_Membingkai fitrah seksualitas dlm ketaatan_
(pra akil advance-post akil baligh)
๐๐๐๐๐๐๐
Potret Generasi Muda Saat ini, benarkah?
๐ผ Derasnya arus informasi di media -> mengaburkan benar dan salah
๐ผ era teknologi tingkat tinggi -> ketergantungan pada gadget dan media sosial setiap hari
๐ผ Kemudahan yang diterima dalam segala aspek kehidupan -> mengurangi kemandirian
๐ผMe Generation -> cenderung narsis dan hanya peduli pada diri sendiri
๐ผPemalas -> ingin hasil instan tanpa usaha
๐ผTingkat konsumtif tinggi
๐ผ Hal-hal galau serta percintaan menjadi topik yang sangat digemari -> jomblo itu memalukan
Fakta :
97 Persen anak di Indonesia Pernah Mengakses Pornografi (republika, 2016)
Survei KPAI: 62 Persen generasi muda Indonesia Tidak Perawan (tribunnews, 2012)
BKKBN: 63% usia SMP SMA di 33 propinsi di Indonesia telah berzina (nahimunkar.org, 2009)
58% kejadian Hamil di Luar Nikah Berusaha Aborsi (mediaindonesia, 2016)
MASIHKAH ADA HARAPAN???
LET'S BE POSSITIVE THINKING
DAN
TERNYATA PELANGI ITU MASIH ADA
Banyak yang mulai sadar dan membangun komunitas Indonesia tanpa Pacaran,
tagarnya pun meluas dan berkembang di kalangan sosial media
Banyak pula yang mulai memberanikan diri setelah mereka mempersiapkan baik dari segi ilmu maupun finansial utk menikah di usia muda bukan karena hamil sebelum menikah akan tetapi karena upaya menjaga diri
NIKAH MUDA, WHY NOT?!
ZINA, NO WAY...
Cinta/cin·ta/ a 1 suka sekali; sayang benar
✅ Positif : 3. bersifat nyata dan membangun
kbbi
Fitrah Seksualitas
Adalah bagaimana seseorang bersikap, berfikir, bertindak sesuai dengan gendernya.
-Ust. Harry Santosa
3 Hal yg berkembang pada diri usia aqil baligh:
1⃣ pertanyaan-pertanyaan mendasar ttg agama. Terutama bila mereka dibesarkan dgn perintah tanpa membangun pola berpikirnya.
2⃣ mereka sedang ingin menunjukkan masa otoritas dan kemampuanya.
3⃣ mulai ada ketertarikan pada lawan jenis dan ingin punya ikatan emosi yg sifatnya khusus.
๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ
Masa-masa ini, adalah masa kita jadi teman/sahabat anak.
Ada beberapa cara, kita membersamai anak sejak belia sampai akil :
๐ Kehangatan dan penerimaan orang tua pada anak sebagai amanah. Kasih sayang tulus, kesungguhan kita mendampinginya lebih dari segalanya.
๐Jaga pandangan. Karena dari mata turun ke hati. Melihat film porno akan merusak otak dan hati.
๐Kembangkan kemampuan berpikir, bukan hanya kognitif
.----> pengetahuan (paling rendah) - pemahaman - analisis - sintetis (paling tinggi).
๐Think creative, yang lahir sebagai konsekuensi pendidikan tauhid dan ahlaq.
๐Bangun keyakinan yg kuat pada Allah sejak awal kehidupan.
๐๐๐๐๐๐๐๐
Tugas utama orang tua adalah mengantar anak jadi manusia yg mengerti tujuan hidupnya, untuk apa ia diciptakan.
_Orientasi hidup_ akan menjadi driving force bagi hidupnya kelak.
Anak perlu tahu, bahwa semua tindakannya akan berpengaruh pada dunia, akan bisa merubah dunia.
Menghidupkan jiwa anak anak akan menjadikan mereka pribadi yg _visioner_ sejak usia belia.
Pegangan kokoh umat muslim ada pada Al Quran. Kita berdiskusi dengan anak dan mengajaknya berpikir bagaimana Al Quran menjadi petunjuk dan penilai dalam setiap urusan.
๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ
Apakah bekal yg sudah kita berikan sebagai orang tua?
Semoga keluarga kita selalu di ingatkan dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang.
Serta kita bisa mempertanggung jawabkan tugas kita sebagai orangtua.
Cinta positif adalah cinta yang berdasarkan atas ridho Allah
Cinta positif adalah tauhid
Dekatkan hati kita pada sumber cinta (Allah)
Maafkan kami, ingatkan kami, saling doa.
Wallahu a'lam bish showab.
#topten
#kuliahbunsayiip
#level11
*CINTA POSITIF*
_Membingkai fitrah seksualitas dlm ketaatan_
(pra akil advance-post akil baligh)
๐๐๐๐๐๐๐
Potret Generasi Muda Saat ini, benarkah?
๐ผ Derasnya arus informasi di media -> mengaburkan benar dan salah
๐ผ era teknologi tingkat tinggi -> ketergantungan pada gadget dan media sosial setiap hari
๐ผ Kemudahan yang diterima dalam segala aspek kehidupan -> mengurangi kemandirian
๐ผMe Generation -> cenderung narsis dan hanya peduli pada diri sendiri
๐ผPemalas -> ingin hasil instan tanpa usaha
๐ผTingkat konsumtif tinggi
๐ผ Hal-hal galau serta percintaan menjadi topik yang sangat digemari -> jomblo itu memalukan
Fakta :
97 Persen anak di Indonesia Pernah Mengakses Pornografi (republika, 2016)
Survei KPAI: 62 Persen generasi muda Indonesia Tidak Perawan (tribunnews, 2012)
BKKBN: 63% usia SMP SMA di 33 propinsi di Indonesia telah berzina (nahimunkar.org, 2009)
58% kejadian Hamil di Luar Nikah Berusaha Aborsi (mediaindonesia, 2016)
MASIHKAH ADA HARAPAN???
LET'S BE POSSITIVE THINKING
DAN
TERNYATA PELANGI ITU MASIH ADA
Banyak yang mulai sadar dan membangun komunitas Indonesia tanpa Pacaran,
tagarnya pun meluas dan berkembang di kalangan sosial media
Banyak pula yang mulai memberanikan diri setelah mereka mempersiapkan baik dari segi ilmu maupun finansial utk menikah di usia muda bukan karena hamil sebelum menikah akan tetapi karena upaya menjaga diri
NIKAH MUDA, WHY NOT?!
ZINA, NO WAY...
Cinta/cin·ta/ a 1 suka sekali; sayang benar
✅ Positif : 3. bersifat nyata dan membangun
kbbi
Fitrah Seksualitas
Adalah bagaimana seseorang bersikap, berfikir, bertindak sesuai dengan gendernya.
-Ust. Harry Santosa
3 Hal yg berkembang pada diri usia aqil baligh:
1⃣ pertanyaan-pertanyaan mendasar ttg agama. Terutama bila mereka dibesarkan dgn perintah tanpa membangun pola berpikirnya.
2⃣ mereka sedang ingin menunjukkan masa otoritas dan kemampuanya.
3⃣ mulai ada ketertarikan pada lawan jenis dan ingin punya ikatan emosi yg sifatnya khusus.
๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ
Masa-masa ini, adalah masa kita jadi teman/sahabat anak.
Ada beberapa cara, kita membersamai anak sejak belia sampai akil :
๐ Kehangatan dan penerimaan orang tua pada anak sebagai amanah. Kasih sayang tulus, kesungguhan kita mendampinginya lebih dari segalanya.
๐Jaga pandangan. Karena dari mata turun ke hati. Melihat film porno akan merusak otak dan hati.
๐Kembangkan kemampuan berpikir, bukan hanya kognitif
.----> pengetahuan (paling rendah) - pemahaman - analisis - sintetis (paling tinggi).
๐Think creative, yang lahir sebagai konsekuensi pendidikan tauhid dan ahlaq.
๐Bangun keyakinan yg kuat pada Allah sejak awal kehidupan.
๐๐๐๐๐๐๐๐
Tugas utama orang tua adalah mengantar anak jadi manusia yg mengerti tujuan hidupnya, untuk apa ia diciptakan.
_Orientasi hidup_ akan menjadi driving force bagi hidupnya kelak.
Anak perlu tahu, bahwa semua tindakannya akan berpengaruh pada dunia, akan bisa merubah dunia.
Menghidupkan jiwa anak anak akan menjadikan mereka pribadi yg _visioner_ sejak usia belia.
Pegangan kokoh umat muslim ada pada Al Quran. Kita berdiskusi dengan anak dan mengajaknya berpikir bagaimana Al Quran menjadi petunjuk dan penilai dalam setiap urusan.
๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ
Apakah bekal yg sudah kita berikan sebagai orang tua?
Semoga keluarga kita selalu di ingatkan dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang.
Serta kita bisa mempertanggung jawabkan tugas kita sebagai orangtua.
Cinta positif adalah cinta yang berdasarkan atas ridho Allah
Cinta positif adalah tauhid
Dekatkan hati kita pada sumber cinta (Allah)
Maafkan kami, ingatkan kami, saling doa.
Wallahu a'lam bish showab.
#topten
#kuliahbunsayiip
#level11
Menanamkan Adab dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak #Game level 11 Day 11
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum wr. wb.
"Alhamdulillahi nasta’iinuhu wanastagh firuhu wana’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa waminsayyi ati a’ maalinaa man yahdihillahu falaa mudhilla lahu waman yudhlil falaa haadiya lahu, asyhadu anlaa ilaha illallaahu wah dahulaa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluhu la nabiya ba’da.”.
star's eleven presents:
*Menanamkan Adab dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak*
Fitrah Seksualitas ini tidak tumbuh berdiri sendiri harus pula diiringi tumbuhnya fitrah lainnya seperti fitrah keimanan, fitrah individualitas dan fitrah sosialitas sehingga agar juga tidak mudah ditularkan penyimpangan seksual oleh lingkungan. Sebuah tugas yang tidak ringan bagi para orang tua oleh karena itu proses penumbuhan fitrah ini dibutuhkan sebuah komunitas yang baik.
Disamping itu menumbuhkan fitrah seksualitas harus dibarengi pula dengan gerakan penanaman adab dalam beraktivitas sehari-hari. Menanamkan adab (QS 66:6) dan menumbuhkanfFitrah (QS 30:30) harus berjalan selaras, keduanya adalah amanah dan tanggungjawab setiap orangtua.
Mendidik Fitrah itu inside out, bagaimana membangkitkan antusias, ghairah, kecintaan dari dalam (intrinsic motivation), karena semua potensi kebaikan sudah terinstal. Mendidik Adab itu outside in, bagaimana nilai nilai Kitabullah perlu ditanamkan sehingga memuliakan potensi fitrah.
Tanpa fitrah yang tumbuh paripurna, Adab akan sulit ditanamkan. Kalaupun bisa, tentu dengan cara pemaksaan bukan berangkat dari kesadaran dan dari dalam diri manusia. Manusia bukan robot, mereka beramal bukan mekanistik seperti mesin atau dengan “stick n carrot” seperti hewan. Manusia yang fitri dan Islami beramal karena niat yang kuat dari dalam dirinya dipandu Kitabullah.
Begitupula tanpa Adab, maka fitrah akan tumbuh menggeragas tanpa arah dan panduan. Potensi keimanan seseorang bisa melantur menjadi kebatinan, potensi bakat pemimpin bisa menyimpang menjadi diktator, potensi belajar dan bernalar akan ngawur menciptakan kehancuran, potensi seksualitas akan berkembang sesat menjadi LGBT dsbnya.
Jangan lupa juga Fitrah seksualitas ditumbuhkan, ini bukan bicara pendidikan seks, tetapi bicara bagaimana ananda berfikir, bersikap, merasa sesuai gendernya. Fitrah seksualitas jika dirawat dan ditumbuhkan sesuai tahapannya dgn pendampingan penuh ayah bunda sejak 0-15 tahun kelak akan berujung od peran Ayah sejati atau Ibu Sejati. Jika tidak dirawat baik maka akan berakibat penyimpangan seperti LGBT atau setidaknya kelak akan gagap jadi Ibu atau gagap jadi Ayah.
Selanjutnya di tulisan mendatang mari kita kupas tuntas, adab apa saja yang perlu kita tanamkan agar fitrah seksualitas anak tumbuh dengan sempurna
#diresume dari beberapa materi kuliah FBE
http://googleweblight.com/?lite_url=http://crayonanakkusatu.blogspot.co.id/2018/01/penanaman-adab-dalam-menumbuhkan-fitrah.html%3Fm%3D1&lc=id-ID&s=1&m=189&host=www.google.co.id&ts=1515897577&sig=AOyes_QmAJFgFknJE-CshD2ql19OH4c27g
[1/17, 20:28] 11 5: Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Pada sesi kedua kali ini akan dibahas tentang *“Adab dalam bergaul”*
Pada dasarnya kita semua yang disini sepakat bahwasannya keluarga merupakan sebuah *team*, dimana para anggotanya saling belajar satu sama lain. Keluarga adalah sebuah *tempat dimana pondasi yang kuat ditanamkan*, termasuk tentang fitrah seksualitas pada anak.
Sikap orang tua menjadi basis atau dasar ataupun sumber dari keingintahuan anak akan fitrah seksualitas. Oleh karenanya apa yang dilakukan orang tua pada dasarnya menjadi *panutan* anak-anaknya.
Berbicara mengenai fitrah seksualitas, tidak lepas dari pembahasan akan *adab*. Didalam agama islam sangat detail membahas tentang adab, karena adab kedudukannya sangat penting. Bahkan kedudukannya sebelum mempelajari ilmu, perlu lebih dulu mempelajari adab.
Pembahasan materi bunda sayang tema 11 tentang fitrah seksualitas dalam sebuah keluarga dapat dikaitkan dengan pembahasan adab berpakaian. Saat membahas tentang adab berpakaian, orang tua dapat memberikan pondasi yang kuat kepada anak tentang batasan *aurat.* Berawal dari situ akan diteruskan dengan adab berteman, adab bertetangga, bergaul di dunia maya dan seterusnya yang merupakan hubungan seorang anak dengan “dunia” luar rumah. Pada saat anak mengetahui adab bergaul seperti apa dari orang tuanya, akan terbawa saat anak bergaul di luar rumah. Dan diharapkan hal itu ditularkan ke teman-tamannya sehingga akan membawa *dampak positif pada lingkungan anak.*
*Orang tua menjadi tauladan* merupakan cara yang efektif untuk mengajarakan adab kepada anak. Bagaimana orang tua besikap, bagaimana orang tua berbicara, bagaimana orang tua mengelolah emosi, menjadi referensi yang kuat bagi anak saat kemudian dia bergaul di “dunia” luar. *Komunikasi yang erat* antara orang tua dan anak menjadi jembatan emas dalam membangun sebuah pondasi yang kuat.
✅Dengan pondasi yang kuat, dan doa yang terus menerus, insya allah anak-anak akan siap menghadapi tantangan di “dunia” luar.
✅Jangan pernah berhenti untuk belajar dan memperbaiki diri karena pondasi yang kuat itu dibangun dari dalam keluarga.
๐ซEleven Stars๐ซ
-Institut Ibu Profesional-
[1/17, 20:36] Finny Noor 11: *Pentingnya Keteladanan Orang tua dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas*
*_Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah_*
Secara bahasa, Fitrah berasal dari akar kata (fa-tho-ro) dalam bahasa Arab (ูุทุฑุฉ) yang berarti membuka, menguak, menumbuhkan, terbit, juga berarti perangai, tabiat, kejadian, asli, agama, penciptaan, insting. Makna lain dari fitrah adalah keadaan yang suci. (Kamus ุงูู ูุฌุฏ)
Maka jika setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah, berarti anak terlahir dalam keadaan suci, terinstall karakter, tabi'at, insting masing-masing, penciptaan memiliki potensi dan misinya masing-masing, senang membuka, menciptakan atau menguak/explore suatu hal.
Jika dalam fitrah keimanan orang tualah yang bertanggung jawab menjadikan anaknya beragama apapun, maka begitu pula terkait dengan fitrah seksualitas. Orangtua yang mengampu tanggung jawab mengenalkan seksualitas ini terhadap anaknya. Satu kewajiban yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak.
Pengajaran adab terbaik adalah *keteladanan.* Sebagaimana yang sudah kita ketahui, bahwa anak-anak tidak pernah salah mengcopy atau meniru. Jadi, tentu orangtualah yang pertama kali harus memberikan pengajaran dalam fitrah seksualitas ini. Dimulai dari bagaimana seorang ayah bersikap sebagai laki-laki, seorang imam, seorang qawwam, kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap anggota keluarganya. Dan ibu sebagai seorang yang feminim, penuh kasih sayang dalam mendidik, melayani seluruh anggota keluarga, ta'zim dan patuh terhadap ayah sebagai pemimpin.
Ketika orang tua sudah menjadi teladan bagi anak, maka fitrah anak yang senang explore sesuatu terutama di usia pre aqil baligh dan aqil baligh terkait dengan seksualitasnya dibahas, diarahkan dan diajarkan. Diantaranya adalah:
☘ Melatih anak meminta izin ketika masuk kamar orang tua
☘ Membiasakan anak menundukkan pandangan dan menutup aurat
☘Melatih anak tidur dengan posisi miring ke kanan (menjauhkan anak dari banyak bentuk penyelewengan seksual di waktu tidur)
☘menjauhkan anak dari ikhtilat bersama lawan jenis
☘mengajarkan QS An Nur untuk anak pre aqil baligh
☘memberi tahu tanda-tanda usia baligh, mengajarkan hak dan kewajiban yang dipikul di usia ini
Assalamualaikum wr. wb.
"Alhamdulillahi nasta’iinuhu wanastagh firuhu wana’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa waminsayyi ati a’ maalinaa man yahdihillahu falaa mudhilla lahu waman yudhlil falaa haadiya lahu, asyhadu anlaa ilaha illallaahu wah dahulaa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluhu la nabiya ba’da.”.
star's eleven presents:
*Menanamkan Adab dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak*
Fitrah Seksualitas ini tidak tumbuh berdiri sendiri harus pula diiringi tumbuhnya fitrah lainnya seperti fitrah keimanan, fitrah individualitas dan fitrah sosialitas sehingga agar juga tidak mudah ditularkan penyimpangan seksual oleh lingkungan. Sebuah tugas yang tidak ringan bagi para orang tua oleh karena itu proses penumbuhan fitrah ini dibutuhkan sebuah komunitas yang baik.
Disamping itu menumbuhkan fitrah seksualitas harus dibarengi pula dengan gerakan penanaman adab dalam beraktivitas sehari-hari. Menanamkan adab (QS 66:6) dan menumbuhkanfFitrah (QS 30:30) harus berjalan selaras, keduanya adalah amanah dan tanggungjawab setiap orangtua.
Mendidik Fitrah itu inside out, bagaimana membangkitkan antusias, ghairah, kecintaan dari dalam (intrinsic motivation), karena semua potensi kebaikan sudah terinstal. Mendidik Adab itu outside in, bagaimana nilai nilai Kitabullah perlu ditanamkan sehingga memuliakan potensi fitrah.
Tanpa fitrah yang tumbuh paripurna, Adab akan sulit ditanamkan. Kalaupun bisa, tentu dengan cara pemaksaan bukan berangkat dari kesadaran dan dari dalam diri manusia. Manusia bukan robot, mereka beramal bukan mekanistik seperti mesin atau dengan “stick n carrot” seperti hewan. Manusia yang fitri dan Islami beramal karena niat yang kuat dari dalam dirinya dipandu Kitabullah.
Begitupula tanpa Adab, maka fitrah akan tumbuh menggeragas tanpa arah dan panduan. Potensi keimanan seseorang bisa melantur menjadi kebatinan, potensi bakat pemimpin bisa menyimpang menjadi diktator, potensi belajar dan bernalar akan ngawur menciptakan kehancuran, potensi seksualitas akan berkembang sesat menjadi LGBT dsbnya.
Jangan lupa juga Fitrah seksualitas ditumbuhkan, ini bukan bicara pendidikan seks, tetapi bicara bagaimana ananda berfikir, bersikap, merasa sesuai gendernya. Fitrah seksualitas jika dirawat dan ditumbuhkan sesuai tahapannya dgn pendampingan penuh ayah bunda sejak 0-15 tahun kelak akan berujung od peran Ayah sejati atau Ibu Sejati. Jika tidak dirawat baik maka akan berakibat penyimpangan seperti LGBT atau setidaknya kelak akan gagap jadi Ibu atau gagap jadi Ayah.
Selanjutnya di tulisan mendatang mari kita kupas tuntas, adab apa saja yang perlu kita tanamkan agar fitrah seksualitas anak tumbuh dengan sempurna
#diresume dari beberapa materi kuliah FBE
http://googleweblight.com/?lite_url=http://crayonanakkusatu.blogspot.co.id/2018/01/penanaman-adab-dalam-menumbuhkan-fitrah.html%3Fm%3D1&lc=id-ID&s=1&m=189&host=www.google.co.id&ts=1515897577&sig=AOyes_QmAJFgFknJE-CshD2ql19OH4c27g
[1/17, 20:28] 11 5: Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Pada sesi kedua kali ini akan dibahas tentang *“Adab dalam bergaul”*
Pada dasarnya kita semua yang disini sepakat bahwasannya keluarga merupakan sebuah *team*, dimana para anggotanya saling belajar satu sama lain. Keluarga adalah sebuah *tempat dimana pondasi yang kuat ditanamkan*, termasuk tentang fitrah seksualitas pada anak.
Sikap orang tua menjadi basis atau dasar ataupun sumber dari keingintahuan anak akan fitrah seksualitas. Oleh karenanya apa yang dilakukan orang tua pada dasarnya menjadi *panutan* anak-anaknya.
Berbicara mengenai fitrah seksualitas, tidak lepas dari pembahasan akan *adab*. Didalam agama islam sangat detail membahas tentang adab, karena adab kedudukannya sangat penting. Bahkan kedudukannya sebelum mempelajari ilmu, perlu lebih dulu mempelajari adab.
Pembahasan materi bunda sayang tema 11 tentang fitrah seksualitas dalam sebuah keluarga dapat dikaitkan dengan pembahasan adab berpakaian. Saat membahas tentang adab berpakaian, orang tua dapat memberikan pondasi yang kuat kepada anak tentang batasan *aurat.* Berawal dari situ akan diteruskan dengan adab berteman, adab bertetangga, bergaul di dunia maya dan seterusnya yang merupakan hubungan seorang anak dengan “dunia” luar rumah. Pada saat anak mengetahui adab bergaul seperti apa dari orang tuanya, akan terbawa saat anak bergaul di luar rumah. Dan diharapkan hal itu ditularkan ke teman-tamannya sehingga akan membawa *dampak positif pada lingkungan anak.*
*Orang tua menjadi tauladan* merupakan cara yang efektif untuk mengajarakan adab kepada anak. Bagaimana orang tua besikap, bagaimana orang tua berbicara, bagaimana orang tua mengelolah emosi, menjadi referensi yang kuat bagi anak saat kemudian dia bergaul di “dunia” luar. *Komunikasi yang erat* antara orang tua dan anak menjadi jembatan emas dalam membangun sebuah pondasi yang kuat.
✅Dengan pondasi yang kuat, dan doa yang terus menerus, insya allah anak-anak akan siap menghadapi tantangan di “dunia” luar.
✅Jangan pernah berhenti untuk belajar dan memperbaiki diri karena pondasi yang kuat itu dibangun dari dalam keluarga.
๐ซEleven Stars๐ซ
-Institut Ibu Profesional-
[1/17, 20:36] Finny Noor 11: *Pentingnya Keteladanan Orang tua dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas*
*_Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah_*
Secara bahasa, Fitrah berasal dari akar kata (fa-tho-ro) dalam bahasa Arab (ูุทุฑุฉ) yang berarti membuka, menguak, menumbuhkan, terbit, juga berarti perangai, tabiat, kejadian, asli, agama, penciptaan, insting. Makna lain dari fitrah adalah keadaan yang suci. (Kamus ุงูู ูุฌุฏ)
Maka jika setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah, berarti anak terlahir dalam keadaan suci, terinstall karakter, tabi'at, insting masing-masing, penciptaan memiliki potensi dan misinya masing-masing, senang membuka, menciptakan atau menguak/explore suatu hal.
Jika dalam fitrah keimanan orang tualah yang bertanggung jawab menjadikan anaknya beragama apapun, maka begitu pula terkait dengan fitrah seksualitas. Orangtua yang mengampu tanggung jawab mengenalkan seksualitas ini terhadap anaknya. Satu kewajiban yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak.
Pengajaran adab terbaik adalah *keteladanan.* Sebagaimana yang sudah kita ketahui, bahwa anak-anak tidak pernah salah mengcopy atau meniru. Jadi, tentu orangtualah yang pertama kali harus memberikan pengajaran dalam fitrah seksualitas ini. Dimulai dari bagaimana seorang ayah bersikap sebagai laki-laki, seorang imam, seorang qawwam, kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap anggota keluarganya. Dan ibu sebagai seorang yang feminim, penuh kasih sayang dalam mendidik, melayani seluruh anggota keluarga, ta'zim dan patuh terhadap ayah sebagai pemimpin.
Ketika orang tua sudah menjadi teladan bagi anak, maka fitrah anak yang senang explore sesuatu terutama di usia pre aqil baligh dan aqil baligh terkait dengan seksualitasnya dibahas, diarahkan dan diajarkan. Diantaranya adalah:
☘ Melatih anak meminta izin ketika masuk kamar orang tua
☘ Membiasakan anak menundukkan pandangan dan menutup aurat
☘Melatih anak tidur dengan posisi miring ke kanan (menjauhkan anak dari banyak bentuk penyelewengan seksual di waktu tidur)
☘menjauhkan anak dari ikhtilat bersama lawan jenis
☘mengajarkan QS An Nur untuk anak pre aqil baligh
☘memberi tahu tanda-tanda usia baligh, mengajarkan hak dan kewajiban yang dipikul di usia ini
Prinsip dan Tahapan Mendidik Fitrah Seksualitas # Game level 11 Day 12
Bismillahirrahmanirrahim. . .
Mendidik ananda sesuai fitrahnya menjadi hal yang perlu mendapat perhatian lebih untuk pendidikan di zaman sekarang. Mengingat tantangan zaman yang tak lagi sama dengan zaman dimana kita selaku orang tua dulu di didik.
Maka dari itu, ada beberapa tahapan prinsipal pendidikan yang bisa diterapkan kepada ananda sesuai fitrah dan rentang usianya.
Mendidik Fitrah Seksualitas adalah merawat, membangkitkan dan menumbuhkan fitrah sesuai gendernya, yaitu bagaimana seorang lelaki berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagaimana lelaki Juga bagaimana seorang perempuan berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagai seorang perempuan.
๐Prinsip 1 : Fitrah Seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah dan Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqilbaligh (15 tahun)
๐Prinsip 2 : Ayah berperan memberikan Suplai Maskulinitas dan Ibu berperan memberikan Suplai Femininitas secara seimbang. Anak lelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Anak perempuan memerlukan suplai femininitas 75% dan suplai maskulinitas 25%.
๐Prinsip 3 : Mendidik Fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung kepada tercapainya Peran Keayahan Sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan sejati bagi anak perempuan. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.
๐Tahap Usia 0-2 tahun : Anak lelaki maupun anak perempuan lebih didekatkan kepada Ibu karena masa menyusui. Menyusui adalah tahap awal penguatan semua konsepsi fitrah termasuk fitrah keimanan dan fitrah seksualitas.
๐Tahap Usia 3-6 tahun : ini Tahap Penguatan Konsepsi Gender dengan Imaji imaji positif tentang gendernya masing masing. Anak lelaki maupun anak perempuan harus didekatkan kepada Ayahnya dan kepada Ibunya. Ayah dan Ibu harus hadir pada fase ini. Indikator tumbuhnya fitrah seksualitas di tahap ini adalah anak dengan jelas dan bangga menyebut gendernya di usia 3 tahun.
๐Tahap Usia 7-10 tahun : Ini tahap Penyadaran Potensi Gender dengan beragam aktifitas yang relevan dengan gendernya. Anak lelaki yang telah ajeg konsep kelelakiannya pada usia 0-6 tahun, maka kini disadarkan potensi kelelakiannya langsung dari Ayah. Anak lelaki lebih didekatkan ke Ayah. Ayah mengajak anak lelakinya pada peran dan aktifitas kelelakian pada kehidupan dan sosialnya, termasuk menjelaskan mimpi basah, fungsi sperma dan mandi wajib.
Begitupula anak perempuan lebih
didekatkan ke Ibu untuk disadarkan peran keperempuanannya dalam kehidupan sosialnya.
Indikator di tahap ini adalah anak lelaki kagum dan ingin seperti ayahnya, anak perempuan kagum dan ingin seperti ibunya.
๐Tahap 11-14 tahun : Ini tahap Pengujian Eksistensi melalui ujian dalam kehidupan nyata. Anak lelaki yang telah sadar potensi kelelakiannya kini harus diuji dengan memahami mendalam lawan jenisnya langsung dari ibunya. Maka anak lelaki di tahap ini lebih didekatkan kepada ibunya agar memahami cara pandang perempuan dari kacamata perempuan (dalam hal ini ibunya). Anak perempuan juga sebaliknya, lebih didekatkan ke ayahnya agar memahami mendalam bagaimana cara pandang lelaki dari kacamata lelaki (dalam hal ini ayahnya). Indikator di tahap ini adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ayah bagi anak lelaki. Bagi anak perempuan adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ibu
๐Tahap => 15 tahun : Ini tahap penyempurnaan fitrah seksualitas sehingga menjadi peran keayahbundaan. Ini adalah masa AqilBaligh atau anak bukan lagi anak anak, tetapi mitra bagi orangtuanya. Secara syariah mereka telah Mukalaf atau mampu memikul beban syariah, termasuk kemampuan untuk menikah atau menjadi ayah sejati atau menjadi ibu sejati.
Semua ulama sepakat bahwa anak pada tahap ini sudah tidak wajib lagi dinafkahi, jikapun masih dinafkahi itu karena statusnya fakir miskin. Maka kewajiban orangtualah untuk mengantarkan anak anak mereka untuk aqilbaligh sempurna dan mencapai peran peradaban bukan hanya dalam profesi namun juga untuk berperan menjadi ayah sejati dan ibu sejati.
๐Catatan 1: Anak anak yang kehilangan salah satu sosok orangtua baik karena meninggal atau karena perceraian, maka wajib segera diberikan sosok pengganti sampai mencapai aqilbaligh baik dari keluarga besar maupun komunitas/jamaah kaum Muslimin.
๐ Catatan 2: Fitrah Seksualitas ini tidak tumbuh berdiri sendiri harus pula diiringi tumbuhnya fitrah lainnya seperti fitrah keimanan, fitrah individualitas dan fitrah sosialitas sehingga agar juga tidak mudah ditularkan penyimpangan seksual oleh lingkungan.
๐Catatan 3: LGBT jelas adalafh penyimpangan fitrah.
Banyak sekali kasus yang dalam kurun waktu dua dekade ini, membuat perempuan terutama ibu, mengerutkan dahi, meneteskan airmata. Kasus-kasus yang memaksa anak kecil terseret dalam pusara kejahatan. Kekerasan terhadap anak, terhadap para penerus Negeri.
Ibu, adalah madrasatul ula, dimana dikatakan ibu Septi, bahwa "Membangun peradaban itu di mulai dari IBUnya. Kalau perempuan tidak bangga menjadi ibu, maka tidak akan lahir GENERASI HEBAT dari rumahmu." Maka, memperbaiki generasi yang mulai porak poranda ini, diperlukan ibu yang kuat, ibu yang cerdas, dan ibu yang militan.
*Lalu, apa hubungan Perbaikan Generasi dengan Fitrah Seksualitas?*
Kita ketahui, kita tidak lagi di rusak dengan di jajah, melainkan, generasi penerus kitalah yang di rusak moral dan akhlaknya. Salah satunya dengan Narkotika. Hal lain yang tak kalah membahayakan adalah *NARKOLEMA _(Narkoba Lewat Mata)_* yaitu dengan di jejali Pornografi dan maraknya LGBT.
Ini bukan lagi kasus yang bisa dilihat dengan sebelah mata, tetapi harus dilihat dengan mata waspada penuh.
Pembagian usia anak seperti yang kami pahami adalah sebagai berikut :
*0-7 tahun*, dimana masa ini, adab serta fitrah keimanan yang lebih diutamakan untuk dididik. Masa dimana pemenuhan egosentris sehingga saat ke tahap berikutnya ia sudah bisa memahami makna tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
*8-10 tahun*, pendampingan dan pengajaran Fitrah Seksualitas lebih dididik. Disamping fitrah keimanan juga terus dididik.
Fitrah Seksualitas adalah bagaimana seseorang bersikap, berfikir, bertindak sesuai dengan gendernya. Berfikir, merasa, bertindak, bersikap, berpakaian dll sebagai seorang laki-laki sejati, atau sebagai perempuan sejati.
Menurut kami, salah satu tujuan membangkitkan Fitrah seksualitas anak adalah agar anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.
Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
Sehingga anak akan mampu dengan tegas menyatakan "saya laki-laki" atau "saya perempuan."
*11-14 tahun*, masa dimana tarik ulur pada anak, percobaan saat anak di lepas ke khalayak, apakah akan terwarnai atau mewarnai. Ini adalah masa paling penting untuk observasi dalam menuntaskan pendampingan pada anak.
*Seberapa Penting Membangkitkan Fitrah Seksualitas pada anak?*
a. Menurut kami, salah satu tujuan membangkitkan Fitrah seksualitas anak adalah agar anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.
Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
Sehingga anak akan mampu dengan tegas menyatakan "saya laki-laki" atau "saya perempuan."
b. Penting agar fokus menjalankan misi hidup, ketika menjadi ibu tidak terbebani dengan peran sbg ayah, ketika menjadi perempuan tidak menuntut agar mampu berperan seperti laki2 dan pada akhirnya terhindar dari penyimpangan
c. Sangat penting, karena dengan bangkitnya fitrah seksualitas sejak dini, anak akan semakin paham perannya sebagai seorang perempuan atau seorang laki2
d. Fitrah seksualitas sangat penting ditanamkan sejak dini, agar ketika terjadi sesuatu diluar perkiraan anak tetap punya penerimaan yg baik thd dirinya.
Satu kasus : pernah ditemui anak laki-laki saat kelas 2 SMA, ibunya meninggal. Lama-lama terjadi penyimpangan perilaku seksual yaitu anak tersebut suka dengan sesama lelaki. Ternyata tinggal dengan Seorang ayah tdk menjamin seorang anak tumbuh fitrah kelelakiannya apalagi jika sang ayah selalu mengalah dng keinginan anak karena alasan kasihan.
e. Menurut kami sangat penting membangkitkan fitrah seksualitas ditengah tantangan zaman saat ini. Karena penyimpangan seksualitas tidak hanya dari golongan paham liberal saja bahkan sekarang udah ada di golongan religius.
Dominasi perempuan untuk guru PAUD juga dapat mempengaruhi perkembangan fitrah seksualitas anak.
Jadi agar anak laki2 kita kelak menjadi ayah sejati dan anak perempuan kita menjadi ibu (madrasatu ula) yg sejati maka penting bagi kita ini membangkitkan fitrah seksualitasnya.
๐จ Beberapa penyebab perilaku seks menyimpang yang berasal dari pola asuh yang keliru :
Mandi bareng tidak berbusana, Ayah dan anak, Ibu dan anak.
Baik sejenis maupun beda jenis kelamin
Sesama sepupuan,
Temen-temen.
Meskipun sesama jenis kelamin.
Tidur dalam satu selimut sesama laki2 dan perempuan, ini biasa nya kalau ada sepupu yang menginap atau sebaliknya.
Pernah melihat ayah dan ibu bersama (anak diatas usia SD yg masih tidur bareng orang tua)
Kecanduan pornografi karena orangtua yang tidak mengerem gadget.
Ayah maupun ibu yang terlalu keras.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Oleh karenanya, penanganan yang paling utama bagi yang sudah kecanduan adalah dengan pembinaan. Sedangkan bagi calon penerus bangsa yang masih belum ternoda, adalah dengan
*Pengajaran dan Pendampingan Fitrah Seksualitas pada Anak Usia pre Aqil Baligh*
Bagi muslim, Kita ketahui, bahwa dalam islam tidak menganut istilah masa anak, remaja, dan dewasa. Akan tetapi adalah masa pre-baligh dan baligh. yang menandakan bagaimana perubahan kewajiban seseorang atas dirinya kepada Tuhannya. Secara biologis, ditandai dengan berubahnya sistem hormon pada diri seseorang. Setiap anak memiliki masa baligh yang berbeda antara rentang umur 12-15 tahun.
Sedangkan aqil, menurut Harry Santosa, Secara umum indikatornya adalah mampu memecahkan masalah, mengambil keputusan, memikul resiko atas sebuah keputusan, bertanggung jawab, mandiri baik secara personal maupun sosial. Khusus untuk laki-laki mampu mencari nafkah sendiri dan pada umumnya adalah mampu memikul beban kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.
Jadi, harapan kami dengan Pendampingan anak di usia Pre Aqil Baligh adalah, anak bisa menuntaskan Masa Aqil Baligh secara Bersamaan. Saat sudah baligh, aqilnya sudah matang dan paham terkait fitrah seksualitas sehingga tidak akan melakukan penyimpangan terhadap hal tersebut.
Mendidik ananda sesuai fitrahnya menjadi hal yang perlu mendapat perhatian lebih untuk pendidikan di zaman sekarang. Mengingat tantangan zaman yang tak lagi sama dengan zaman dimana kita selaku orang tua dulu di didik.
Maka dari itu, ada beberapa tahapan prinsipal pendidikan yang bisa diterapkan kepada ananda sesuai fitrah dan rentang usianya.
Mendidik Fitrah Seksualitas adalah merawat, membangkitkan dan menumbuhkan fitrah sesuai gendernya, yaitu bagaimana seorang lelaki berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagaimana lelaki Juga bagaimana seorang perempuan berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagai seorang perempuan.
๐Prinsip 1 : Fitrah Seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah dan Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqilbaligh (15 tahun)
๐Prinsip 2 : Ayah berperan memberikan Suplai Maskulinitas dan Ibu berperan memberikan Suplai Femininitas secara seimbang. Anak lelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Anak perempuan memerlukan suplai femininitas 75% dan suplai maskulinitas 25%.
๐Prinsip 3 : Mendidik Fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung kepada tercapainya Peran Keayahan Sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan sejati bagi anak perempuan. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.
๐Tahap Usia 0-2 tahun : Anak lelaki maupun anak perempuan lebih didekatkan kepada Ibu karena masa menyusui. Menyusui adalah tahap awal penguatan semua konsepsi fitrah termasuk fitrah keimanan dan fitrah seksualitas.
๐Tahap Usia 3-6 tahun : ini Tahap Penguatan Konsepsi Gender dengan Imaji imaji positif tentang gendernya masing masing. Anak lelaki maupun anak perempuan harus didekatkan kepada Ayahnya dan kepada Ibunya. Ayah dan Ibu harus hadir pada fase ini. Indikator tumbuhnya fitrah seksualitas di tahap ini adalah anak dengan jelas dan bangga menyebut gendernya di usia 3 tahun.
๐Tahap Usia 7-10 tahun : Ini tahap Penyadaran Potensi Gender dengan beragam aktifitas yang relevan dengan gendernya. Anak lelaki yang telah ajeg konsep kelelakiannya pada usia 0-6 tahun, maka kini disadarkan potensi kelelakiannya langsung dari Ayah. Anak lelaki lebih didekatkan ke Ayah. Ayah mengajak anak lelakinya pada peran dan aktifitas kelelakian pada kehidupan dan sosialnya, termasuk menjelaskan mimpi basah, fungsi sperma dan mandi wajib.
Begitupula anak perempuan lebih
didekatkan ke Ibu untuk disadarkan peran keperempuanannya dalam kehidupan sosialnya.
Indikator di tahap ini adalah anak lelaki kagum dan ingin seperti ayahnya, anak perempuan kagum dan ingin seperti ibunya.
๐Tahap 11-14 tahun : Ini tahap Pengujian Eksistensi melalui ujian dalam kehidupan nyata. Anak lelaki yang telah sadar potensi kelelakiannya kini harus diuji dengan memahami mendalam lawan jenisnya langsung dari ibunya. Maka anak lelaki di tahap ini lebih didekatkan kepada ibunya agar memahami cara pandang perempuan dari kacamata perempuan (dalam hal ini ibunya). Anak perempuan juga sebaliknya, lebih didekatkan ke ayahnya agar memahami mendalam bagaimana cara pandang lelaki dari kacamata lelaki (dalam hal ini ayahnya). Indikator di tahap ini adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ayah bagi anak lelaki. Bagi anak perempuan adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ibu
๐Tahap => 15 tahun : Ini tahap penyempurnaan fitrah seksualitas sehingga menjadi peran keayahbundaan. Ini adalah masa AqilBaligh atau anak bukan lagi anak anak, tetapi mitra bagi orangtuanya. Secara syariah mereka telah Mukalaf atau mampu memikul beban syariah, termasuk kemampuan untuk menikah atau menjadi ayah sejati atau menjadi ibu sejati.
Semua ulama sepakat bahwa anak pada tahap ini sudah tidak wajib lagi dinafkahi, jikapun masih dinafkahi itu karena statusnya fakir miskin. Maka kewajiban orangtualah untuk mengantarkan anak anak mereka untuk aqilbaligh sempurna dan mencapai peran peradaban bukan hanya dalam profesi namun juga untuk berperan menjadi ayah sejati dan ibu sejati.
๐Catatan 1: Anak anak yang kehilangan salah satu sosok orangtua baik karena meninggal atau karena perceraian, maka wajib segera diberikan sosok pengganti sampai mencapai aqilbaligh baik dari keluarga besar maupun komunitas/jamaah kaum Muslimin.
๐ Catatan 2: Fitrah Seksualitas ini tidak tumbuh berdiri sendiri harus pula diiringi tumbuhnya fitrah lainnya seperti fitrah keimanan, fitrah individualitas dan fitrah sosialitas sehingga agar juga tidak mudah ditularkan penyimpangan seksual oleh lingkungan.
๐Catatan 3: LGBT jelas adalafh penyimpangan fitrah.
Banyak sekali kasus yang dalam kurun waktu dua dekade ini, membuat perempuan terutama ibu, mengerutkan dahi, meneteskan airmata. Kasus-kasus yang memaksa anak kecil terseret dalam pusara kejahatan. Kekerasan terhadap anak, terhadap para penerus Negeri.
Ibu, adalah madrasatul ula, dimana dikatakan ibu Septi, bahwa "Membangun peradaban itu di mulai dari IBUnya. Kalau perempuan tidak bangga menjadi ibu, maka tidak akan lahir GENERASI HEBAT dari rumahmu." Maka, memperbaiki generasi yang mulai porak poranda ini, diperlukan ibu yang kuat, ibu yang cerdas, dan ibu yang militan.
*Lalu, apa hubungan Perbaikan Generasi dengan Fitrah Seksualitas?*
Kita ketahui, kita tidak lagi di rusak dengan di jajah, melainkan, generasi penerus kitalah yang di rusak moral dan akhlaknya. Salah satunya dengan Narkotika. Hal lain yang tak kalah membahayakan adalah *NARKOLEMA _(Narkoba Lewat Mata)_* yaitu dengan di jejali Pornografi dan maraknya LGBT.
Ini bukan lagi kasus yang bisa dilihat dengan sebelah mata, tetapi harus dilihat dengan mata waspada penuh.
Pembagian usia anak seperti yang kami pahami adalah sebagai berikut :
*0-7 tahun*, dimana masa ini, adab serta fitrah keimanan yang lebih diutamakan untuk dididik. Masa dimana pemenuhan egosentris sehingga saat ke tahap berikutnya ia sudah bisa memahami makna tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
*8-10 tahun*, pendampingan dan pengajaran Fitrah Seksualitas lebih dididik. Disamping fitrah keimanan juga terus dididik.
Fitrah Seksualitas adalah bagaimana seseorang bersikap, berfikir, bertindak sesuai dengan gendernya. Berfikir, merasa, bertindak, bersikap, berpakaian dll sebagai seorang laki-laki sejati, atau sebagai perempuan sejati.
Menurut kami, salah satu tujuan membangkitkan Fitrah seksualitas anak adalah agar anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.
Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
Sehingga anak akan mampu dengan tegas menyatakan "saya laki-laki" atau "saya perempuan."
*11-14 tahun*, masa dimana tarik ulur pada anak, percobaan saat anak di lepas ke khalayak, apakah akan terwarnai atau mewarnai. Ini adalah masa paling penting untuk observasi dalam menuntaskan pendampingan pada anak.
*Seberapa Penting Membangkitkan Fitrah Seksualitas pada anak?*
a. Menurut kami, salah satu tujuan membangkitkan Fitrah seksualitas anak adalah agar anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.
Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.
Sehingga anak akan mampu dengan tegas menyatakan "saya laki-laki" atau "saya perempuan."
b. Penting agar fokus menjalankan misi hidup, ketika menjadi ibu tidak terbebani dengan peran sbg ayah, ketika menjadi perempuan tidak menuntut agar mampu berperan seperti laki2 dan pada akhirnya terhindar dari penyimpangan
c. Sangat penting, karena dengan bangkitnya fitrah seksualitas sejak dini, anak akan semakin paham perannya sebagai seorang perempuan atau seorang laki2
d. Fitrah seksualitas sangat penting ditanamkan sejak dini, agar ketika terjadi sesuatu diluar perkiraan anak tetap punya penerimaan yg baik thd dirinya.
Satu kasus : pernah ditemui anak laki-laki saat kelas 2 SMA, ibunya meninggal. Lama-lama terjadi penyimpangan perilaku seksual yaitu anak tersebut suka dengan sesama lelaki. Ternyata tinggal dengan Seorang ayah tdk menjamin seorang anak tumbuh fitrah kelelakiannya apalagi jika sang ayah selalu mengalah dng keinginan anak karena alasan kasihan.
e. Menurut kami sangat penting membangkitkan fitrah seksualitas ditengah tantangan zaman saat ini. Karena penyimpangan seksualitas tidak hanya dari golongan paham liberal saja bahkan sekarang udah ada di golongan religius.
Dominasi perempuan untuk guru PAUD juga dapat mempengaruhi perkembangan fitrah seksualitas anak.
Jadi agar anak laki2 kita kelak menjadi ayah sejati dan anak perempuan kita menjadi ibu (madrasatu ula) yg sejati maka penting bagi kita ini membangkitkan fitrah seksualitasnya.
๐จ Beberapa penyebab perilaku seks menyimpang yang berasal dari pola asuh yang keliru :
Mandi bareng tidak berbusana, Ayah dan anak, Ibu dan anak.
Baik sejenis maupun beda jenis kelamin
Sesama sepupuan,
Temen-temen.
Meskipun sesama jenis kelamin.
Tidur dalam satu selimut sesama laki2 dan perempuan, ini biasa nya kalau ada sepupu yang menginap atau sebaliknya.
Pernah melihat ayah dan ibu bersama (anak diatas usia SD yg masih tidur bareng orang tua)
Kecanduan pornografi karena orangtua yang tidak mengerem gadget.
Ayah maupun ibu yang terlalu keras.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Oleh karenanya, penanganan yang paling utama bagi yang sudah kecanduan adalah dengan pembinaan. Sedangkan bagi calon penerus bangsa yang masih belum ternoda, adalah dengan
*Pengajaran dan Pendampingan Fitrah Seksualitas pada Anak Usia pre Aqil Baligh*
Bagi muslim, Kita ketahui, bahwa dalam islam tidak menganut istilah masa anak, remaja, dan dewasa. Akan tetapi adalah masa pre-baligh dan baligh. yang menandakan bagaimana perubahan kewajiban seseorang atas dirinya kepada Tuhannya. Secara biologis, ditandai dengan berubahnya sistem hormon pada diri seseorang. Setiap anak memiliki masa baligh yang berbeda antara rentang umur 12-15 tahun.
Sedangkan aqil, menurut Harry Santosa, Secara umum indikatornya adalah mampu memecahkan masalah, mengambil keputusan, memikul resiko atas sebuah keputusan, bertanggung jawab, mandiri baik secara personal maupun sosial. Khusus untuk laki-laki mampu mencari nafkah sendiri dan pada umumnya adalah mampu memikul beban kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.
Jadi, harapan kami dengan Pendampingan anak di usia Pre Aqil Baligh adalah, anak bisa menuntaskan Masa Aqil Baligh secara Bersamaan. Saat sudah baligh, aqilnya sudah matang dan paham terkait fitrah seksualitas sehingga tidak akan melakukan penyimpangan terhadap hal tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)