Materi Matrikulasi IIP batch #2 sesi #5
📝BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR📝
Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar,
Bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan ilmu yang dipilih? kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang teman-teman buat. Sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik (customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.
Sebagaimana yang sudah kita pelajari di materi sebelumnya, bahwa semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar.
Suatu pelajaran yang menurut kita berat jika dilakukan dengan senang hati maka pelajaran yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit.
Jadi suka atau tidaknya kita pada suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa.
*_Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan_*
Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih terus berubah.
Perubahan ini semakin hari semakin cepat sekali.
Anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya.
Apa yang perlu kita persiapkan untuk kita dan anak kita ?
Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal :
1⃣Belajar hal berbeda
2⃣ Cara belajar yang berbeda
3⃣Semangat Belajar yang berbeda
🍀 *Belajar Hal Berbeda*
Apa saja yang perlu di pelajari ?
yaitu dengan belajar apa saja yang bisa:
🍎Menguatkan Iman,
ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya
🍎Menumbuhkan karakter yang baik.
🍎Menemukan passionnya (panggilan hatinya)
*Cara Belajar Berbeda*
Jika dulu kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.
Kita dapat menggunakan jari tangan kita sebagai salah satu cara untuk melatih keterampilan anak2 kita untuk bertanya.
Misalnya :
👍Ibu jari : How
👆Jari telunjuk : Where
✋Jari tengah : What
✋Jari manis : When
✋Jari kelingking : Who
👐Kedua telapak tangan di buka : Why
👏Tangan kanan kemudian diikuti tangan kiri di buka : Which one.
Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya
Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.
Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik
_Apa itu berpikir skeptik ?_
Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.
*Semangat Belajar Yang berbeda*
Semangat belajar yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :
🍀Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.
🍀Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita.
Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).
Yang harus dipahami,
*_Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita_*
Bagaimanakah dengan Strategi Belajarnya?
• Strategi belajar nya adalah dengan menggunakan
*_Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah_*
Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal2 yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin.
Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.
🚫 *_Sebaliknya jangan meratakan lembah_*
yaitu dengan menutupi kekurangannya,
Misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya).
Ini akan menjadikan anak menjadi semakin stress.
Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.
Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.
Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yang suka belajar ?
Caranya adalah :
1⃣ Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati
2⃣Mengetahui tujuannya, cita-citanya
3⃣Mengetahui passionnya
Jika sudah mengerjakan itu semua maka anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.
*_Good is not enough anymore we have to be different_*
Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).
Peran kita sebagai orang tua :
👨👩👧👧Sebaga pemandu : usia 0-8 tahun.
👨👩👧👧Sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun.
kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya
👨👩👧👧sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun keatas.
Cara mengetahui passion anak adalah :
1⃣ _Observation_ ( pengamatan)
2⃣ _engage_(terlibat)
3⃣ _watch and listen_ ( lihat dan dengarkan suara anak)
Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dan lain-lain.
Belajar untuk telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu.
Diajak diskusi tentang kesenangan anak, kalau memang suka maka kita dorong.
Cara mengolah kemampuan berfikir Anak dengan :
1⃣Melatih anak untuk belajar bertanya,
Caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.
2⃣Belajar menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya
3⃣Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari
4⃣Kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.
Selamat belajar dan menjadi teman belajar anak-anak kita,
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber bacaan :
_Dodik Mariyanto, Learning How to Learn, materi workshop, 2014_
_Joseph D Novak, Learning how to learn, e book, 2009_
Beranjak pada Nice Homework sebagai aplikasi penjabaran di atas.
_NICE HOMEWORK #5_
_MATRIKULASI INSTITUT IBU PROFESIONAL BATCH #2_
📝 *BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR*📝 (Learning How to Learn)
Setelah malam ini kita mempelajari tentang “Learning How to Learn” maka kali ini kita akan praktek membuat *Design Pembelajaran* ala kita.
Saya tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan "learning how to learn" dalam membuat NHW #5.
Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.
Bukan hasil sempurna yg kami harapkan, melainkan "proses" anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.
Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
Pada dasarnya materi mengenai Design Pembelajaran adalah materi yang baik secara sadar maupun tidak kita sadari adalah materi yang aplikasinya sering kita lakukan baik disadari ataupun tidak kita sudah melakukannya walaupun tidak secara sistematis. Karena proses dalam memahami sesuatu pastinya memiliki tahapan yang sangat unik dan berbeda bagi setiap individu. Pun demikian proses belajar setiap bunda akan berbeda satu dengan lainnya.
Pada masa kecil saya adalah orang yang menyukai sesuatu hal yang baru pun demikian saat ini, hal baru dan unik memberikan saya tantangan untuk bisa mempelajari dan mendapatkan value nya. Saya orang yang senang berpidato yang pada dasarnya saya senang mengutarakan pendapat saya dan targetnya adalah ingin sekali memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang muncul, dimulai dari pola berpikir sampai dengan mencetuskan kemungkinan - kemungkinan solusi yang bisa diambil dari suatu masalah.
Pada dasarnya dalam setiap materi yang saya pelajari terkadang tidak semua saya bisa hafal satu persatu sehingga saya butuh meringkas nya dengan menuliskan point penting yang mampu menstimulus saya untuk mengingat kan hal inti apa yang bisa di dapatkan dari materi yang sedang saya pelajari.
Pada saat mencari dan menggali materi, Alhamdulillah saya mendapatkan akses bertemu dengan sumber informasi langsung, namun perlu di garis bawahi proses ini pun bisa dilakukan dengan Niat dan usaha karena tentunya kegigihan dan proses untuk mendapatkan informasi inilah yang menentukan pada akhirnya bisa tidaknya saya mendapatkan informasi yang saya butuhkan.
Dalam kegiatan mencari informasi tentang materi tersebut untuk mengumpulkan dan mengolah informasi saya lebih suka belajar dalam kelompok, walaupun untuk proses mencerna dan menganalisa informasi tersebut saya lebih membutuhkan ketenangan setelahnya.
Dalam mempelajari materi dan informasi terkait materi tersebut bisa dikatakan saya membutuhkan waktu belajar yang singkat untuk materi-materi yang memang saya merasakan keingin tahuan dan ketertarikan yang luar biasa. Namun saya membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk hal yang belum saya kuasai dasarnya sama sekali.
Kebiasaan belajar saya adalah menyusun sesuai kebutuhan dan ketertarikan saya terhadap suatu hal, misalnya saja mengenai memasak saya akan mencari tahu terlebih dahulu mengenai type masakannya kemudian bahan dan kemungkinan saya bisa tidaknya untuk menduplikasi masakan tersebut hanya berdasarkan resep yang saya peroleh.
Untuk mendapatkan feedback dari apa yang saya telaah biasanya saya melakukan diskusi dengan sistem wawancara sehingga saya bisa mengamati gesture ataupun pendapat dari orang yang saya rasa kompeten dalam memberikan informasi yang valid terhadap materi yang sedang saya pelajari.
Di masa ini, saya merasa tertarik untuk belajar menjadi pembicara yang baik, tentunya saya mulai dalam keluarga. Karena saya mengamati keberhasilan dalam sebuah keluarga membangun visi dan misinya adalah suatu goal dari proses berkomunikasi dengan cara bicara yang baik. Pun demikian dengan cara komunikasi anak dan orang tuanya akan memunculkan kedekatan yang tidak bisa dicapai apabila tidak baik dalam berbicara.
Dalam mempersiapkan diri untuk mempelajari hal ini saya menargetkan ingin belajar hal ini dalam waktu 5 tahun, namun hal yang bisa menjadi distraction atau pengalihan perhatian adalah dengan misi hidup saya yang belum selesai dengan ingin menjadi seorang dosen namun Bismillahirahmanirrahim sedikit-sedikit saya pun mulai berdamai dan menerima keadaan diri saya sekarang serta senantiasa berusaha untuk terus bersyukur.
Saya terus belajar mengontrol diri dengan memilah dan memperhatikan kelayakan saya dalam menggunakan bahasa setiap kali berinteraksi dengan suami maupun anak-anak, namun saya tidak bisa mengontrol reaksi yang didapat dari lawan saya bicara.
Meraih sukses dalam proses komunikasi ini bisa memberi pengaruh besar dalam keluarga saya karena dengan dibicarakan secara baik dan terarah semua kondisi bisa sedikit-sedikit dipahami untuk kemudian diperoleh solusi yang menyenangkan bagi semua pihak dalam keluarga kecil saya.
Dalam hal sederhana berupa komunikasi kata-kata adalah senjata yang memiliki dua wajah.. Sehingga proses inilah yang memberikan saya ketertarikan untuk bisa mempelajari lebih lagi dari sekedar komunikasi keluarga pada umumnya. Sehingga saya merasa butuh dah ingin menerapkan dalam keluarga saya. Karena kata-kata bisa menjadi kekuatan jika selalu diisi dengan kebaikan pun sebaliknya menjadi bumerang bagi kita bila tidak dapat menggunakannya secara bijak.
Wallohu'alam bish shawab
#Learning How to Learn
# Belajar dari proses hasil adalah Hadiah #Institute Ibu Profesional
# Belajar dengan Hati
Jumat, 18 November 2016
Kamis, 10 November 2016
Proses Mendidik dengan kekuatan Fitrah_NHW#4_Matrikulasi #2_IIP
Bismillahirahmanirrahim....
📚NICE HOME WORK #4
🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀
Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?
Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
c. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Contoh :
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator
d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
Contoh : Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang
e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak. Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone yang ditetapkan oleh ibu tersebut adalah sbb :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha
f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan
Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup Saya, sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini.
Sekarang buatlah sejarah anda sendiri.
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.
Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni Wulandani/
Review... review.. review... review.. Time
Saatnya untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang fitrah diri dan fitrah anak-anak. Sepertinya ini tugas yang cukup berat.. Tapii yang bikin berat itu ya memulainya, kalau sudah dijalani sih insyaAlloh_let it flow_ aja deh.
Nice Homework kali ini berkaitan dengan mengkaji ulang apa yang sudah dikerjakan di NHW 1-3:
a. Heemmh setelah cek dan ricek, sepertinya saya harus berganti haluan untuk bisa jadi ibu yang profesional supaya bisa memanage rumah lebih baik lagi, karena sudah bertekad jadi ibu yang profesional nampaknya selain publik Speaking yang goal di luar, Inside nya harus saya benahi dulu sehingga saya sedikit memutar arah untuk bisa belajar tentang *Manajemen Rumah Tangga* terlebih dahulu.
b. Sepertinya yang ini masih jadi PR soalnya, ngerjain to do list masih menclak-menclok so time managementnya mesti banget-banget dibenahi.
c. Sebagai seorang ibu tentunya banyak inovasi yang perlu dilakukan secara kreatif, dalam hal ini saya sedang selalu berusaha meningkatkan dan memberikan inovasi dalam hal mengatur dan menjadi ibu rumah tangga yang senang dan menyenangkan menjalani peran ini. Saya selalu senang dan berbinar-binar jika anak-anak saya mampu bercerita dengan seru kegiatannya ataupun harapannya ketika berbicara dengan saya.
Misi Hidup: Bermanfaat bagi orang lain, dan menginspirasi orang lain dari bidang publik Speaking dimulai dari dalam rumah.
Bidang : Publik Speaking at Hone
Peran : Inspirator
d. Ilmu penunjang untuk bisa menguasai publik Speaking at Home :
1. Ilmu dasar-dasar publik Speaking
Adalah ilmu pengetahuan mengenai publik Speaking secara umum dan hal-hal dasar yang harus dipenuhi agar seseorang bisa menjadi publik Speaking yang handal.
2. Ilmu psikologi dasar mengenai anak, dan orang tua
dalam sebuah rumah tangga yang ideal terdiri dari orang tua dan anak sehingga karakteristik dasar kemampuan komunikasi anggota di dalam rumah itu harus bisa dipahami.
3. Teknik dan konten publik Speaking dalam rumah tangga
Teknik komunikasi dan persoalan rumah tangga pada umumnya harus bisa ditelusuri dari ilmu ini.
4. Ilmu tentang rumah tangga ideal, beserta kondisi yang memungkinkan terjadi (semisal LDR, single parents dan yang lainnya).
ilmu ini bisa memperjelas dimana letak berhasil dan ketidakberhasilannya sebuah proses komunikasi yang akhirnya bisa menjadi sebuah produk publik Speaking yang berhasil di dalam rumah
5. Ilmu mengenai menjadi motivator dalam kehidupan rumah tangga
e. Milestone : di usia saya yang sudah menginjak angka 31 tahun walaupun baru dan akan memulai perjalanan menjadi produktif dan sukses berpublik Speaking dimulai dalam rumah maka saya tetapkan Milestone sebagai berikut:
KM 0 - KM1 (Tahun ke- 1)= Menguasai ilmu - ilmu dasar tentang publik Speaking
KM 1 - KM 2 (Tahun ke-2)= Menguasai ilmu psikologi dasar orang dewasa dan anak-anak
KM 2 - KM 3 (Tahun ke-3) = Menguasai Teknik dan konten publik Speaking dalam rumah tangga
KM 3 - KM 4 (Tahun ke - 4) =Menguasai ilmu mengenai rumah tangga ideal beserta permasalahan pada umumnya.
KM 4 - KM 5 (Tahun ke-5) = Menguasai ilmu tentang menjadi seorang Motivator handal
f. Revisi Done...!
g. Bismillahirahmanirrahim Just Do it!
/FRA_Matkul #2
#NHW_4/ Matrikulasi Batch #2
#Diraih dengan proses
#Institute Ibu Profesional
📚NICE HOME WORK #4
🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀
Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?
Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
c. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Contoh :
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator
d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
Contoh : Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang
e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak. Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone yang ditetapkan oleh ibu tersebut adalah sbb :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha
f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan
Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup Saya, sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini.
Sekarang buatlah sejarah anda sendiri.
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.
Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni Wulandani/
Review... review.. review... review.. Time
Saatnya untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang fitrah diri dan fitrah anak-anak. Sepertinya ini tugas yang cukup berat.. Tapii yang bikin berat itu ya memulainya, kalau sudah dijalani sih insyaAlloh_let it flow_ aja deh.
Nice Homework kali ini berkaitan dengan mengkaji ulang apa yang sudah dikerjakan di NHW 1-3:
a. Heemmh setelah cek dan ricek, sepertinya saya harus berganti haluan untuk bisa jadi ibu yang profesional supaya bisa memanage rumah lebih baik lagi, karena sudah bertekad jadi ibu yang profesional nampaknya selain publik Speaking yang goal di luar, Inside nya harus saya benahi dulu sehingga saya sedikit memutar arah untuk bisa belajar tentang *Manajemen Rumah Tangga* terlebih dahulu.
b. Sepertinya yang ini masih jadi PR soalnya, ngerjain to do list masih menclak-menclok so time managementnya mesti banget-banget dibenahi.
c. Sebagai seorang ibu tentunya banyak inovasi yang perlu dilakukan secara kreatif, dalam hal ini saya sedang selalu berusaha meningkatkan dan memberikan inovasi dalam hal mengatur dan menjadi ibu rumah tangga yang senang dan menyenangkan menjalani peran ini. Saya selalu senang dan berbinar-binar jika anak-anak saya mampu bercerita dengan seru kegiatannya ataupun harapannya ketika berbicara dengan saya.
Misi Hidup: Bermanfaat bagi orang lain, dan menginspirasi orang lain dari bidang publik Speaking dimulai dari dalam rumah.
Bidang : Publik Speaking at Hone
Peran : Inspirator
d. Ilmu penunjang untuk bisa menguasai publik Speaking at Home :
1. Ilmu dasar-dasar publik Speaking
Adalah ilmu pengetahuan mengenai publik Speaking secara umum dan hal-hal dasar yang harus dipenuhi agar seseorang bisa menjadi publik Speaking yang handal.
2. Ilmu psikologi dasar mengenai anak, dan orang tua
dalam sebuah rumah tangga yang ideal terdiri dari orang tua dan anak sehingga karakteristik dasar kemampuan komunikasi anggota di dalam rumah itu harus bisa dipahami.
3. Teknik dan konten publik Speaking dalam rumah tangga
Teknik komunikasi dan persoalan rumah tangga pada umumnya harus bisa ditelusuri dari ilmu ini.
4. Ilmu tentang rumah tangga ideal, beserta kondisi yang memungkinkan terjadi (semisal LDR, single parents dan yang lainnya).
ilmu ini bisa memperjelas dimana letak berhasil dan ketidakberhasilannya sebuah proses komunikasi yang akhirnya bisa menjadi sebuah produk publik Speaking yang berhasil di dalam rumah
5. Ilmu mengenai menjadi motivator dalam kehidupan rumah tangga
e. Milestone : di usia saya yang sudah menginjak angka 31 tahun walaupun baru dan akan memulai perjalanan menjadi produktif dan sukses berpublik Speaking dimulai dalam rumah maka saya tetapkan Milestone sebagai berikut:
KM 0 - KM1 (Tahun ke- 1)= Menguasai ilmu - ilmu dasar tentang publik Speaking
KM 1 - KM 2 (Tahun ke-2)= Menguasai ilmu psikologi dasar orang dewasa dan anak-anak
KM 2 - KM 3 (Tahun ke-3) = Menguasai Teknik dan konten publik Speaking dalam rumah tangga
KM 3 - KM 4 (Tahun ke - 4) =Menguasai ilmu mengenai rumah tangga ideal beserta permasalahan pada umumnya.
KM 4 - KM 5 (Tahun ke-5) = Menguasai ilmu tentang menjadi seorang Motivator handal
f. Revisi Done...!
g. Bismillahirahmanirrahim Just Do it!
/FRA_Matkul #2
#NHW_4/ Matrikulasi Batch #2
#Diraih dengan proses
#Institute Ibu Profesional
Jumat, 04 November 2016
Membangun Peradaban dari dalam rumah, belajar terus dengan hati..
NICE HOMEWORK #3
📚MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH 📚
Bismillahirahmanirrahim enk... ink enk.. , setelah kita belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.
Seperti biasanya kalau cuma ucapan, tulisan tersirat aja sih gampang... Eemmh yaaang lebih-lebih bikin dag dig dug seer dan berpeluh-peluh keringat sih prakteknya... Naaah saat nya untuk praktek dari banyaaaak materi yang sudah di dapet di matrikulasi IIP Batch #2 Nih... Bismillah
😘😘😘
👨👩👦👦Nikah
Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.
a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
Heemmh awalnya mikir-mikir niih gimana cara yang tepat untuk bikin surat cinta soalnya suami kan orangnya pendiam... Alhasil tanggal 04 Nopember 2016 ini.. DIKIRIM deh tuh surat cinta via WA... tadinya sih tenang-tenang aja, palingan nanti dibacanya... Eeeh ga taunya Allah SWT emang baik bangeet... Doi lg Online juga... Dag dig dug deh dapet balasannya...
Ini dia nih penggalan balasan surat cintanya dari suami :
" Alhamdulillah... bhagia terharu n smakin cintaaaa..."
_ Alhamdulillah ayaaaangquuu... Alloh sudah mempertemukan diriku dengan seorang akhwat yang aku cintai sayangi.. Akhwat itu adalah dirimu wahai istriquuu... Istri yg sdh melahirkan anak2 Qurrota 'ayun, anak2 yg sholeh yg akan mjd penbela islam n kaum muslimin... Jadikanlah ya Alloh keluarga kami keluarga yg sakinah mawaddah warahmah sholeh dan sholehah. Amin... I love u bacause of Alloh... Ini adalah jalan Alloh utk kita utk menggapai syurga dan keridhoanNya.. Ya Alloh jadikan keluarga kami mjd sibghoh utk sodara2 kami dengan sibghoh Mu Ya Alloh.. Sibghoh=Mewarnai. Miss u Love u cause of Alloh...😘😍♥_
Coba gimana ga... Klepek-klepek jadi istri... Hehe... Ga boleh ngiri yaa.. Bismillahirahmanirrahim Mudah2n bisa jd *reminder* buat kami berdua.. Amin
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
*Aa Ghazy* : Aa ghazy punya sifat yang sedikit bossy, walaupun pada situasi tertentu aa lebih bisa legowo n toleran sama adik kecilnya. Namun demikian, aa punya jiwa kepemimpinan yang ga semua anak punya. Sikapnya untuk menentukan sesuatu bisa diandalkan banget terutama di saat-saat yang beberapa waktu lalu kami terkena musibah. Alhamdulillah insting memimpinnya muncul dan bisa kasih solusi.
Walaupun demikian aa ghazy tetap punya kekurangan : dibalik jiwa kepemimpinan nya terkadang egois nya Aa tetep muncul jadi sikap ingin menang sendirinya masih dominan
*Ade Dzakir* =ade dzakir cenderung lebih penurut terutama dalam hal yang sifatnya berkaitan dengan banyak orang, ade lebih bisa diajak negosiasi dan diberi substitusi yang sesuai dengan kondisi yang dialami. Ade ini personal yang lebih tinggi memiliki empati dan kepekaan terhadap lingkungannya cukup tinggi.
Sekali lagi setiap kelebihan ada kekurangan: ade terkadang sudah bilang 'gak bisa' duluan sebelum mencoba melakukan.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.
Potensi diri dalam keluarga : saya punya potensi untuk bisa tetap tegar di hadapan orang lain. Walaupun terkadang sampai berdarah-darah nahan perasaan yang sebenernya. Naaah.. Dilihat dari kondisi rumah tangga yang LDR.. Mungkin ini jadi potensi andalan yang diperlukan supaya anak-anak juga tetap tegar dengan kondisi ini.
Ada lagi kemampuan berbicara (minat dengan publik speaking) juga bisa jadi modal awal berinteraksi lebih cepat dalam hal beradaptasi dengan lingkungan sekitar sekalipun sedang sendiri. Wallohu'alam bish shawab
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?
Lingkungan keluarga tempat kami tinggal saat ini sepertinya masih kurang gotong royong dan rasa saling nya, mengingat kondisi di lingkungan tempat kami tinggal heterogen dari segi profesi sehingga kesenjangan nya terkadang sangat jelas terlihat. Itulah mungkin misi yang Allah SWT titipkan pada keluarga kami dengan membuktikan bahwa kondisi keluarga kami tetap kompak, bisa saling bergotong royong walaupun terbatas jarak dan waktu, namun masih bisa tetep saling... InsyaAlloh Wallohu'alam bish shawab
#Martikulasi IIP Batch 2
#Learning inside out
#From zero to Hero
#NHW3
📚MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH 📚
Bismillahirahmanirrahim enk... ink enk.. , setelah kita belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.
Seperti biasanya kalau cuma ucapan, tulisan tersirat aja sih gampang... Eemmh yaaang lebih-lebih bikin dag dig dug seer dan berpeluh-peluh keringat sih prakteknya... Naaah saat nya untuk praktek dari banyaaaak materi yang sudah di dapet di matrikulasi IIP Batch #2 Nih... Bismillah
😘😘😘
👨👩👦👦Nikah
Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.
a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
Heemmh awalnya mikir-mikir niih gimana cara yang tepat untuk bikin surat cinta soalnya suami kan orangnya pendiam... Alhasil tanggal 04 Nopember 2016 ini.. DIKIRIM deh tuh surat cinta via WA... tadinya sih tenang-tenang aja, palingan nanti dibacanya... Eeeh ga taunya Allah SWT emang baik bangeet... Doi lg Online juga... Dag dig dug deh dapet balasannya...
Ini dia nih penggalan balasan surat cintanya dari suami :
" Alhamdulillah... bhagia terharu n smakin cintaaaa..."
_ Alhamdulillah ayaaaangquuu... Alloh sudah mempertemukan diriku dengan seorang akhwat yang aku cintai sayangi.. Akhwat itu adalah dirimu wahai istriquuu... Istri yg sdh melahirkan anak2 Qurrota 'ayun, anak2 yg sholeh yg akan mjd penbela islam n kaum muslimin... Jadikanlah ya Alloh keluarga kami keluarga yg sakinah mawaddah warahmah sholeh dan sholehah. Amin... I love u bacause of Alloh... Ini adalah jalan Alloh utk kita utk menggapai syurga dan keridhoanNya.. Ya Alloh jadikan keluarga kami mjd sibghoh utk sodara2 kami dengan sibghoh Mu Ya Alloh.. Sibghoh=Mewarnai. Miss u Love u cause of Alloh...😘😍♥_
Coba gimana ga... Klepek-klepek jadi istri... Hehe... Ga boleh ngiri yaa.. Bismillahirahmanirrahim Mudah2n bisa jd *reminder* buat kami berdua.. Amin
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
*Aa Ghazy* : Aa ghazy punya sifat yang sedikit bossy, walaupun pada situasi tertentu aa lebih bisa legowo n toleran sama adik kecilnya. Namun demikian, aa punya jiwa kepemimpinan yang ga semua anak punya. Sikapnya untuk menentukan sesuatu bisa diandalkan banget terutama di saat-saat yang beberapa waktu lalu kami terkena musibah. Alhamdulillah insting memimpinnya muncul dan bisa kasih solusi.
Walaupun demikian aa ghazy tetap punya kekurangan : dibalik jiwa kepemimpinan nya terkadang egois nya Aa tetep muncul jadi sikap ingin menang sendirinya masih dominan
*Ade Dzakir* =ade dzakir cenderung lebih penurut terutama dalam hal yang sifatnya berkaitan dengan banyak orang, ade lebih bisa diajak negosiasi dan diberi substitusi yang sesuai dengan kondisi yang dialami. Ade ini personal yang lebih tinggi memiliki empati dan kepekaan terhadap lingkungannya cukup tinggi.
Sekali lagi setiap kelebihan ada kekurangan: ade terkadang sudah bilang 'gak bisa' duluan sebelum mencoba melakukan.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.
Potensi diri dalam keluarga : saya punya potensi untuk bisa tetap tegar di hadapan orang lain. Walaupun terkadang sampai berdarah-darah nahan perasaan yang sebenernya. Naaah.. Dilihat dari kondisi rumah tangga yang LDR.. Mungkin ini jadi potensi andalan yang diperlukan supaya anak-anak juga tetap tegar dengan kondisi ini.
Ada lagi kemampuan berbicara (minat dengan publik speaking) juga bisa jadi modal awal berinteraksi lebih cepat dalam hal beradaptasi dengan lingkungan sekitar sekalipun sedang sendiri. Wallohu'alam bish shawab
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?
Lingkungan keluarga tempat kami tinggal saat ini sepertinya masih kurang gotong royong dan rasa saling nya, mengingat kondisi di lingkungan tempat kami tinggal heterogen dari segi profesi sehingga kesenjangan nya terkadang sangat jelas terlihat. Itulah mungkin misi yang Allah SWT titipkan pada keluarga kami dengan membuktikan bahwa kondisi keluarga kami tetap kompak, bisa saling bergotong royong walaupun terbatas jarak dan waktu, namun masih bisa tetep saling... InsyaAlloh Wallohu'alam bish shawab
#Martikulasi IIP Batch 2
#Learning inside out
#From zero to Hero
#NHW3
Sabtu, 29 Oktober 2016
Belajar lebih banyak mendengarkan dengan hati_NHW#2_Matrikulasi
Bismillahirahmanirrahim...
NHW kali ini adalah tentang bikin ceklist indikator diri sendiri, sebagai istri, dan sebagai Ibu...
Kalau untuk bikin ceklist indikator diri sendiri sih masih bisa ngebayang-bayangin idealisme diri sendiri, nah klo sebagai istri dan sebagai ibu mesti banyak-banyak tanya ke Suami sama anak-anak.. (sambil senyum-senyum, karena harus translate maksud suami sama anak-anak dalam bentuk ceklist) Semangaat...
NHW kali ini adalah tentang bikin ceklist indikator diri sendiri, sebagai istri, dan sebagai Ibu...
Kalau untuk bikin ceklist indikator diri sendiri sih masih bisa ngebayang-bayangin idealisme diri sendiri, nah klo sebagai istri dan sebagai ibu mesti banyak-banyak tanya ke Suami sama anak-anak.. (sambil senyum-senyum, karena harus translate maksud suami sama anak-anak dalam bentuk ceklist) Semangaat...
NHW kali ini saya tafsirkan sesuai dengan judul diatas lebih banyak mendengarkan suara hati baik itu hati diri sendiri, suami, maupun anak-anak sebagai partner dalam keluarga kecil kami dan hasilnya muncullah beberapa tabel dengan ceklist indikator nya =)
Rabu, 19 Oktober 2016
Fiena_NHW#1_Matrikulasi Batch #2 Menyambut Ilmu dengan cara dan adab yang baik
Fiena Rifanty Arifin_Bandung_NHW#1
📚NICE HOMEWORK #1📚
ADAB MENUNTUT ILMU
Setelah memulai mengikuti matrikulasi Batch #1 walaupun dengan Hasil belum tuntas... Bismillahirahmanirrahim pada matrikulasi Batch #2 ini saya bertekad untuk bisa mengerjakan tugas dan Menjalaninya dengan hati. Walaupun ada sedikit perasaan menyesal kenapa tidak bisa menuntaskan yang sudah saya mulai, walaupun pada waktu itu alasannya karena terkendala teknis. Tapi, dalam setiap kejadian insyaAlloh akan ada hikmah... dan hikmahnya adalah, saya mulai kembali *belajar* menata mendokumentasikan lebih baik portofolio yang pernah saya buat. Sehingga kejadian kehilangan data tidak perlu terulang lagi... Aminn
Menjadi mahasiswi yang mengulang semester, mungkin seperti ini ya rasanya agak canggung tapi tetap semangat... Maka dari itu Bismillahirahmanirrahim... Kita mulai...
Balik lagi dengan Nice HomeWork (NHW) yang supeeer sekali membantu untuk menapaki dan menata tujuan kita salah satunya dimulai dengan apa dan bagaimana:
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Sesuai dengan minat saya mengenai dunia kemasyarakatan, saya ingin sekali belajar dan mendalami ilmu mengenai publik Speaking, dimana hal ini erat kaitannya dengan kegiatan dan kehidupan sehari-hari. Terutama mengenai hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat terkecil yaitu keluarga.
2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Terkadang orang 'menyepelekan' tentang bagaimana cara berbicara tidak hanya terkait teknis tetapi juga memperhatikan situasi dan kondisi ketika akan melakukan komunikasi sehingga saya merasa sangat perlu untuk mempelajari seluk beluk mengenai publik speaking ini karena dengan mengutarakan, salah satunya melalui berbicara di depan khalayak umum bisa memberikan efek yang luar biasa.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Dalam menuntut ilmu publik speaking ini, saya berencana dan yang sedang berjalan juga adalah mengikuti komunitas yang membuat saya bisa mempelajari mengenai teknik dasar dari publik speaking itu sendiri, kemudian mengikuti event-event yang erat kaitannya dengan isu-isu yang berkembang, mengamati dan menganalisis fenomena-fenomena yang terjadi dalam lingkungan masyarakat sebagai akibat dari kegiatan komunikasi masyarakat. Terutama khususnya apa yang terjadi dengan keluarga saya pribadi.
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Selama ini yang saya rasakan ketika berniat menuntut ilmu, terkadang dirundung rasa malas yang pada akhirnya menyebabkan saya menunda dengan alasan akan ada kesempatan yang lain. Namun setelah itu, saya sadari bahwa kesempatan yang sama tidak akan terulang 2 kali. Sehingga saya ingin bersegera dan berusaha menyusun skala prioritas sehingga yang utama tetap menjadi yang pertama dan selanjutnya menentukan skala kebutuhan.
Beragam ilmu bisa kita peroleh dengan baik apabila mengetahui adanya dengan baik pula. Karena ilmu yang baik jika diperoleh dengan cara yang baik InsyaAlloh
akan menjadi baik pula hasil nya... (FRA)
- Matrikulasi Ibu Profesional Batch #2 -
📚NICE HOMEWORK #1📚
ADAB MENUNTUT ILMU
Setelah memulai mengikuti matrikulasi Batch #1 walaupun dengan Hasil belum tuntas... Bismillahirahmanirrahim pada matrikulasi Batch #2 ini saya bertekad untuk bisa mengerjakan tugas dan Menjalaninya dengan hati. Walaupun ada sedikit perasaan menyesal kenapa tidak bisa menuntaskan yang sudah saya mulai, walaupun pada waktu itu alasannya karena terkendala teknis. Tapi, dalam setiap kejadian insyaAlloh akan ada hikmah... dan hikmahnya adalah, saya mulai kembali *belajar* menata mendokumentasikan lebih baik portofolio yang pernah saya buat. Sehingga kejadian kehilangan data tidak perlu terulang lagi... Aminn
Menjadi mahasiswi yang mengulang semester, mungkin seperti ini ya rasanya agak canggung tapi tetap semangat... Maka dari itu Bismillahirahmanirrahim... Kita mulai...
Balik lagi dengan Nice HomeWork (NHW) yang supeeer sekali membantu untuk menapaki dan menata tujuan kita salah satunya dimulai dengan apa dan bagaimana:
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Sesuai dengan minat saya mengenai dunia kemasyarakatan, saya ingin sekali belajar dan mendalami ilmu mengenai publik Speaking, dimana hal ini erat kaitannya dengan kegiatan dan kehidupan sehari-hari. Terutama mengenai hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat terkecil yaitu keluarga.
2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Terkadang orang 'menyepelekan' tentang bagaimana cara berbicara tidak hanya terkait teknis tetapi juga memperhatikan situasi dan kondisi ketika akan melakukan komunikasi sehingga saya merasa sangat perlu untuk mempelajari seluk beluk mengenai publik speaking ini karena dengan mengutarakan, salah satunya melalui berbicara di depan khalayak umum bisa memberikan efek yang luar biasa.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Dalam menuntut ilmu publik speaking ini, saya berencana dan yang sedang berjalan juga adalah mengikuti komunitas yang membuat saya bisa mempelajari mengenai teknik dasar dari publik speaking itu sendiri, kemudian mengikuti event-event yang erat kaitannya dengan isu-isu yang berkembang, mengamati dan menganalisis fenomena-fenomena yang terjadi dalam lingkungan masyarakat sebagai akibat dari kegiatan komunikasi masyarakat. Terutama khususnya apa yang terjadi dengan keluarga saya pribadi.
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Selama ini yang saya rasakan ketika berniat menuntut ilmu, terkadang dirundung rasa malas yang pada akhirnya menyebabkan saya menunda dengan alasan akan ada kesempatan yang lain. Namun setelah itu, saya sadari bahwa kesempatan yang sama tidak akan terulang 2 kali. Sehingga saya ingin bersegera dan berusaha menyusun skala prioritas sehingga yang utama tetap menjadi yang pertama dan selanjutnya menentukan skala kebutuhan.
Beragam ilmu bisa kita peroleh dengan baik apabila mengetahui adanya dengan baik pula. Karena ilmu yang baik jika diperoleh dengan cara yang baik InsyaAlloh
akan menjadi baik pula hasil nya... (FRA)
- Matrikulasi Ibu Profesional Batch #2 -
Minggu, 02 Oktober 2016
NHW_4...Management is the answer
Bismillahirahmanirrahim
Fiena_NHW#4
Try to be a good Manager!!
Layaknya seorang Manager dalam sebuah perusahaan, menjadi manajer di dalam ruang hati setiap anggota keluarga supaya berkenan dengan sistem manajemen kita layaknya mengerjakan tugas yang harus tau terlebih dahulu mulai dari mana dan seperti apa memulainya... Maka dari itu Bismillahirahmanirrahim... Saya mencoba menyusun puzzle tahapan menjadi seorang Manager handal di dalam dan diluar rumah :
a. 3 Aktivitas paling penting : Mengerjakan pekerjaan rumah tangga, menemani dan mendampingi anak, Memperkaya wawasan
3 Aktivitas paling tidak penting : Mengobrol tanpa nilai tambah (hanya sekadar formalitas), menonton tv, melamun.
b. Waktu saya jika di kalkulasikan lebih banyak dipakai untuk 3 kegiatan paling tidak penting... (Hikssss, inalillahi)
Saatnya menyusun rencana program harian yang pada waktu sebelum-sebelumnya pernah juga saya buat. Tapi mudah-mudahan dengan cara dan sistematika yang lebih terarah Bismillahirahmanirrahim... Bisa lebih konsisten untuk pelaksanaannya... Aminnn
--- Jadwal Harian umi GG ---
04.00 - 05.30 : Sholat+ Bersih-bersih rumah
05.31 - 06.00 : Siapkan sarapan + bekal
06.01 - 06.30 : menyiapkan anak-anak
06.31- 06.45 : Persiapan mengantar sekolah
06. 45 - 07.00 : Ke sekolah aa
07.01- 07. 45 : Pendampingan di sekolah
07.46 - 08.15 : Pulang
08.16 - 09.30 : Ke pasar
09.31 - 11.00 : memasak
11. 01- 12.00 : Jemput sekolah
12. 01- 13.00 : Sholat+ Istirahat
13.01 - 15.00: Pengembangan Diri 'Me Time'
15.01- 16.00 : Sholat
16.01- 16.15 : persiapan anak2 ngaji
16.16 - 17.00 : Pendampingan anak2, sosialisasi bersama teman anak2
17.01- 18.00 : Sholat
18.01 - 19.00 : Bimtaq (Bimbingan Iman n Taqwa)
19.01- 19.30 : sholat
19.31- 21.00 : Pendampingan anak2
21.00 - 22.00 :Lanjut kerjaan rumah
22.00 : Istirahat
____ Alhamdulillah ___
#ODOPfor99days
# Jadwal Harian
# day 80
Fiena_NHW#4
Try to be a good Manager!!
Layaknya seorang Manager dalam sebuah perusahaan, menjadi manajer di dalam ruang hati setiap anggota keluarga supaya berkenan dengan sistem manajemen kita layaknya mengerjakan tugas yang harus tau terlebih dahulu mulai dari mana dan seperti apa memulainya... Maka dari itu Bismillahirahmanirrahim... Saya mencoba menyusun puzzle tahapan menjadi seorang Manager handal di dalam dan diluar rumah :
a. 3 Aktivitas paling penting : Mengerjakan pekerjaan rumah tangga, menemani dan mendampingi anak, Memperkaya wawasan
3 Aktivitas paling tidak penting : Mengobrol tanpa nilai tambah (hanya sekadar formalitas), menonton tv, melamun.
b. Waktu saya jika di kalkulasikan lebih banyak dipakai untuk 3 kegiatan paling tidak penting... (Hikssss, inalillahi)
Saatnya menyusun rencana program harian yang pada waktu sebelum-sebelumnya pernah juga saya buat. Tapi mudah-mudahan dengan cara dan sistematika yang lebih terarah Bismillahirahmanirrahim... Bisa lebih konsisten untuk pelaksanaannya... Aminnn
--- Jadwal Harian umi GG ---
04.00 - 05.30 : Sholat+ Bersih-bersih rumah
05.31 - 06.00 : Siapkan sarapan + bekal
06.01 - 06.30 : menyiapkan anak-anak
06.31- 06.45 : Persiapan mengantar sekolah
06. 45 - 07.00 : Ke sekolah aa
07.01- 07. 45 : Pendampingan di sekolah
07.46 - 08.15 : Pulang
08.16 - 09.30 : Ke pasar
09.31 - 11.00 : memasak
11. 01- 12.00 : Jemput sekolah
12. 01- 13.00 : Sholat+ Istirahat
13.01 - 15.00: Pengembangan Diri 'Me Time'
15.01- 16.00 : Sholat
16.01- 16.15 : persiapan anak2 ngaji
16.16 - 17.00 : Pendampingan anak2, sosialisasi bersama teman anak2
17.01- 18.00 : Sholat
18.01 - 19.00 : Bimtaq (Bimbingan Iman n Taqwa)
19.01- 19.30 : sholat
19.31- 21.00 : Pendampingan anak2
21.00 - 22.00 :Lanjut kerjaan rumah
22.00 : Istirahat
____ Alhamdulillah ___
#ODOPfor99days
# Jadwal Harian
# day 80
Rabu, 24 Agustus 2016
Kulwap perdana tentang kemampuan literasi sains
Bismillahirahmanirrahim
24 Agustus 2016
Perdana ngisi kulwap di komunitas IIP, belajar Sharing walopun masih banyaak kekurangan disana sini, moga berkenan yang sudah pernah ikut kulwap nya. Tapi mohon dikoreksi dan diluruskan Kalau ada yang kurang tepat.
🌷 RESUME KULWAP IIP 🌷
Rabu, 24 Agustus 2016
*URGENSI LITERASI SAINS UNTUK ANAK SEJAK USIA DINI*
Oleh: Fiena Rifanty Arifin, S.Si, M.Pd
Secara harfiah literasi berasal dari “Literacy” (dari bahasa inggris) yang berarti melek huruf atau gerakan pemberantasan buta huruf. Kata sains berasal dari “Science” (dari bahasa inggris) yang berarti ilmu pengetahuan. Salah satu indikator keberhasilan siswa menguasai berpikir logis, berpikir kreatif, dan teknologi dapat dilihat dari penguasaan Literasi Sains siswa dari Program PISA.
PISA (PROGRAMME FOR INTERNATIONAL STUDENT ASSESSMENT}
Apa itu PISA?
PISA (Programme for International Student Assessment) adalah studi internasional tentang prestasi literasi membaca, matematika, dan sains siswa sekolah berusia 15 tahun. Studi ini dikoordinasikan oleh OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development) yang berkedudukan di Paris, Perancis.
PISA merupakan studi yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali, yaitu pada tahun 2000, 2003, 2006, 2009, dan seterusnya. Indonesia mulai sepenuhnya berpartisipasi sejak tahun 2000. Pada tahun 2000 sebanyak 41 negara berpartisipasi sebagai peserta sedangkan pada tahun 2003 menurun menjadi 40 negara dan pada tahun 2006 melonjak menjadi 57 negara.
Dalam melakukan studi ini, setiap negara harus mengikuti prosedur operasi standar yang telah ditetapkan, seperti pelaksanaan uji coba dan survei, penggunaan tes dan angket, penentuan populasi dan sampel, pengelolaan dan analisis data, dan pengendalian mutu. Desain dan implementasi studi berada dalam tanggung jawab konsorsium internasional yang beranggotakan the Australian Council for Educational Research(ACER), the Netherlands National Institute for Educational Measurement (Citogroep), the National Institute for Educational Policy Research in Japan (NIER), dan WESTAT United States.
Pentingnya Sains Untuk Anak usia Dini
Anak usia dini, atau usia prasekolah, berada dalam masa emas perkembangan otaknya. Salah satu hasil penelitian menyebutkan, kapasitas kecerdasan anak pada usia empat tahun sudah mencapai 50 persen. Kapasitas ini akan meningkat hingga 80 persen pada usia delapan tahun. Ini menunjukkan pentingnya memberi rangsangan pada anak usia dini.
Mengenalkan sains dan matematika pada anak bukan berarti mengenalkan rumus-rumus. Suasana harus fun, sehingga anak dalam kondisi ceria akan bertanya mengapa bisa demikian? Apakah kejadian selanjutnya? Dan sebagainya.
Perlu diingat, mengenalkan sains pada anak harus sesuai dengan tahapan umur dan perkembangannya. Sebagian besar waktu dari anak usia dini dihabiskan bersama orang tua. Maka yang perlu dilakukan orang tua adalah meluangkan sedikit waktu untuk bermain dengan anak. Dalam situasi bermain itulah kita dapat melakukan eksperimen sains dan mengenalkan matematika.
Bermain merupakan tuntutan dan kebutuhan esensial bagi anak usia dini. Dengan bermain, anak dapat memuaskan tuntutan dan kebutuhan perkembangan dimensi motorik, kognitif, kreativitas, bahasa, emosi, nilai, dan sikap hidup.
Menurut Whiterington (1979), bermain mempunyai fungsi mempermudah perkembangan kognisi anak dan memungkinkan anak melihat lingkungan, mempelajari sesuatu, dan memecahkan masalah yang dihadapi. Selain itu, bermain juga dapat meningkatkan perkembangan sosial anak.
Banyak manfaat yang bisa diperoleh jika anak sejak dini telah diperkenalkan dengan sains. Sains melatih anak bereksperimen dengan melaksanakan beberapa percobaan, memperkaya wawasan anak untuk selalu ingin mencoba dan mencoba. Sehingga sains dapat mengarahkan dan mendorong anak menjadi seorang yang kreatif dan penuh inisiatif.
Sains membiasakan anak-anak mengikuti tahap-tahap eksperimen dan tak boleh menyembunyikan suatu kegagalan. Artinya, sains dapat melatih mental positif, berpikir logis, dan urut (sistematis). Di samping itu, dapat pula melatih anak bersikap cermat, arena anak harus mengamati, menyusun prediksi, dan mengambil keputusan.
Tujuan Pembelajaran Sains Untuk Anak Usia Dini
Ada beberapa pandangan ilmuwan terhadap pendidikan dan pembelajaran sains menyatakan bahwa tujuan pendidikan sains sejalan dengan kurikulum sekolah, yakni mengembangkan anak secara utuh baik aspek domain kognitif, aspek afektif maupun aspek psikomotor anak ( Abruscato, 1928), Sedangkan Sumaji mengemukakan bahwa tujuan sains yang mendasar adalah untuk memupuk pemahaman, minat dan penghargaan anak didik terhadap dunia dimana dia hidup. Sedangkan menurut Liek wilarjo (1988) mengemukakan bahwa fokus dan tekanan pendidikan sains terletak pada bagaimana kita membiarkan diri anak dididik oleh alam agar menjadi lebih baik. Maknanya dididik dengan alam, melatih anak untuk jujur dan tak berprasangka
Leeper (1994) mengemukakan tujuan pembelajaran sains bagi anak usia dini adalah sebagai berikut :
1. Agar anak-anak memiliki kemampuan memecahkan masalah yang dihadapinya melalui penggunaan metode sains, sehingga anak-anak terbantu dan menjadi terampil dalam menyelesaikan berbagai hal yang dihadapinya.
2. Agar anak memiliki sikap ilmiah. Hal-hal yang mendasar, misalnya : tidak cepat-cepat dalam mengambil keputusan, dapat melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, berhati-hati terhadap informasi yang diterimanya serta bersifat terbuka.
3. Agar anak-anak mendapatkan penngetahuan dan informasi ilmiah yang lebih baik dan dapat dipercaya, artinya informasi yang diperoleh anak berdasarkan pada standar keilmuan yang semestinya, karena informasi yang disajikan merupakan hasil temuan dan rumusan yang obyektif serta sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan yang menaunginya.
4. Agar anak lebih berminat dan tertarik untuk menghayati sains yang berada dan ditemukan di lingkungan dan alam sekitarnya.
Daftar pustaka:
# Disadur dari beberapa sumber
- http://googleweblight.com/rhirinliestyawati.blogspot.com/2013/07/pentingnya-sains-untuk-anak-usia-dini.
- http://litbang.kemdikbud.go.id/index.php/survei-internasional-pisa
✨Tanya Jawab ✨
1⃣ Tanya: Ratih-Bansel
Kemampuan dasar apa yg perlu disiapkan agar keterampilan literasi bisa maksimal...
Jawab:
Pada dasarnya, setiap manusia sudah memiliki curiosity atau keingintahuan yang tinggi dan menjadi bekal awal bagi para orangtua mengasah kemampuan literasi anak, karena setiap anak unik setiap anak akan bisa lebih menonjol di aspek tertentu. misal menganalisis, memecahkan masalah dan sebagainya. Namun secara umum bisa disiapkan untuk anak kemampuan dasar analisis, misal : kenapa kalau kran air dibiarkan terus menyala, setelah tempat penampungan air penuh airnya tumpah? Kemudian bisa dikaitkan dengan konsep sederhana sesuai fitrah usia anak, lalu dikaitkan dengan pendidikan sikap/ karakter misal supaya air tidak terbuang sia-sia harus bagaimana?, sehingga di tahap selanjutnya anak bisa mengambil kesimpulan dari analisis yg dibuat dan memunculkan solusi.
Curiosity, kemampuan analisis, pendidikan karakter, serta kemampuan mengambil keputusan bisa melejitkan kemampuan literasi anak pada umumnya.
Waalohu'alam bish shawab
2⃣ Tanya: Inda-banut 2
Untuk bisa menerapkan literasi sains pada anak saya yang usianya masih 2, 5 tahun apa yang harus dilakukan? Contoh permainan sains nya seperti apa?
Terus apakah bisa menggunakan peralatan yang ada di rumah?
Jawab:
Teh inda, terimakasih untuk pertanyaannya
Untuk usia 2,5 tahun yang harus dilakukan adalah bermain dengan fun karena sesuai fitrah anak pada usia tersebut, kemampuan anak menangkap sesuatu entah itu terkait kemampuan menangkap situasi ataupun kejadian bisa sangat menempel ketika anak dalam kondisi bahagia. Sehingga proses 'belajar' itu akan bisa mengalir dengan Mudah.
Terkait jenis permainannya ada banyak Hal yg bisa dilakukan dan sangat bisa dilakukan dirumah.
Ada beberapa jenis keterampilan sains dapat dilatihkan pada anak usia dini.Pertama, mengamati. Caranya, ajak anak-anak mengamati fenomena alam yang terjadi di sekeliling kita. Dimulai dari yang paling sederhana. Misalnya, mengapa es bisa mencair? Mengapa ada siang dan malam, dan sebagainya.
Kedua, mengelompokkan. Dalam hal ini, anak diminta untuk menggolongkan benda sesuai kategori masing-masing. Misalnya kelompok bunga-bungaan, kelompok biji-jian, kelompok warna yang sama, dan lain sebagainya.
Ketiga, memprediksi. Misalnya, berapa lama es akan mencair, berapa lama lilin akan meleleh, berapa lama air yang panas akan menjadi dingin, dan seterusnya.
Keempat, menghitung. Kita mendorong anak untuk menghitung benda-benda yang ada di sekeliling, kemudian mengenalkan bentuk-bentuk benda kepadanya.
Jadi, sains dan matematika sebenarnya dapat diperkenalkan kepada anak sejak usia dini. Tentu dengan memperhatikan cara dan bahasa penyampaiannya, serta disesuaikan dengan umur dan perkembangan si anak.
Contoh permainan yang relevan untuk usia anak 2,5 tahun :
*Bermain gelembung sabun*
Anak sangat menyukai bermain gelembung sabun. Dari kegiatan ini anak bisa belajar bahwa jenis benda cair bukan hanya air tp ada air sabun misalnya yang dapat membentuk gelembung raksasa,atau bentuk lainnya dari gelembung tersebut. Dan ini pun tentu dapat sekaligus melatih kemampuan motoriknya.
*Mengenal Binatang*
Binatang merupakan mahluk yang menarik bagi anak-anak karena mampu merespon rangsang. Anak kucing misalnya akan mengejar dan menerkam benda-benda yang bergerak. Meskipun masih diperdebatkan dari segi sanitasi dan higienisnya, memelihara hewan peliharaan dapat mengembangkan rasa kasih dan sayang pada anak. Bukankah Rasululloh pun memiliki hewan kesayangan berupa seekor kucing??hayoo siapa yang tahu namanya? Melalui binatang anak akan belajar banyak tentang mahluk tersebut. Oleh karena itu di nagara-negara maju, kebun binatang dilengkapi dengan pojok sains (sains center) dimana anak dapat berinteraksi dengan bintang yang jinak dan bersih sambil mempelajarinya. Ada beberapa keuntungan yang diperoleh anak jika berinteraksi dengan binatang. Pertama, anak belajar mengenal dan menghargai mahluk hidup, ia belajar bahwa mahluk hidup memerlukan makanan, papan dan kasih sayang. Kedua, anak belajar untuk menyayangi binatang yang pada akhirnya akan menumuhkan rasa kasih sayang pada mahluk hidup.
Nah disamping 'belajar' tentang sains anak pun bisa belajar mengenai sirah Nabawiyah
Wallohu'alam bish shawab
3⃣ Tanya: Uput_Banut1
1. Teh Fien, jadi dalam praktek praktisnya kebiasaan apa yg sebaiknya kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi anak? Apakah menanyakan dg format 5W+1H+what if+which one termasuk merangsang kemampuan literasi anak?
2. Bentuk percobaan sains seperti apa yang bisa dilakukan untuk anak2?
Bisakah percobaan2 ini dilakukan secara spontan tanpa persiapan misalnya saat sedang jalan2?
3. Menurut hasil studi pisa apa yg membuat Korea selatan switch tempat dg Finlandia di 3 thn berikutnya? Kemunduran apa yg terjadi di Korea selatan dan kemajuan apa yg terjadi di Finlandia?
Jawab:
Waah Teh uput pertanyaannya Mantaap:
1. Teh uput 5W+1H+ WHAT IF +WHICH ONE itu pada dasarnya hanya sebagai tools atau alat untuk memunculkan rasa ingin tahu anak, yang harus dilakukan orang tua adalah lebih kepada menjadi fasilitator yang bisa mendampingi kebutuhan anak untuk mengeksplorasi dan 'memuaskan'' rasa ingin tahunya.
2. Sangat bisa teh karena Alam sekitar bisa jadi media yang sangat baik untuk menjelaskan konsep sains pada anak, tapi tentunya harus digunakan bahasa dan penjelasan sesuai umur anak.
Yang paling penting anak harus mengalami langsung kegiatannya misal ke kebun binatang mengelompokkan binatang yang bisa dan tidak bisa terbang. dll
3. Berdasarkan informasi tentang kultur di kedua negara, Finlandia mulai menerapkan sistem pembelajaran berdasarkan minat anak sehingga kemampuan literasi anak-anak yang diuji pada masa itu mulai mengalami peningkatan.
Wallohu'alam bish shawab
4⃣ Tanya: Nur Septiani Hayati (epi)_banut2
1.Bunda, ingin bertanya, seperti apakah metodenya agar pengenalan sains ke anak sesuai tahapan umur, misal porsi bermain sekian persen dan porsi belajarnya sekian persen utk anak usia sekian. Mgkn kah ada diagram antara porsi usia vs kuantitas belajar ? Krn menurut saya usia emas juga usia utk mengembangkan motorik kasar+halus yg nantinya berdampak jg pd perkembangan otak.
2. Pertanyaan kedua, sebagai contoh kita ingin sekali mendidik anak kita utk mempelajari/mendalami nilai2 yg ada di alquran, tapi itu byk sekali blm lagi hrs dihafalkan, blm lagi tantangan2 anak lainnya. Bagaimanakah strategi yg benar dlm mendidik anak ttg hal yg satu ini sejak dr usia emas atau kandungan mgkn?
Segitu dlu bunda, mhn maaf dan terimakasih...
Jawab:
1. Teh Epi, metode untuk mengajarkan apapun tidak terkecuali sains untuk anak-anak menurut saya adalah saya dengan cara *Bermain yang menyenangkan* karena berdasarkan pengalaman, anak-anak yang merasakan ketertarikan terhadap informasi tertentu dan menimbulkan rasa ingin tahu yang besar apabila kegiatan nya menyenangkan akan dapat menangkap informasi jauh lebih baik dibandingkan dengan anak yang kurang 'tertarik''. Sehingga menjadi PR untuk para orang tua untuk 'mengajarkan'' sesuatu melalui kegiatan yang *menyenangkan*. Setiap anak adalah unik, maka persentase proporsi belajar n bermain akan berbeda tiap individu tapi akan sangat menyenangkan bila dengan bermain anak bisa sekaligus belajar. Pun demikian dengan sains, tidak hanya melulu bermuatan 'pelajaran'' tetapi juga bisa dikaitkan dengan melatih kemampuan motorik halus, kasar dsb. Karena setiap anak adalah unik, hasil akan berbeda untuk setiap individu namun secara kasar bisa diperhatikan bahwa kemampuan anak untuk dapat berkonsentrasi penuh adalah 1menit x usianya.
2. Balik lagi kepada strategi 'mengajarkannya'' dalam sains anak harus bisa mengalami langsung tentang apa yang diamatinya. Sehingga terkait isi, hikmah yang terdapat dalam Al-Qur’an bisa juga dikenalkan melalui mengamati alam sekitar misal pergantian siang dan malam, kenapa bisa demikian karena ada Allah SWT yang mengatur itu semua.. Jadi sains tidak melulu tentang informasi keilmuannya saja tetapi sangat terintegrasi/ tergabung dengan ilmu lainnya seperti tadi tentang ketauhidan mengenal Allah SWT sang maha pencipta. Mengenai pengenalan alangkah baiknya dapat dikenalkan semenjak dini termasuk saat masih di dalam kandungan karena calon bayi sudah dapat mengamati lingkungan sejak masih di dalam kandungan walaupun masih sangat terbatas.
Wallohu'alam bish shawab
5⃣Iswi_banut 2.
1.Bagaimana cara menstimulus anak untuk bisa dan mau belajar sains?
2. Adakah contoh2nya?
3. Anak saya 3 (umur 2, umur 7 dan umur 10), apakah saya boleh melakukan percobaan sainsnya sama buat ke 3nya?
Trimakasih😊
1. Teh Iswi, untuk menstimulus anak mau mengenal sains kuncinya adalah *menarik dan menyenangkan* sehingga memunculkan rasa ingin tahu anak, tentunya dengan mengkondisikan diri orang tua siap menjadi fasilitator pertanyaan anak.
2. Contoh eksperimen sains sangat banyak sekali diantaranya :
Ada beberapa materi sains yang sesuai untuk anak prasekolah terutama usia 5-6 tahun. Pembelajaran topik-topik sains hendaknya lebih bersifat memberikan pengalaman tangan pertama (first-hand experience) kepada anak, bukan mempelajari konsep saians yang abstrak. Selain itu pembelajaran sains hendaknya mengembangkan kemampuana observasi, klasifikasi, pengukuran, mengunakan bilangan dan mengidentifikasi hubungan sebab akibat. Materi tersebut antara lain:
1. Mengenal gerak:
Anak sangat senang bermain dengan benda-benda yang dapat bergrak, memutar, menggelinding, melenting, atau melorot. Ada beberpa kegiatan untuk mengenalkan anak dengan gerakan, antara lain:
a. Menggelinding dan bentuk benda: Materi ini menyadarkan anak akan sebab-sebab timbulnya gerakan pada benda. Kemiringan papan, bentuk benda slilidris dan kotak, halus kasarnya permukaan benda ikut mempengaruhi kecepatan gerakan. Materi ini juga dapat melatih kemampuan observasi.
b. Menggelinding dan ukuran benda: Bermain dengan cara menggelindingkan benda-benda dengan berbagai ukuran akan membantu siswa untuk mengenal bahwa besar kecil, berat ringannya suatu benda akan mempengaruhi gerak benda tersebut. Meteri ini juga melatih kemampuan observasi pada anak.
2. Mengenal benda cair
Bermain dengan air merupakan salah satu kesenangan anak. Pendidik dapat mengarahkan permainan tersebut agar anak dapat memiliki berbagai pengalaman tentang air. Air senantiasa menyesuaikan bentuknya dengan bentuk wadahnya. Air mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yng lebih rendah atau dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah. Berbagai kegiatan n dengn air, antara lain:
a. Konservasi volume: Kegiatan ini merupakan cara untuk melatih anak memahami isi atau volume benda cair. Anak Pra operasional belum dapat memahami konservasi volume (Piaget 1972). Oleh karena itu memperkenalkan anak dengan bejana yang dapat diisi akan membantu anak memahami konservasi volume. Sambil mengisi botol besar, lalu memindahkan ke botol yang lebih kecil dan sebalaiknya, anak belajar mengunakan bilangan untuk menghitung banyaknya air yang dimasukkan ke botol tersebut. Anak juga akan berlatih memahami pengertian lebih banyak dan lebih sedikit. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan di luar kelas. Agar tidak basah, sebaiknya anak diminta memakai rompi plastik.
b. Tenggelam dan terapung: Kegiatan ini dapat dilakukan di kelas atau di luar kelas. Jika di kelas, beri alas plastik dan koran agar air tidak mmbasahi tempat. Tujuan kegiatan ini adalah agar anak diberi pengalaman bahwa ada benda yang tenggelam an ada yang terapung. Anak sering mengira benda yang berukuran kecil terapung dan yang besar tenggelam. Tenggelam atau terapung tidak ditentukan oleh ukuran benda melainkan oleh berat jenis benda.
3. Sangat sangat bisa teh Iswi tp tentu gunakan penjelasan dengan bahasa sesuai umurnya
Wallohu'alam bish shawab
6⃣. 🙋 Lela_Bansel
T fiena yang baik mw tnya
1. Apakah kemampuan literasi anak itu bisa diukur dari cepat atau lambatnya anak mulai belajar bicara?
2. Apa tips t fiena untuk menstimulasi kemampuan literasi anak?
Mencoba menjawab yaa teh...
1. Teh lela yang baik... Menurut pengamatan saya tidak teh... Karena kemampuan literasi lebih kepada pemahaman. Ketika anak belum lancar bicara namun sudah mampu mengutarakan maksud melalui tindakan anak sudah mulai belajar mengeksplorasi lingkungan sekitar, tinggal orang tua yang berperan menstimulus kemampuan bicara anak untuk lebih memahami tindakan anak. Jd peran orang tua lah yang lebih bisa membimbing dan terus memunculkan rasa penasaran anak untuk selalu mengasah kemampuan literasi nya.
2. Tips dari saya ketika kita mengasah kemampuan literasi anak hendak lah terus diberi bimbingan dan pemahaman berproses bukan sekedar jawaban. Karena pada dasarnya literasi sains adalah mengenai proses berpikir tanpa mengesampingkan hasil
Wallohu'alam bish shawab
7⃣. Nita_Banut 1
1. Bagaimana cara pengenalan sauna pada anak yang baru berusia 3th ?
2. Permainan apa saja yang cocok untuk anak 3 tahun ?
1. Teh Nita, pengenalan anak usia 3thn bisa dimulai dari lingkungan sekitar misal tentang apa yang terjadi kalau air diberi susu..(mengenal konsep larutan), jika bola di tendang jadi bagaimana? Apakah sama menggelinding jika kardus misalnya ditendang ( mengenalkan konsep bentuk), dan lainnya
2. Permainan yang cocok misal tebak-tebakan jenis hewan yang ada di air, udara dan darat. Kemudian tentang benda langit ketika siang ataupun malam. Jd lebih ke konsep sederhana yang tidak abstrak, artinya anak bisa melihat objek nya...
Wallohu'alam bish shawab
8⃣ Yasmin_Banut1
Secara umum kemampuan literasi anak bisa kita nilai bagus/tidaknya secara pengamatan awam itu spt apa? Implemantasi dalam kehidupan sehari2nya spt apa?
Kemampuan literasi anak secara umum dapat dilihat ketika anak senang mengamati, menganalisis dan mengeksplorasi apapun terkait benda, peristiwa serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Dan pasti setiap anak hasilnya akan berbeda tingkatan pencapaiannya. Terkait dengan kehidupan kesehariannya anak bisa lebih menonjol dalam hal mengambil keputusan karena faham akan konsekuensi sebab akibat. Misal jika bola di tendang keras, akan menggelinding dengan cepat dan jauh, artinya anak akan belajar tentang konsekuensi untuk mengambilnya kembali jika ingin memainkan bola lagi. Sehingga dia perlu mengambil keputusan untuk segera bereaksi mengambil tindakan yang tepat, tidak dengan menyuruh orang lain misalnya.
Contoh lain misalnya : anak dikenalkan pada tumbuhan, ttg bagaimana merawatnya dari benih hingga berbuah, ini mengajarkan dia pada kepekaan lingkungan sehingga lebih menghargai makhluk hidup lainnya dan menumbuhkan ketauhidan pada Allah SWT yang menciptakan tumbuhan, sekaligus mengenalkan konsep tumbuh dan berkembang.
Wallohu'alam bish shawab
9⃣ Uput_Banut1
Adakah perbedaan perkembangan kemampuan literasi pada anak perempuan dan laki2 direntang umur yang sama?
Berdasarkan hasil penelitian yang pernah saya lakukan pada anak usia kelas 7, terdapat perbedaan kemampuan literasi sains anak dengan hasil dimana anak laki-laki lebih unggul dalam menganalisa materi soal dengan bentuk gambar/ grafik dan tabel lainnya. Pada anak perempuan lebih unggul pada type soal cerita. Dan hal ini diperkuat dengan wawancara dimana anak perempuan lebih unggul dalam hal memaparkan kembali baik dari segi bahasa dan sistematika penyampaiannya.
Wallohu'alam bish shawab
Pertanyaan Literasi Sains
Terima kasih atas kesempatannya teh Anisa dan tim.
1⃣0⃣Deasy_IIP Bansel
1. Ibu maaf...klau boleh tau, dimanakah irisan urgensinya Literasi Sains dengan anak usia dini? bukankah dunia anak2 memang banyak eksplorasi, rasa ingin tahunya besar, tak bosan bertanya, tak takut mencoba.
2. Sejauh mana pengenalan LS pada anak2 usia dini, berpengaruh pada saat mereka dewasa kelak? (Mungkin sdh ada penelitian atau contoh dr anak2 yg mengikuti uji PISA)
Terima kasih atas jawabannya bu 🙏🏾
Teh deasy hatur nuhun untuk pertanyaannya :
1. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh ketika saya mengerjakan proyek ini, ternyata pembiasaan semenjak dini tentang 'melek sains' ini terutama di Indonesia sangat memprihatinkan terbukti ketika Indonesia mengikuti PISA. Hasilnya berada jauh di bawah negara-negara yang sama-sama berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa minat baca, minat *Memahami* akan sains, serta matematika (karena dalam PISA tidak hanya materi sains, tetapi juga matematika dan membaca dijadikan materi uji) di Indonesia sangat rendah. Sehingga titik inilah yang menjadi point penting kemampuan literasi baik sains, matematika ataupun minat baca di Indonesia sangat perlu di kenalkan pada usia dini dengan harapan tingkat keterampilan anak-anak Indonesia secara umum (tidak hanya satu atau dua orang saja yang menonjol) mampu sejajar atau bahkan melebihi negara-negara lain. Sehingga IPM (indeks pembangunan manusia) nya diharapkan semakin meningkat apabila kemampuan literasi nya diarahkan sejak dini, walaupun sesuai fitrahnya anak-anak memang sudah memiliki kemampuan literasi, tinggal orang tua mengarahkan dan memfasilitasi.
2. Untuk hal ini belum ada penelitian yang mengkhususkan pada individu tertentu. Namun demikian secara umum, kemampuan literasi atau melek huruf ini menjadi salah satu indikator keberhasilan meningkat atau menurunnya IPM suatu negara untuk kemudian digolongkan pada negara maju, berkembang atau tertinggal.
Wallohu'alam bish shawab
1⃣1⃣ Lia_Bansel
✋ sebaiknya pengenalan literasi itu usia berapa, trus teknis nya bagai mana kalo untuk anak2, nuhun.
Jawab:
Teh lia dan bunda-bunda yang lain saya luruskan sedikit yaa... Literasi itu bukan tentang mengenalkan dan dikenalkan tapi lebih kepada *kemampuan* memahami peristiwa, analisis serta hal sebab akibat. Tidak seperti kita mengajarkan anak tentang menghias kue misalnya yang dinilai adalah hasil akhirnya bagus atau tidaknya hasil dari anak menghias kue tersebut. Tapi literasi mengajarkan lebih kepada proses dan kerangka berpikir nya... Artinya kemampuan literasi itu perlu diasah semenjak dini. Karena kemampuan berpikir anak terus berkembang sehingga bisa kita analogikan misal kalau air dipanaskan terus menerus kenapa jadi sedikit ya de airnya? anak di fasilitasi oleh orang tua untuk mengarahkan kepada proses kerangka berpikir yang akhirnya anak akan menemukan jawabannya sendiri. Misal jawaban anak. Kan ada proses pemanasan yang menjadikan air menguap sehingga volume airnya berkurang.
Wallohu'alam bish shawab✅
1⃣2⃣ Cucu_Banut 2
Assalaamualaikum.. Teh Ai anu geulis pisan.. mo nitip pertanyaan buat Teh Fiena...
Teh Fiena apakah ada referensi yang bisa di download atau dicari untuk mendampingi anak balita dan anak remaja untuk belajar sains? Jazakillaah Teh Fiena Teh Ai🙏🏼😘
Jawab :
12. Last but not least
Wa'alaikumussalam warrohmatullohi wabbarokatuh
Untuk panduan formal saya belum menemukan teh barangkali ada yang bisa Sharing tukar informasi with pleasure. Berikut saya lampirkan beberapa Alamat Web yang bisa dijadikan inspirasi :
- http://www.science-sparks.com/2013/05/19/summer-science/
- https://sciencebob.com/category/experiments/
- https://www.buzzfeed.com/peggy/kids-science-experiments-that-adults-can-enjoy-too?utm_term=.tc9wGgxARB#.eaY4OvYR1J
Wallohu'alam bish shawab
Yeaay science is fun...✅
Pertanyaan tambahan:
1⃣3⃣ Uput - Banut 1
Ada ngga standar literasi per umur? Adakah 'warning' bagi orangtua ketika diumur sekian belum menunjukkan sikap tertentu? Jika mmg ada 'warning' tsb bisakah ketertinggalan tsb diperkecil gap nya? Satu lagi teh Fien, apakah orangtua yg notabene sudah banyak menganalisa masalah dan mengambil keputusan artinya kemampuan literasinya bagus?
Jawab:
Standard literasi sesuai umur pada dasar nya tidak ada batasan teh... Karena Di pelaksanaan PISA sendiri rentang usia anak yg diuji adalah usia 13-15 tapi yang diambil adalah usia 15 tahun karena menurut Piaget di usia tersebut anak mulai mampu berpikir abstrak. Kemampuan literasi ini pada dasarnya adalah mengenai kemampuan analisis kreatif seseorang istilahnya high order thinking dimana kita dituntut untuk mampu berpikir analisis kreatif tentang sesuatu hingga pada akhirnya akan menghasilkan problem solving. Berbeda dengan yang pada umumnya sistem pembelajaran di Indonesia masih bersifat low order thinking.
Kalau untuk kemampuan Literasi ini disesuaikan dengan umur anak tetapi tidak mesti seperti perkembangan fisik teh krn sifatnya ini pembiasaan cara berpikir untuk menghadapi suatu tantangan persoalan. Sehingga tidak ada patokan baku. Sehingga bisa dikatakan tidak ada gap antara kesesuaian umur dengan kemampuan literasi seseorang, lebih kepada pembiasaan orang tersebut berpikir apakah high order thinking atau low order thinking.
1⃣4⃣ Fina - Banut 1
🙋🏽nanya jg mski telat teh fien,klo bwt yg speech delay gmn ya? Apa dl yg hrs ddahulukn?
Jawab:
Teh Fin klo speech delay biasanya perlu dilakukan dulu analisis mulai dari fisiologi dan fisiknya artinya dilakukan oleh ahli supaya ketahuan sumber utama terjadi speech delay pada anak. Setelah ketahuan baru bisa disesuaikan dengan penyebab terjadinya speech delay. Seperti ada kasus speech delay krn kurang gaul dengan anak seusia nya adanya main sama orang dewasa. Kemampuan literasi nya dimulai dengan cara tutor sebaya, 'dipasangkan' dengan teman seumur nya diajak keliling mengamati ruang sekolah n dibiasakan main di lingkungan sekitar dengan tutor sebayanya itu. Jd kita menggunakan perantara istilahnya untuk bisa memperkenalkan kemampuan literasi pada anak yg speech delay ini melalui temannya.
🍃🍃🍃 SEKIAN 🍃🍃🍃
#ODOPfor99days
#day 79
# Scientific Literacy
24 Agustus 2016
Perdana ngisi kulwap di komunitas IIP, belajar Sharing walopun masih banyaak kekurangan disana sini, moga berkenan yang sudah pernah ikut kulwap nya. Tapi mohon dikoreksi dan diluruskan Kalau ada yang kurang tepat.
🌷 RESUME KULWAP IIP 🌷
Rabu, 24 Agustus 2016
*URGENSI LITERASI SAINS UNTUK ANAK SEJAK USIA DINI*
Oleh: Fiena Rifanty Arifin, S.Si, M.Pd
Secara harfiah literasi berasal dari “Literacy” (dari bahasa inggris) yang berarti melek huruf atau gerakan pemberantasan buta huruf. Kata sains berasal dari “Science” (dari bahasa inggris) yang berarti ilmu pengetahuan. Salah satu indikator keberhasilan siswa menguasai berpikir logis, berpikir kreatif, dan teknologi dapat dilihat dari penguasaan Literasi Sains siswa dari Program PISA.
PISA (PROGRAMME FOR INTERNATIONAL STUDENT ASSESSMENT}
Apa itu PISA?
PISA (Programme for International Student Assessment) adalah studi internasional tentang prestasi literasi membaca, matematika, dan sains siswa sekolah berusia 15 tahun. Studi ini dikoordinasikan oleh OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development) yang berkedudukan di Paris, Perancis.
PISA merupakan studi yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali, yaitu pada tahun 2000, 2003, 2006, 2009, dan seterusnya. Indonesia mulai sepenuhnya berpartisipasi sejak tahun 2000. Pada tahun 2000 sebanyak 41 negara berpartisipasi sebagai peserta sedangkan pada tahun 2003 menurun menjadi 40 negara dan pada tahun 2006 melonjak menjadi 57 negara.
Dalam melakukan studi ini, setiap negara harus mengikuti prosedur operasi standar yang telah ditetapkan, seperti pelaksanaan uji coba dan survei, penggunaan tes dan angket, penentuan populasi dan sampel, pengelolaan dan analisis data, dan pengendalian mutu. Desain dan implementasi studi berada dalam tanggung jawab konsorsium internasional yang beranggotakan the Australian Council for Educational Research(ACER), the Netherlands National Institute for Educational Measurement (Citogroep), the National Institute for Educational Policy Research in Japan (NIER), dan WESTAT United States.
Pentingnya Sains Untuk Anak usia Dini
Anak usia dini, atau usia prasekolah, berada dalam masa emas perkembangan otaknya. Salah satu hasil penelitian menyebutkan, kapasitas kecerdasan anak pada usia empat tahun sudah mencapai 50 persen. Kapasitas ini akan meningkat hingga 80 persen pada usia delapan tahun. Ini menunjukkan pentingnya memberi rangsangan pada anak usia dini.
Mengenalkan sains dan matematika pada anak bukan berarti mengenalkan rumus-rumus. Suasana harus fun, sehingga anak dalam kondisi ceria akan bertanya mengapa bisa demikian? Apakah kejadian selanjutnya? Dan sebagainya.
Perlu diingat, mengenalkan sains pada anak harus sesuai dengan tahapan umur dan perkembangannya. Sebagian besar waktu dari anak usia dini dihabiskan bersama orang tua. Maka yang perlu dilakukan orang tua adalah meluangkan sedikit waktu untuk bermain dengan anak. Dalam situasi bermain itulah kita dapat melakukan eksperimen sains dan mengenalkan matematika.
Bermain merupakan tuntutan dan kebutuhan esensial bagi anak usia dini. Dengan bermain, anak dapat memuaskan tuntutan dan kebutuhan perkembangan dimensi motorik, kognitif, kreativitas, bahasa, emosi, nilai, dan sikap hidup.
Menurut Whiterington (1979), bermain mempunyai fungsi mempermudah perkembangan kognisi anak dan memungkinkan anak melihat lingkungan, mempelajari sesuatu, dan memecahkan masalah yang dihadapi. Selain itu, bermain juga dapat meningkatkan perkembangan sosial anak.
Banyak manfaat yang bisa diperoleh jika anak sejak dini telah diperkenalkan dengan sains. Sains melatih anak bereksperimen dengan melaksanakan beberapa percobaan, memperkaya wawasan anak untuk selalu ingin mencoba dan mencoba. Sehingga sains dapat mengarahkan dan mendorong anak menjadi seorang yang kreatif dan penuh inisiatif.
Sains membiasakan anak-anak mengikuti tahap-tahap eksperimen dan tak boleh menyembunyikan suatu kegagalan. Artinya, sains dapat melatih mental positif, berpikir logis, dan urut (sistematis). Di samping itu, dapat pula melatih anak bersikap cermat, arena anak harus mengamati, menyusun prediksi, dan mengambil keputusan.
Tujuan Pembelajaran Sains Untuk Anak Usia Dini
Ada beberapa pandangan ilmuwan terhadap pendidikan dan pembelajaran sains menyatakan bahwa tujuan pendidikan sains sejalan dengan kurikulum sekolah, yakni mengembangkan anak secara utuh baik aspek domain kognitif, aspek afektif maupun aspek psikomotor anak ( Abruscato, 1928), Sedangkan Sumaji mengemukakan bahwa tujuan sains yang mendasar adalah untuk memupuk pemahaman, minat dan penghargaan anak didik terhadap dunia dimana dia hidup. Sedangkan menurut Liek wilarjo (1988) mengemukakan bahwa fokus dan tekanan pendidikan sains terletak pada bagaimana kita membiarkan diri anak dididik oleh alam agar menjadi lebih baik. Maknanya dididik dengan alam, melatih anak untuk jujur dan tak berprasangka
Leeper (1994) mengemukakan tujuan pembelajaran sains bagi anak usia dini adalah sebagai berikut :
1. Agar anak-anak memiliki kemampuan memecahkan masalah yang dihadapinya melalui penggunaan metode sains, sehingga anak-anak terbantu dan menjadi terampil dalam menyelesaikan berbagai hal yang dihadapinya.
2. Agar anak memiliki sikap ilmiah. Hal-hal yang mendasar, misalnya : tidak cepat-cepat dalam mengambil keputusan, dapat melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, berhati-hati terhadap informasi yang diterimanya serta bersifat terbuka.
3. Agar anak-anak mendapatkan penngetahuan dan informasi ilmiah yang lebih baik dan dapat dipercaya, artinya informasi yang diperoleh anak berdasarkan pada standar keilmuan yang semestinya, karena informasi yang disajikan merupakan hasil temuan dan rumusan yang obyektif serta sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan yang menaunginya.
4. Agar anak lebih berminat dan tertarik untuk menghayati sains yang berada dan ditemukan di lingkungan dan alam sekitarnya.
Daftar pustaka:
# Disadur dari beberapa sumber
- http://googleweblight.com/rhirinliestyawati.blogspot.com/2013/07/pentingnya-sains-untuk-anak-usia-dini.
- http://litbang.kemdikbud.go.id/index.php/survei-internasional-pisa
✨Tanya Jawab ✨
1⃣ Tanya: Ratih-Bansel
Kemampuan dasar apa yg perlu disiapkan agar keterampilan literasi bisa maksimal...
Jawab:
Pada dasarnya, setiap manusia sudah memiliki curiosity atau keingintahuan yang tinggi dan menjadi bekal awal bagi para orangtua mengasah kemampuan literasi anak, karena setiap anak unik setiap anak akan bisa lebih menonjol di aspek tertentu. misal menganalisis, memecahkan masalah dan sebagainya. Namun secara umum bisa disiapkan untuk anak kemampuan dasar analisis, misal : kenapa kalau kran air dibiarkan terus menyala, setelah tempat penampungan air penuh airnya tumpah? Kemudian bisa dikaitkan dengan konsep sederhana sesuai fitrah usia anak, lalu dikaitkan dengan pendidikan sikap/ karakter misal supaya air tidak terbuang sia-sia harus bagaimana?, sehingga di tahap selanjutnya anak bisa mengambil kesimpulan dari analisis yg dibuat dan memunculkan solusi.
Curiosity, kemampuan analisis, pendidikan karakter, serta kemampuan mengambil keputusan bisa melejitkan kemampuan literasi anak pada umumnya.
Waalohu'alam bish shawab
2⃣ Tanya: Inda-banut 2
Untuk bisa menerapkan literasi sains pada anak saya yang usianya masih 2, 5 tahun apa yang harus dilakukan? Contoh permainan sains nya seperti apa?
Terus apakah bisa menggunakan peralatan yang ada di rumah?
Jawab:
Teh inda, terimakasih untuk pertanyaannya
Untuk usia 2,5 tahun yang harus dilakukan adalah bermain dengan fun karena sesuai fitrah anak pada usia tersebut, kemampuan anak menangkap sesuatu entah itu terkait kemampuan menangkap situasi ataupun kejadian bisa sangat menempel ketika anak dalam kondisi bahagia. Sehingga proses 'belajar' itu akan bisa mengalir dengan Mudah.
Terkait jenis permainannya ada banyak Hal yg bisa dilakukan dan sangat bisa dilakukan dirumah.
Ada beberapa jenis keterampilan sains dapat dilatihkan pada anak usia dini.Pertama, mengamati. Caranya, ajak anak-anak mengamati fenomena alam yang terjadi di sekeliling kita. Dimulai dari yang paling sederhana. Misalnya, mengapa es bisa mencair? Mengapa ada siang dan malam, dan sebagainya.
Kedua, mengelompokkan. Dalam hal ini, anak diminta untuk menggolongkan benda sesuai kategori masing-masing. Misalnya kelompok bunga-bungaan, kelompok biji-jian, kelompok warna yang sama, dan lain sebagainya.
Ketiga, memprediksi. Misalnya, berapa lama es akan mencair, berapa lama lilin akan meleleh, berapa lama air yang panas akan menjadi dingin, dan seterusnya.
Keempat, menghitung. Kita mendorong anak untuk menghitung benda-benda yang ada di sekeliling, kemudian mengenalkan bentuk-bentuk benda kepadanya.
Jadi, sains dan matematika sebenarnya dapat diperkenalkan kepada anak sejak usia dini. Tentu dengan memperhatikan cara dan bahasa penyampaiannya, serta disesuaikan dengan umur dan perkembangan si anak.
Contoh permainan yang relevan untuk usia anak 2,5 tahun :
*Bermain gelembung sabun*
Anak sangat menyukai bermain gelembung sabun. Dari kegiatan ini anak bisa belajar bahwa jenis benda cair bukan hanya air tp ada air sabun misalnya yang dapat membentuk gelembung raksasa,atau bentuk lainnya dari gelembung tersebut. Dan ini pun tentu dapat sekaligus melatih kemampuan motoriknya.
*Mengenal Binatang*
Binatang merupakan mahluk yang menarik bagi anak-anak karena mampu merespon rangsang. Anak kucing misalnya akan mengejar dan menerkam benda-benda yang bergerak. Meskipun masih diperdebatkan dari segi sanitasi dan higienisnya, memelihara hewan peliharaan dapat mengembangkan rasa kasih dan sayang pada anak. Bukankah Rasululloh pun memiliki hewan kesayangan berupa seekor kucing??hayoo siapa yang tahu namanya? Melalui binatang anak akan belajar banyak tentang mahluk tersebut. Oleh karena itu di nagara-negara maju, kebun binatang dilengkapi dengan pojok sains (sains center) dimana anak dapat berinteraksi dengan bintang yang jinak dan bersih sambil mempelajarinya. Ada beberapa keuntungan yang diperoleh anak jika berinteraksi dengan binatang. Pertama, anak belajar mengenal dan menghargai mahluk hidup, ia belajar bahwa mahluk hidup memerlukan makanan, papan dan kasih sayang. Kedua, anak belajar untuk menyayangi binatang yang pada akhirnya akan menumuhkan rasa kasih sayang pada mahluk hidup.
Nah disamping 'belajar' tentang sains anak pun bisa belajar mengenai sirah Nabawiyah
Wallohu'alam bish shawab
3⃣ Tanya: Uput_Banut1
1. Teh Fien, jadi dalam praktek praktisnya kebiasaan apa yg sebaiknya kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi anak? Apakah menanyakan dg format 5W+1H+what if+which one termasuk merangsang kemampuan literasi anak?
2. Bentuk percobaan sains seperti apa yang bisa dilakukan untuk anak2?
Bisakah percobaan2 ini dilakukan secara spontan tanpa persiapan misalnya saat sedang jalan2?
3. Menurut hasil studi pisa apa yg membuat Korea selatan switch tempat dg Finlandia di 3 thn berikutnya? Kemunduran apa yg terjadi di Korea selatan dan kemajuan apa yg terjadi di Finlandia?
Jawab:
Waah Teh uput pertanyaannya Mantaap:
1. Teh uput 5W+1H+ WHAT IF +WHICH ONE itu pada dasarnya hanya sebagai tools atau alat untuk memunculkan rasa ingin tahu anak, yang harus dilakukan orang tua adalah lebih kepada menjadi fasilitator yang bisa mendampingi kebutuhan anak untuk mengeksplorasi dan 'memuaskan'' rasa ingin tahunya.
2. Sangat bisa teh karena Alam sekitar bisa jadi media yang sangat baik untuk menjelaskan konsep sains pada anak, tapi tentunya harus digunakan bahasa dan penjelasan sesuai umur anak.
Yang paling penting anak harus mengalami langsung kegiatannya misal ke kebun binatang mengelompokkan binatang yang bisa dan tidak bisa terbang. dll
3. Berdasarkan informasi tentang kultur di kedua negara, Finlandia mulai menerapkan sistem pembelajaran berdasarkan minat anak sehingga kemampuan literasi anak-anak yang diuji pada masa itu mulai mengalami peningkatan.
Wallohu'alam bish shawab
4⃣ Tanya: Nur Septiani Hayati (epi)_banut2
1.Bunda, ingin bertanya, seperti apakah metodenya agar pengenalan sains ke anak sesuai tahapan umur, misal porsi bermain sekian persen dan porsi belajarnya sekian persen utk anak usia sekian. Mgkn kah ada diagram antara porsi usia vs kuantitas belajar ? Krn menurut saya usia emas juga usia utk mengembangkan motorik kasar+halus yg nantinya berdampak jg pd perkembangan otak.
2. Pertanyaan kedua, sebagai contoh kita ingin sekali mendidik anak kita utk mempelajari/mendalami nilai2 yg ada di alquran, tapi itu byk sekali blm lagi hrs dihafalkan, blm lagi tantangan2 anak lainnya. Bagaimanakah strategi yg benar dlm mendidik anak ttg hal yg satu ini sejak dr usia emas atau kandungan mgkn?
Segitu dlu bunda, mhn maaf dan terimakasih...
Jawab:
1. Teh Epi, metode untuk mengajarkan apapun tidak terkecuali sains untuk anak-anak menurut saya adalah saya dengan cara *Bermain yang menyenangkan* karena berdasarkan pengalaman, anak-anak yang merasakan ketertarikan terhadap informasi tertentu dan menimbulkan rasa ingin tahu yang besar apabila kegiatan nya menyenangkan akan dapat menangkap informasi jauh lebih baik dibandingkan dengan anak yang kurang 'tertarik''. Sehingga menjadi PR untuk para orang tua untuk 'mengajarkan'' sesuatu melalui kegiatan yang *menyenangkan*. Setiap anak adalah unik, maka persentase proporsi belajar n bermain akan berbeda tiap individu tapi akan sangat menyenangkan bila dengan bermain anak bisa sekaligus belajar. Pun demikian dengan sains, tidak hanya melulu bermuatan 'pelajaran'' tetapi juga bisa dikaitkan dengan melatih kemampuan motorik halus, kasar dsb. Karena setiap anak adalah unik, hasil akan berbeda untuk setiap individu namun secara kasar bisa diperhatikan bahwa kemampuan anak untuk dapat berkonsentrasi penuh adalah 1menit x usianya.
2. Balik lagi kepada strategi 'mengajarkannya'' dalam sains anak harus bisa mengalami langsung tentang apa yang diamatinya. Sehingga terkait isi, hikmah yang terdapat dalam Al-Qur’an bisa juga dikenalkan melalui mengamati alam sekitar misal pergantian siang dan malam, kenapa bisa demikian karena ada Allah SWT yang mengatur itu semua.. Jadi sains tidak melulu tentang informasi keilmuannya saja tetapi sangat terintegrasi/ tergabung dengan ilmu lainnya seperti tadi tentang ketauhidan mengenal Allah SWT sang maha pencipta. Mengenai pengenalan alangkah baiknya dapat dikenalkan semenjak dini termasuk saat masih di dalam kandungan karena calon bayi sudah dapat mengamati lingkungan sejak masih di dalam kandungan walaupun masih sangat terbatas.
Wallohu'alam bish shawab
5⃣Iswi_banut 2.
1.Bagaimana cara menstimulus anak untuk bisa dan mau belajar sains?
2. Adakah contoh2nya?
3. Anak saya 3 (umur 2, umur 7 dan umur 10), apakah saya boleh melakukan percobaan sainsnya sama buat ke 3nya?
Trimakasih😊
1. Teh Iswi, untuk menstimulus anak mau mengenal sains kuncinya adalah *menarik dan menyenangkan* sehingga memunculkan rasa ingin tahu anak, tentunya dengan mengkondisikan diri orang tua siap menjadi fasilitator pertanyaan anak.
2. Contoh eksperimen sains sangat banyak sekali diantaranya :
Ada beberapa materi sains yang sesuai untuk anak prasekolah terutama usia 5-6 tahun. Pembelajaran topik-topik sains hendaknya lebih bersifat memberikan pengalaman tangan pertama (first-hand experience) kepada anak, bukan mempelajari konsep saians yang abstrak. Selain itu pembelajaran sains hendaknya mengembangkan kemampuana observasi, klasifikasi, pengukuran, mengunakan bilangan dan mengidentifikasi hubungan sebab akibat. Materi tersebut antara lain:
1. Mengenal gerak:
Anak sangat senang bermain dengan benda-benda yang dapat bergrak, memutar, menggelinding, melenting, atau melorot. Ada beberpa kegiatan untuk mengenalkan anak dengan gerakan, antara lain:
a. Menggelinding dan bentuk benda: Materi ini menyadarkan anak akan sebab-sebab timbulnya gerakan pada benda. Kemiringan papan, bentuk benda slilidris dan kotak, halus kasarnya permukaan benda ikut mempengaruhi kecepatan gerakan. Materi ini juga dapat melatih kemampuan observasi.
b. Menggelinding dan ukuran benda: Bermain dengan cara menggelindingkan benda-benda dengan berbagai ukuran akan membantu siswa untuk mengenal bahwa besar kecil, berat ringannya suatu benda akan mempengaruhi gerak benda tersebut. Meteri ini juga melatih kemampuan observasi pada anak.
2. Mengenal benda cair
Bermain dengan air merupakan salah satu kesenangan anak. Pendidik dapat mengarahkan permainan tersebut agar anak dapat memiliki berbagai pengalaman tentang air. Air senantiasa menyesuaikan bentuknya dengan bentuk wadahnya. Air mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yng lebih rendah atau dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah. Berbagai kegiatan n dengn air, antara lain:
a. Konservasi volume: Kegiatan ini merupakan cara untuk melatih anak memahami isi atau volume benda cair. Anak Pra operasional belum dapat memahami konservasi volume (Piaget 1972). Oleh karena itu memperkenalkan anak dengan bejana yang dapat diisi akan membantu anak memahami konservasi volume. Sambil mengisi botol besar, lalu memindahkan ke botol yang lebih kecil dan sebalaiknya, anak belajar mengunakan bilangan untuk menghitung banyaknya air yang dimasukkan ke botol tersebut. Anak juga akan berlatih memahami pengertian lebih banyak dan lebih sedikit. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan di luar kelas. Agar tidak basah, sebaiknya anak diminta memakai rompi plastik.
b. Tenggelam dan terapung: Kegiatan ini dapat dilakukan di kelas atau di luar kelas. Jika di kelas, beri alas plastik dan koran agar air tidak mmbasahi tempat. Tujuan kegiatan ini adalah agar anak diberi pengalaman bahwa ada benda yang tenggelam an ada yang terapung. Anak sering mengira benda yang berukuran kecil terapung dan yang besar tenggelam. Tenggelam atau terapung tidak ditentukan oleh ukuran benda melainkan oleh berat jenis benda.
3. Sangat sangat bisa teh Iswi tp tentu gunakan penjelasan dengan bahasa sesuai umurnya
Wallohu'alam bish shawab
6⃣. 🙋 Lela_Bansel
T fiena yang baik mw tnya
1. Apakah kemampuan literasi anak itu bisa diukur dari cepat atau lambatnya anak mulai belajar bicara?
2. Apa tips t fiena untuk menstimulasi kemampuan literasi anak?
Mencoba menjawab yaa teh...
1. Teh lela yang baik... Menurut pengamatan saya tidak teh... Karena kemampuan literasi lebih kepada pemahaman. Ketika anak belum lancar bicara namun sudah mampu mengutarakan maksud melalui tindakan anak sudah mulai belajar mengeksplorasi lingkungan sekitar, tinggal orang tua yang berperan menstimulus kemampuan bicara anak untuk lebih memahami tindakan anak. Jd peran orang tua lah yang lebih bisa membimbing dan terus memunculkan rasa penasaran anak untuk selalu mengasah kemampuan literasi nya.
2. Tips dari saya ketika kita mengasah kemampuan literasi anak hendak lah terus diberi bimbingan dan pemahaman berproses bukan sekedar jawaban. Karena pada dasarnya literasi sains adalah mengenai proses berpikir tanpa mengesampingkan hasil
Wallohu'alam bish shawab
7⃣. Nita_Banut 1
1. Bagaimana cara pengenalan sauna pada anak yang baru berusia 3th ?
2. Permainan apa saja yang cocok untuk anak 3 tahun ?
1. Teh Nita, pengenalan anak usia 3thn bisa dimulai dari lingkungan sekitar misal tentang apa yang terjadi kalau air diberi susu..(mengenal konsep larutan), jika bola di tendang jadi bagaimana? Apakah sama menggelinding jika kardus misalnya ditendang ( mengenalkan konsep bentuk), dan lainnya
2. Permainan yang cocok misal tebak-tebakan jenis hewan yang ada di air, udara dan darat. Kemudian tentang benda langit ketika siang ataupun malam. Jd lebih ke konsep sederhana yang tidak abstrak, artinya anak bisa melihat objek nya...
Wallohu'alam bish shawab
8⃣ Yasmin_Banut1
Secara umum kemampuan literasi anak bisa kita nilai bagus/tidaknya secara pengamatan awam itu spt apa? Implemantasi dalam kehidupan sehari2nya spt apa?
Kemampuan literasi anak secara umum dapat dilihat ketika anak senang mengamati, menganalisis dan mengeksplorasi apapun terkait benda, peristiwa serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Dan pasti setiap anak hasilnya akan berbeda tingkatan pencapaiannya. Terkait dengan kehidupan kesehariannya anak bisa lebih menonjol dalam hal mengambil keputusan karena faham akan konsekuensi sebab akibat. Misal jika bola di tendang keras, akan menggelinding dengan cepat dan jauh, artinya anak akan belajar tentang konsekuensi untuk mengambilnya kembali jika ingin memainkan bola lagi. Sehingga dia perlu mengambil keputusan untuk segera bereaksi mengambil tindakan yang tepat, tidak dengan menyuruh orang lain misalnya.
Contoh lain misalnya : anak dikenalkan pada tumbuhan, ttg bagaimana merawatnya dari benih hingga berbuah, ini mengajarkan dia pada kepekaan lingkungan sehingga lebih menghargai makhluk hidup lainnya dan menumbuhkan ketauhidan pada Allah SWT yang menciptakan tumbuhan, sekaligus mengenalkan konsep tumbuh dan berkembang.
Wallohu'alam bish shawab
9⃣ Uput_Banut1
Adakah perbedaan perkembangan kemampuan literasi pada anak perempuan dan laki2 direntang umur yang sama?
Berdasarkan hasil penelitian yang pernah saya lakukan pada anak usia kelas 7, terdapat perbedaan kemampuan literasi sains anak dengan hasil dimana anak laki-laki lebih unggul dalam menganalisa materi soal dengan bentuk gambar/ grafik dan tabel lainnya. Pada anak perempuan lebih unggul pada type soal cerita. Dan hal ini diperkuat dengan wawancara dimana anak perempuan lebih unggul dalam hal memaparkan kembali baik dari segi bahasa dan sistematika penyampaiannya.
Wallohu'alam bish shawab
Pertanyaan Literasi Sains
Terima kasih atas kesempatannya teh Anisa dan tim.
1⃣0⃣Deasy_IIP Bansel
1. Ibu maaf...klau boleh tau, dimanakah irisan urgensinya Literasi Sains dengan anak usia dini? bukankah dunia anak2 memang banyak eksplorasi, rasa ingin tahunya besar, tak bosan bertanya, tak takut mencoba.
2. Sejauh mana pengenalan LS pada anak2 usia dini, berpengaruh pada saat mereka dewasa kelak? (Mungkin sdh ada penelitian atau contoh dr anak2 yg mengikuti uji PISA)
Terima kasih atas jawabannya bu 🙏🏾
Teh deasy hatur nuhun untuk pertanyaannya :
1. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh ketika saya mengerjakan proyek ini, ternyata pembiasaan semenjak dini tentang 'melek sains' ini terutama di Indonesia sangat memprihatinkan terbukti ketika Indonesia mengikuti PISA. Hasilnya berada jauh di bawah negara-negara yang sama-sama berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa minat baca, minat *Memahami* akan sains, serta matematika (karena dalam PISA tidak hanya materi sains, tetapi juga matematika dan membaca dijadikan materi uji) di Indonesia sangat rendah. Sehingga titik inilah yang menjadi point penting kemampuan literasi baik sains, matematika ataupun minat baca di Indonesia sangat perlu di kenalkan pada usia dini dengan harapan tingkat keterampilan anak-anak Indonesia secara umum (tidak hanya satu atau dua orang saja yang menonjol) mampu sejajar atau bahkan melebihi negara-negara lain. Sehingga IPM (indeks pembangunan manusia) nya diharapkan semakin meningkat apabila kemampuan literasi nya diarahkan sejak dini, walaupun sesuai fitrahnya anak-anak memang sudah memiliki kemampuan literasi, tinggal orang tua mengarahkan dan memfasilitasi.
2. Untuk hal ini belum ada penelitian yang mengkhususkan pada individu tertentu. Namun demikian secara umum, kemampuan literasi atau melek huruf ini menjadi salah satu indikator keberhasilan meningkat atau menurunnya IPM suatu negara untuk kemudian digolongkan pada negara maju, berkembang atau tertinggal.
Wallohu'alam bish shawab
1⃣1⃣ Lia_Bansel
✋ sebaiknya pengenalan literasi itu usia berapa, trus teknis nya bagai mana kalo untuk anak2, nuhun.
Jawab:
Teh lia dan bunda-bunda yang lain saya luruskan sedikit yaa... Literasi itu bukan tentang mengenalkan dan dikenalkan tapi lebih kepada *kemampuan* memahami peristiwa, analisis serta hal sebab akibat. Tidak seperti kita mengajarkan anak tentang menghias kue misalnya yang dinilai adalah hasil akhirnya bagus atau tidaknya hasil dari anak menghias kue tersebut. Tapi literasi mengajarkan lebih kepada proses dan kerangka berpikir nya... Artinya kemampuan literasi itu perlu diasah semenjak dini. Karena kemampuan berpikir anak terus berkembang sehingga bisa kita analogikan misal kalau air dipanaskan terus menerus kenapa jadi sedikit ya de airnya? anak di fasilitasi oleh orang tua untuk mengarahkan kepada proses kerangka berpikir yang akhirnya anak akan menemukan jawabannya sendiri. Misal jawaban anak. Kan ada proses pemanasan yang menjadikan air menguap sehingga volume airnya berkurang.
Wallohu'alam bish shawab✅
1⃣2⃣ Cucu_Banut 2
Assalaamualaikum.. Teh Ai anu geulis pisan.. mo nitip pertanyaan buat Teh Fiena...
Teh Fiena apakah ada referensi yang bisa di download atau dicari untuk mendampingi anak balita dan anak remaja untuk belajar sains? Jazakillaah Teh Fiena Teh Ai🙏🏼😘
Jawab :
12. Last but not least
Wa'alaikumussalam warrohmatullohi wabbarokatuh
Untuk panduan formal saya belum menemukan teh barangkali ada yang bisa Sharing tukar informasi with pleasure. Berikut saya lampirkan beberapa Alamat Web yang bisa dijadikan inspirasi :
- http://www.science-sparks.com/2013/05/19/summer-science/
- https://sciencebob.com/category/experiments/
- https://www.buzzfeed.com/peggy/kids-science-experiments-that-adults-can-enjoy-too?utm_term=.tc9wGgxARB#.eaY4OvYR1J
Wallohu'alam bish shawab
Yeaay science is fun...✅
Pertanyaan tambahan:
1⃣3⃣ Uput - Banut 1
Ada ngga standar literasi per umur? Adakah 'warning' bagi orangtua ketika diumur sekian belum menunjukkan sikap tertentu? Jika mmg ada 'warning' tsb bisakah ketertinggalan tsb diperkecil gap nya? Satu lagi teh Fien, apakah orangtua yg notabene sudah banyak menganalisa masalah dan mengambil keputusan artinya kemampuan literasinya bagus?
Jawab:
Standard literasi sesuai umur pada dasar nya tidak ada batasan teh... Karena Di pelaksanaan PISA sendiri rentang usia anak yg diuji adalah usia 13-15 tapi yang diambil adalah usia 15 tahun karena menurut Piaget di usia tersebut anak mulai mampu berpikir abstrak. Kemampuan literasi ini pada dasarnya adalah mengenai kemampuan analisis kreatif seseorang istilahnya high order thinking dimana kita dituntut untuk mampu berpikir analisis kreatif tentang sesuatu hingga pada akhirnya akan menghasilkan problem solving. Berbeda dengan yang pada umumnya sistem pembelajaran di Indonesia masih bersifat low order thinking.
Kalau untuk kemampuan Literasi ini disesuaikan dengan umur anak tetapi tidak mesti seperti perkembangan fisik teh krn sifatnya ini pembiasaan cara berpikir untuk menghadapi suatu tantangan persoalan. Sehingga tidak ada patokan baku. Sehingga bisa dikatakan tidak ada gap antara kesesuaian umur dengan kemampuan literasi seseorang, lebih kepada pembiasaan orang tersebut berpikir apakah high order thinking atau low order thinking.
1⃣4⃣ Fina - Banut 1
🙋🏽nanya jg mski telat teh fien,klo bwt yg speech delay gmn ya? Apa dl yg hrs ddahulukn?
Jawab:
Teh Fin klo speech delay biasanya perlu dilakukan dulu analisis mulai dari fisiologi dan fisiknya artinya dilakukan oleh ahli supaya ketahuan sumber utama terjadi speech delay pada anak. Setelah ketahuan baru bisa disesuaikan dengan penyebab terjadinya speech delay. Seperti ada kasus speech delay krn kurang gaul dengan anak seusia nya adanya main sama orang dewasa. Kemampuan literasi nya dimulai dengan cara tutor sebaya, 'dipasangkan' dengan teman seumur nya diajak keliling mengamati ruang sekolah n dibiasakan main di lingkungan sekitar dengan tutor sebayanya itu. Jd kita menggunakan perantara istilahnya untuk bisa memperkenalkan kemampuan literasi pada anak yg speech delay ini melalui temannya.
🍃🍃🍃 SEKIAN 🍃🍃🍃
#ODOPfor99days
#day 79
# Scientific Literacy
Langganan:
Postingan (Atom)